Daftar isi bacaan
"Kalau tekanan darah saya 170/100, kepala pasti pusing, kan, Dok?"
Tidak selalu.
Ini salah satu salah paham paling berbahaya tentang hipertensi. Banyak orang dengan tekanan darah tinggi merasa biasa saja: tidak pusing, tidak berdebar, tidak ada rasa sakit khusus. Karena tubuh tidak membunyikan alarm yang jelas, semuanya terasa baik-baik saja.
Padahal di Indonesia masalahnya sangat besar. SKI 2023 menemukan sekitar 30,8% penduduk usia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah, tetapi yang mengaku pernah didiagnosis dokter hanya 8,6%. Artinya, banyak sekali orang yang tekanan darahnya tinggi tanpa menyadarinya. Bisa jadi salah satunya ayah, ibu, atau kita sendiri.
Jadi hipertensi sering bukan penyakit yang "terasa". Ia penyakit yang harus diukur.
Kenapa tekanan tinggi bisa merusak tanpa gejala?
Tekanan darah adalah dorongan darah pada dinding pembuluh saat jantung memompa dan saat jantung beristirahat di antara denyut. Kalau tekanan terus terlalu tinggi, pembuluh darah dan organ yang dialirinya bekerja di bawah beban yang lebih besar.
Bayangkan selang air yang terus dialiri tekanan lebih tinggi dari semestinya. Selangnya tidak pecah di hari pertama, tetapi dalam jangka panjang dindingnya menanggung beban lebih berat.
Dalam tubuh sebenarnya, hipertensi yang berlangsung lama dapat mempercepat kerusakan pembuluh, membebani jantung, serta meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal jantung, dan kerusakan ginjal. Yang paling penting diingat: proses itu bisa berjalan bertahun-tahun tanpa keluhan khas.
Satu angka tinggi belum tentu diagnosis
Tekanan darah bisa naik sementara karena banyak hal: baru berjalan cepat, cemas, nyeri, minum kopi, merokok, atau bahkan karena tegang saat diperiksa. Karena itu diagnosis hipertensi sebaiknya tidak dibuat dari satu angka yang kebetulan tinggi.
WHO memakai ambang hipertensi 140/90 mmHg atau lebih, dengan konfirmasi pengukuran pada hari yang berbeda. Pedoman klinis bisa memakai pendekatan yang lebih rinci, tergantung risiko dan cara pengukuran.
Kalau mengukur di rumah, lakukan dengan benar:
- duduk tenang beberapa menit;
- punggung bersandar;
- kaki menapak lantai dan tidak bersilang;
- lengan disangga setinggi jantung;
- manset sesuai ukuran lengan;
- jangan baru selesai olahraga, merokok, atau minum kopi.
Alat yang bagus pun bisa memberi hasil menyesatkan kalau caranya salah.
"Tekanan saya normal karena minum obat. Berarti sudah sembuh?"
Kalau tekanan darah menjadi normal setelah minum obat, itu biasanya berarti obatnya bekerja, bukan berarti obatnya tidak dibutuhkan lagi. Bayangkan kacamata: saat dipakai, penglihatan jelas. Itu bukan bukti mata sudah tidak perlu kacamata.
Keputusan mengurangi atau menghentikan obat hipertensi harus berdasarkan evaluasi dokter: tekanan darah berulang, risiko penyakit jantung, kondisi ginjal, diabetes, usia, efek samping, dan faktor lain. Menghentikan obat sendiri karena angka terlihat bagus bisa membuat tekanan darah kembali naik tanpa disadari.
Apa yang benar-benar membantu?
Perubahan gaya hidup tetap penting:
- kurangi garam dan makanan sangat tinggi natrium;
- lebih aktif bergerak;
- jaga berat badan bila berlebih;
- berhenti merokok;
- batasi alkohol;
- perbanyak sayur, buah, dan bahan makanan minim proses.
Tetapi jangan menjadikan perubahan gaya hidup alasan menolak obat bila obat memang dibutuhkan. Sebagian orang cukup dengan perubahan gaya hidup, banyak yang membutuhkan kombinasi keduanya. Gaya hidup dan obat bukan lawan.
Kapan tekanan darah tinggi menjadi keadaan darurat?
Angka tinggi perlu dilihat bersama kondisi orangnya. Bila tekanan darah sangat tinggi disertai nyeri dada, sesak berat, lemah atau baal mendadak di satu sisi tubuh, sulit bicara, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan mendadak, atau keluhan saraf berat, segera cari pertolongan medis. Jangan sibuk menurunkan angka sendiri dengan menambah obat tanpa petunjuk.
Jadikan cek tekanan darah urusan keluarga
WHO menyebut riwayat hipertensi dalam keluarga sebagai salah satu faktor risiko. Jadi kalau orang tua Anda punya hipertensi, ini alasan bagus untuk ikut memeriksakan diri. Kalau di rumah sudah ada tensimeter, manfaatkan untuk seisi rumah yang sudah dewasa, dengan cara pengukuran yang benar. Atau ajak orang tua cek bersama di puskesmas, posbindu, atau fasilitas kesehatan terdekat.
Hipertensi adalah contoh penyakit yang membuat kalimat "Saya merasa sehat kok" tidak cukup. Tubuh bisa diam. Tensimeter tidak.
Kalau ada anggota keluarga yang merasa tidak perlu cek tekanan darah karena tidak pernah pusing, kirimkan bacaan ini. Satu kali pengukuran yang benar sering lebih berguna daripada menunggu gejala yang mungkin tidak pernah datang.
Daftar Pustaka
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Survei Kesehatan Indonesia 2023.
- World Health Organization. Hypertension. 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Bahaya Hipertensi, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi. 2024.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- ## Kapan tekanan darah tinggi menjadi keadaan darurat? Angka tinggi perlu dilihat bersama kondisi orangnya. Bila tekanan darah sangat tinggi disertai nyeri dada, sesak berat, lemah atau baal mendadak di satu sisi tubuh, sulit bicara, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan mendadak, atau keluhan saraf berat, segera cari pertolongan medis. Jangan sibuk menurunkan angka sendiri dengan menambah obat tanpa petunjuk.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
