Daftar isi bacaan
- Apa itu kelompok A?
- Apa itu kelompok B?
- Lalu apa itu kelompok E?
- Kapan kortikosteroid hirup ditambahkan?
- Jadi kenapa FEV1 tidak cukup?
- Kalau sudah memakai satu inhaler tapi masih sesak?
- Kenapa satu inhaler sering lebih praktis?
- Peran keluarga
- Yang bisa dilakukan mulai hari ini
- Jangan salah paham
- Ingat 3 hal ini
- Daftar Pustaka
- Bacaan terkait
"FEV1 saya 45%. Berarti obat saya harus yang paling kuat?" Pertanyaan seperti ini sering muncul.
Sekarang cara berpikirnya lebih luas. GOLD 2026 tetap memakai spirometri untuk diagnosis dan menilai beratnya hambatan aliran udara, tetapi pemilihan pengobatan awal tidak ditentukan oleh FEV1 saja. Dua hal yang sangat penting adalah seberapa berat gejalanya, dan apakah pasien mengalami kekambuhan (eksaserbasi) dalam setahun terakhir. Dari sini pasien dikelompokkan menjadi A, B, atau E.
Apa itu kelompok A?
Kelompok A adalah pasien dengan gejala relatif ringan dan tidak mengalami kekambuhan sedang atau berat dalam setahun sebelumnya. Pengobatan awalnya berupa obat pelebar saluran napas (bronkodilator).
Bila gejalanya hanya sesekali, pilihannya bisa sederhana. Bila tersedia dan sesuai, obat pelebar kerja panjang sering lebih nyaman untuk kendali sehari-hari. Sebagai gambaran, obat pelebar kerja singkat bertahan sekitar 4–6 jam, sedangkan yang kerja panjang sekitar 12 jam atau lebih. Yang penting adalah apakah pasien benar-benar merasa lebih baik dan bisa beraktivitas lebih leluasa.
Apa itu kelompok B?
Kelompok B juga tidak mengalami kekambuhan sedang atau berat dalam setahun sebelumnya, tetapi gejalanya lebih bermakna. GOLD 2026 memakai ukuran seperti skala sesak mMRC 2 atau lebih, atau kuesioner dampak PPOK CAAT dengan skor 10 atau lebih.
Pada kelompok ini, GOLD merekomendasikan LABA + LAMA sebagai pengobatan awal pada banyak pasien. LABA adalah obat pelebar saluran napas kerja panjang golongan beta-2 agonis (long-acting beta2-agonist), sedangkan LAMA adalah obat pelebar kerja panjang golongan antimuskarinik (long-acting muscarinic antagonist). Keduanya bekerja lewat jalur berbeda, sehingga gabungannya bisa memberi tambahan manfaat terhadap sesak dan kemampuan beraktivitas.
Lalu apa itu kelompok E?
Kelompok E adalah pasien dengan satu atau lebih kekambuhan sedang atau berat dalam setahun sebelumnya. Tujuan utamanya adalah mencegah kekambuhan berikutnya. Pengobatan awal yang dianjurkan pada banyak pasien adalah LABA + LAMA, tetapi pada keadaan tertentu terapi tiga obat dapat dipertimbangkan sejak awal.
Kapan kortikosteroid hirup ditambahkan?
Kortikosteroid hirup (inhaled corticosteroid/ICS) pada PPOK tidak wajib untuk semua pasien, berbeda dengan asma. GOLD memakai riwayat kekambuhan dan kadar eosinofil darah (salah satu jenis sel darah putih) sebagai penanda kemungkinan manfaat ICS untuk mencegah kekambuhan.
Pada kelompok E dengan eosinofil darah sekitar 300 sel/µL atau lebih, terapi tiga obat LABA+LAMA+ICS dapat dipertimbangkan sebagai pengobatan awal. Bila pasien juga benar-benar memiliki asma, pendekatannya berbeda: ICS menjadi penting karena pengobatan harus mengikuti prinsip asma.
Jadi kenapa FEV1 tidak cukup?
Bayangkan dua pasien dengan FEV1 yang sama. Pasien pertama masih bisa berjalan jauh dan tidak pernah kambuh. Pasien kedua sesak saat aktivitas ringan dan sudah dua kali ke IGD tahun ini.
FEV1 memberi informasi tentang kerja paru, tetapi pengobatan harus menyasar hal yang paling penting bagi pasien: gejala dan risiko serangan.
Kalau sudah memakai satu inhaler tapi masih sesak?
GOLD menganjurkan prinsip tinjau, nilai, sesuaikan (review, assess, adjust). Sebelum menambah obat, periksa teknik inhaler, keteraturan pemakaian, apakah diagnosisnya benar, dan cari penyebab sesak lain seperti gagal jantung, kurang darah, obesitas, atau tubuh yang kurang bugar. Bila sesak memang berasal dari PPOK yang menetap, obat pelebar saluran napas dapat dioptimalkan.
Kenapa satu inhaler sering lebih praktis?
Bila LABA dan LAMA tersedia dalam satu alat, pemakaiannya jadi lebih sederhana. Makin banyak alat dengan teknik berbeda, makin besar peluang salah pakai atau lupa. Namun alat terbaik tetap harus sesuai dengan kemampuan pasien.
Peran keluarga
Keluarga bisa membantu mencatat hal-hal yang menentukan kelompok pengobatan: seberapa jauh pasien kini bisa berjalan, apakah ia makin sering berhenti karena sesak, dan berapa kali ia kambuh atau dirawat dalam setahun. Catatan sederhana ini sering lebih bermanfaat bagi dokter daripada ingatan saat kontrol.
Yang bisa dilakukan mulai hari ini
- Jangan hanya melihat angka FEV1.
- Catat berapa kali kekambuhan sedang atau berat terjadi dalam setahun.
- Nilai beratnya sesak dan kemampuan beraktivitas.
- Kenali apakah inhaler Anda berisi LABA, LAMA, ICS, atau gabungannya.
- Periksa teknik inhaler sebelum menganggap obatnya gagal.
- Tanyakan apakah pengobatan Anda masih sesuai dengan kondisi terkini.
Jangan salah paham
"FEV1 rendah berarti harus terapi tiga obat." Tidak otomatis. Gejala, riwayat kambuh, eosinofil, dan ada tidaknya asma ikut menentukan.
"Kalau inhalernya sudah berisi dua obat, berarti penyakitnya pasti berat." Tidak selalu. Dua obat pelebar saluran napas dapat dipakai sejak awal pada kelompok B.
Ingat 3 hal ini
- PPOK dinilai dari fungsi paru, gejala, dan risiko kekambuhan.
- LABA+LAMA adalah fondasi penting pada pasien yang bergejala atau berisiko kambuh.
- Kortikosteroid hirup dipilih secara lebih selektif.
Kalau ada keluarga dengan PPOK yang bingung mengapa inhalernya berbeda dari pasien lain, bagikan bacaan ini. Memilih inhaler PPOK bukan soal mencari obat "paling kuat", tetapi mencari kombinasi yang paling tepat untuk masalah utama setiap pasien.
Daftar Pustaka
- Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. Global Strategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of COPD: 2026 Report.
- Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. 2026 Pocket Guide.
- National Heart, Lung, and Blood Institute. COPD: Treatment.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Sesak yang memburuk mendadak, bibir kebiruan, kebingungan, nyeri dada, atau kadar oksigen turun memerlukan evaluasi segera.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
