Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pneumonia

Sering Khawatir Pneumonia? Vaksin Influenza dan Pneumokokus Melindungi Bagian Risiko yang Berbeda

Vaksin influenza dan pneumokokus menargetkan penyebab pneumonia yang berbeda dan dapat sama-sama penting bagi orang dewasa, sesuai usia, kondisi medis, dan riwayat vaksin.

Daftar isi bacaan
  1. Vaksin influenza bukan cuma untuk mencegah pilek berat
  2. Vaksin pneumokokus menyasar bakteri tertentu
  3. Kalau sudah PCV20, apakah masih perlu PPSV23?
  4. Vaksin tidak membuat kebal terhadap semua pneumonia
  5. Siapa yang sebaiknya membicarakan vaksin dengan dokter?
  6. Peran keluarga
  7. Daftar Pustaka
  8. Bacaan terkait

Bayangkan seseorang baru saja menemani ayahnya dirawat seminggu karena pneumonia. Saat kontrol, ia bertanya, "Ada vaksin pneumonia tidak, Dok? Saya tidak mau Bapak masuk rumah sakit lagi."

Jawabannya: ada vaksin yang dapat menurunkan risiko beberapa penyebab penting pneumonia, tetapi tidak ada satu vaksin yang mencegah semua pneumonia.

Dua yang paling sering dibicarakan pada orang dewasa adalah vaksin influenza dan vaksin pneumokokus. Keduanya bukan pesaing. Sasarannya berbeda, dan pada orang dengan usia atau kondisi tertentu, keduanya justru sama-sama penting.

Vaksin influenza bukan cuma untuk mencegah pilek berat

Influenza dapat menyebabkan penyakit saluran napas yang berat dan berkembang menjadi pneumonia virus. Infeksi influenza juga dapat membuka jalan bagi infeksi bakteri yang menyusul kemudian.

Karena virus influenza terus berubah, komposisi vaksinnya diperbarui secara berkala dan vaksinasi perlu diulang. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI 2025 menganjurkan vaksin influenza satu dosis setiap tahun untuk orang dewasa. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok berisiko seperti lansia, penderita penyakit jantung atau paru kronik, diabetes, penyakit ginjal, orang dengan daya tahan tubuh lemah (imunokompromi), obesitas berat, perokok, dan tenaga kesehatan.

Jadi tujuannya bukan sekadar "tidak flu". Pada kelompok berisiko, yang lebih penting adalah mengurangi kemungkinan influenza berat beserta komplikasinya.

Vaksin pneumokokus menyasar bakteri tertentu

Pneumokokus atau Streptococcus pneumoniae adalah salah satu bakteri penyebab pneumonia. Bakteri ini juga dapat menimbulkan penyakit berat lain, seperti infeksi aliran darah (bakteremia) dan radang selaput otak (meningitis).

Ada beberapa jenis vaksin pneumokokus, yaitu vaksin konjugat PCV13, PCV15, PCV20, dan vaksin polisakarida PPSV23. Masing-masing mencakup kelompok jenis bakteri (serotipe) yang berbeda dan membangun kekebalan dengan cara yang tidak persis sama.

Menurut PAPDI 2025, vaksin pneumokokus sangat dianjurkan bagi sejumlah kelompok berisiko, antara lain orang dengan daya tahan tubuh lemah, gagal ginjal kronik, perokok, penyakit hati kronik, kebocoran cairan otak (cairan serebrospinal), dan pengguna implan koklea. Usia dan riwayat vaksin sebelumnya ikut menentukan pilihan serta urutannya.

Karena itu, pertanyaan "vaksin pneumokokus yang paling bagus apa?" kurang lengkap. Yang lebih tepat adalah, "Dengan usia, penyakit, dan vaksin yang sudah pernah saya terima, jadwal yang sesuai untuk saya apa?"

Kalau sudah PCV20, apakah masih perlu PPSV23?

Menurut PAPDI 2025, orang yang sudah mendapat PCV20 tidak perlu lagi dilanjutkan dengan PPSV23. Bila yang dipakai PCV13 atau PCV15, pada situasi tertentu PPSV23 dapat diberikan sesudahnya dengan jarak waktu tertentu. Pedoman CDC Amerika Serikat memakai prinsip serupa.

Riwayat vaksin sangat penting. Jangan mengulang vaksin hanya karena lupa namanya. Simpan foto kartu vaksin atau catatan digital yang mencantumkan nama vaksin dan tanggalnya. Satu foto di ponsel bisa menghemat banyak kebingungan beberapa tahun kemudian.

Vaksin tidak membuat kebal terhadap semua pneumonia

Pneumonia bisa disebabkan banyak bakteri, virus, jamur, tersedak makanan atau cairan ke paru (aspirasi), dan kondisi lain. Vaksin pneumokokus hanya menyasar jenis pneumokokus yang tercakup di dalamnya. Vaksin influenza menyasar virus influenza yang diperkirakan beredar pada musim itu.

Jadi setelah vaksin, seseorang masih mungkin terkena pneumonia. Itu tidak berarti vaksinnya gagal. Ibaratnya sabuk pengaman: tidak mencegah semua kecelakaan, tetapi mengurangi risiko cedera berat. Vaksin melatih sistem kekebalan mengenali sasaran tertentu lebih cepat, sehingga peluang sakit berat akibat kuman tersebut berkurang.

Siapa yang sebaiknya membicarakan vaksin dengan dokter?

Pembicaraan ini terutama penting bila Anda:

  • berusia lanjut;
  • memiliki penyakit jantung, paru, ginjal, hati, atau diabetes;
  • merokok;
  • memiliki gangguan kekebalan atau memakai obat penekan kekebalan;
  • pernah menjalani operasi pengangkatan limpa atau punya kondisi khusus lain;
  • akan bepergian ke daerah dengan risiko tertentu;
  • atau riwayat vaksinnya belum jelas.

Vaksinasi juga bukan pengganti langkah lain. Berhenti merokok, mengendalikan penyakit kronik, menjaga kebersihan tangan, dan segera mencari pertolongan saat gejala berat tetap penting.

Peran keluarga

Keluarga sering menjadi penjaga catatan kesehatan orang tua. Kumpulkan kartu vaksin lansia di rumah, foto, lalu simpan di satu folder ponsel. Saat mengantar kontrol, ajukan dua pertanyaan sederhana: "Tahun ini sudah vaksin influenza belum?" dan "Vaksin pneumokokus terakhir apa, kapan?" Pasang pengingat tahunan untuk vaksin influenza. Anggota keluarga lain yang dewasa pun dianjurkan vaksin influenza setiap tahun, sehingga orang yang paling rentan di rumah ikut lebih terlindungi.

Kalau di keluarga Anda ada orang tua atau anggota keluarga dengan penyakit kronik, bagikan bacaan ini dan ajak mereka mengecek riwayat vaksin. Jangan menunggu sampai dirawat karena pneumonia baru mulai membuka catatan vaksin.

Daftar Pustaka

  1. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI. Jadwal Imunisasi Dewasa 2025, pembaruan Agustus 2025.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Pneumonia pada Dewasa. KMK No. HK.01.07/MENKES/1168/2025.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumococcal Vaccine Recommendations.
  4. Centers for Disease Control and Prevention. Who Needs a Flu Vaccine.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Vaksinasi juga bukan pengganti langkah lain. Berhenti merokok, mengendalikan penyakit kronik, menjaga kebersihan tangan, dan segera mencari pertolongan saat gejala berat tetap penting.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin