Daftar isi bacaan
Hari keempat demam, panas anak akhirnya turun. Orang tua lega, "Syukurlah, sudah sembuh."
Pada banyak penyakit, demam yang turun memang kabar baik. Pada dengue, kita justru harus tetap waspada.
WHO menjelaskan bahwa gejala dengue berat sering muncul setelah demam mulai mereda. Jadi ketika suhu tubuh kembali normal sekitar hari ketiga sampai ketujuh, itu tidak selalu berarti bahaya sudah lewat. Pada sebagian pasien, justru inilah masa kritisnya.
Kenapa bisa memburuk setelah demam turun?
Dengue disebabkan virus dengue yang ditularkan terutama oleh nyamuk Aedes aegypti. Pada fase awal, pasien biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, atau ruam. Sebagian besar pasien akan membaik.
Tetapi pada sebagian kecil pasien, terutama sekitar saat demam mereda, dinding pembuluh darah kecil menjadi lebih mudah dilewati cairan (peningkatan permeabilitas kapiler). Sederhananya, bagian cair dari darah "bocor" keluar dari pembuluh ke jaringan. Kalau kebocorannya cukup berat, volume darah yang beredar berkurang dan pasien bisa jatuh ke dalam syok.
Itulah sebabnya fase kritis dengue tidak bisa dinilai hanya dari suhu tubuh.
Trombosit bukan satu-satunya penentu
Banyak keluarga sangat fokus pada angka trombosit. Trombosit memang penting, tetapi dengue berat tidak ditentukan oleh satu angka laboratorium saja.
Dokter menilai keseluruhan kondisi: tekanan darah, nadi, aliran darah ke ujung tubuh, jumlah urine, tanda perdarahan, hematokrit, keluhan perut, muntah, kesadaran, dan perubahannya dari waktu ke waktu. Trombosit bisa rendah tetapi pasien tetap stabil. Sebaliknya, pasien bisa mulai mengalami kebocoran plasma dan syok sebelum trombositnya mencapai angka yang dianggap "sangat rendah". Jadi jangan menunggu angka tertentu sebelum mencari pertolongan.
Waspadai tanda-tanda bahaya
Menurut WHO, tanda bahaya dengue antara lain:
- nyeri perut hebat atau terus-menerus;
- muntah berulang;
- perdarahan dari hidung atau gusi;
- darah pada muntahan atau tinja;
- napas cepat atau sesak;
- sangat lemas;
- gelisah atau justru sangat mengantuk;
- rasa haus berlebihan;
- kulit pucat dan dingin.
Bila tanda-tanda ini muncul, terutama saat demam mulai turun, pasien perlu segera dinilai di fasilitas kesehatan. Jangan berpikir, "Demamnya sudah hilang, tunggu besok saja."
Apakah semua pasien dengue harus dirawat inap?
Tidak. Banyak pasien dengue bisa dirawat jalan bila kondisinya stabil, mampu minum, tidak ada tanda bahaya, dan bisa dipantau dengan baik. Masalahnya, kondisi dapat berubah. Karena itu keluarga yang merawat di rumah memegang peran sangat penting.
Pembagian tugas sederhana bisa membantu: satu orang mencatat suhu, berapa banyak yang diminum, dan kapan terakhir buang air kecil; semua orang di rumah hafal tanda bahayanya; dan sudah disepakati ke mana pasien dibawa bila kondisinya berubah, termasuk di malam hari.
Cukup minum sangat penting. Tetapi kebutuhan cairan berbeda-beda, terutama pada anak, lansia, penderita gagal jantung, atau penyakit ginjal. Jangan memaksakan cairan berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi pasien. Cairan terlalu sedikit berbahaya, cairan berlebihan juga bisa menimbulkan masalah.
Jangan sembarang minum obat nyeri
Untuk demam dan nyeri, WHO merekomendasikan parasetamol. Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen sebaiknya dihindari pada dengue karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Ini penting karena banyak orang terbiasa membeli obat bebas saat demam dan pegal. Kalau penyebab demam belum jelas dan dengue masih mungkin, jangan sembarangan memilih obat nyeri.
Tes darah kapan?
Jenis pemeriksaan yang berguna berbeda menurut hari sakit. Pada awal penyakit, pemeriksaan antigen atau materi genetik virus bisa lebih bermanfaat. Pada fase berikutnya, pemeriksaan antibodi mulai berperan. Darah lengkap membantu memantau hematokrit, leukosit, dan trombosit, tetapi hasilnya harus dibaca bersama kondisi pasien. Satu lembar hasil laboratorium bukan pengganti pemeriksaan langsung.
Pencegahan tetap dimulai dari nyamuk
Nyamuk penular dengue aktif terutama di siang hari. Kurangi tempat berkembang biaknya dengan menguras dan membersihkan penampungan air, menutup wadah air, dan membuang barang yang bisa menampung air hujan, yang di Indonesia dikenal sebagai bagian dari gerakan 3M Plus. Gunakan repelan, pakaian tertutup, dan perlindungan lain bila diperlukan.
Pasien dengue juga sebaiknya terlindung dari gigitan nyamuk, supaya nyamuk tidak mengambil virus dari pasien lalu menularkannya ke anggota keluarga lain.
Kalimat yang perlu diingat
Pada dengue, demam turun bukan sertifikat sembuh. Yang lebih penting adalah bagaimana kondisi pasien ketika demamnya turun. Kalau setelah demam mereda justru muncul nyeri perut, muntah terus, perdarahan, lemas berat, gelisah, napas cepat, atau tangan dan kaki dingin, jangan menunggu.
Kalau bacaan ini berguna, simpan dan bagikan ke grup keluarga. Informasi sederhana tentang fase kritis bisa membuat orang mencari pertolongan pada waktu yang tepat.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Dengue. 2025.
- World Health Organization. Laboratory Testing for Dengue Virus: Interim Guidance. 2025.
- World Health Organization Indonesia. Dengue dan Dengue Berat.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- ## Waspadai tanda-tanda bahaya Menurut WHO, tanda bahaya dengue antara lain: - nyeri perut hebat atau terus-menerus; - muntah berulang; - perdarahan dari hidung atau gusi; - darah pada muntahan atau tinja; - napas cepat atau sesak; - sangat lemas; - gelisah atau justru sangat mengantuk; - rasa haus berlebihan; - kulit pucat dan dingin. Bila tanda-tanda ini muncul, terutama saat demam mulai turun, pasien perlu segera dinilai di fasilitas kesehatan. Jangan berpikir, "Demamnya sudah hilang, tunggu besok saja."
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
