Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ayah yang sedang dengue. Demamnya tinggi, kepalanya sakit, sendi dan ototnya ngilu seperti habis dipukul. Anaknya membuka kotak obat dan menemukan ibuprofen yang biasa dipakai saat flu. "Ini saja, Pak, biar cepat enakan."
Niatnya baik, tetapi tidak semua obat penurun panas dan pereda nyeri sama amannya pada dengue. WHO dan CDC menganjurkan parasetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Sebaliknya, aspirin serta obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen sebaiknya dihindari.
Alasannya bukan sekadar aturan hafalan. Ini berkaitan dengan cara dengue memengaruhi sistem pembekuan darah.
Dengue sendiri sudah membuat tubuh lebih mudah berdarah
Pada dengue, jumlah trombosit sering turun. Tetapi bukan hanya jumlahnya yang berubah. Infeksi dengue juga dapat mengganggu dinding pembuluh darah dan keseimbangan sistem pembekuan. Karena itu sebagian pasien lebih mudah berdarah, mulai dari mimisan dan gusi berdarah sampai perdarahan yang lebih serius.
Aspirin menghambat kerja trombosit. Ibuprofen dan obat antiinflamasi lain juga dapat memengaruhi kerja trombosit dan mengiritasi lambung serta usus. Pada penyakit yang sejak awal meningkatkan risiko perdarahan, kita tidak ingin menambah faktor yang membuat darah makin sulit membeku. Itulah sebabnya rekomendasi WHO dan CDC konsisten: hindari aspirin dan OAINS pada dengue.
Kenapa parasetamol berbeda?
Parasetamol bekerja terutama sebagai penurun panas dan pereda nyeri, tanpa efek menghambat trombosit seperti aspirin. Karena itu parasetamol menjadi pilihan yang lebih aman untuk demam dan nyeri pada dengue.
Tetapi "lebih aman" bukan berarti boleh diminum tanpa batas. Dosis tetap harus mengikuti petunjuk dokter atau label. Parasetamol berlebihan dapat merusak hati, dan pada sebagian pasien dengue hati juga ikut terdampak. Jangan mempercepat jadwal minum atau menggandakan dosis hanya karena demam belum turun sempurna.
Tujuannya bukan memaksa suhu langsung kembali 36,5°C, melainkan membuat pasien lebih nyaman sambil menjaga cairan, memantau kondisi, dan mengenali tanda bahaya.
Hati-hati dengan obat kombinasi
Kesalahan ini sering terjadi. Pasien minum parasetamol. Lalu karena sakit kepala dan pilek, ia minum obat flu kombinasi. Beberapa jam kemudian ia minum "obat demam" lagi. Padahal dua produk itu mungkin sama-sama mengandung parasetamol. Di kemasan, mereknya berbeda; di dalam tubuh, zat aktifnya sama.
Karena itu selalu baca komposisi. Cari tulisan parasetamol, paracetamol, atau acetaminophen. Hal yang sama berlaku untuk OAINS: obat nyeri bisa mengandung ibuprofen, aspirin, diklofenak, naproksen, atau obat lain sekelompok. Bila ragu, tanyakan apoteker atau dokter.
Bagaimana dengan kompres?
CDC menyebut kompres atau seka tubuh dengan air hangat-hangat kuku (tepid sponging) dapat membantu menurunkan demam. Hindari air es. Tujuannya membantu pasien merasa lebih nyaman, bukan "menarik panas keluar" secara paksa.
Obat bukan pusat perawatan dengue
Tidak ada obat antivirus khusus yang menyembuhkan dengue. Perawatan utamanya adalah istirahat, cairan yang cukup, pemantauan kondisi, dan bertindak cepat bila muncul tanda bahaya. Jangan sampai keluarga sibuk berganti-ganti obat tetapi lupa memperhatikan pasien.
Segera periksakan bila ada nyeri perut hebat, muntah terus, perdarahan, sangat lemas atau gelisah, tangan kaki dingin, sesak, kencing berkurang, atau penurunan kesadaran.
Peran keluarga
Keluarga bisa menyisihkan sementara obat-obat yang sebaiknya dihindari, seperti aspirin dan ibuprofen, agar tidak terambil tanpa sengaja. Tulis jadwal parasetamol di kertas yang ditempel dekat tempat tidur, lengkap dengan jam minum terakhir, supaya anggota keluarga yang bergantian menjaga tidak memberi dosis ganda. Bila pasien punya obat rutin seperti pengencer darah, tanyakan kepada dokter apakah perlu penyesuaian selama sakit, dan jangan menghentikannya sendiri.
Ingat 3 hal ini
- Parasetamol adalah pilihan utama untuk demam dan nyeri pada dengue.
- Aspirin dan OAINS seperti ibuprofen sebaiknya dihindari karena dapat menambah risiko perdarahan.
- Baca kandungan obat kombinasi agar parasetamol tidak terminum dua kali dan OAINS tidak terminum tanpa sadar.
Kalau ada keluarga yang sedang merawat pasien dengue, bagikan bacaan ini. Salah memilih obat saat demam tinggi adalah kesalahan yang sebenarnya sangat mudah dicegah.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Dengue and Severe Dengue Fact Sheet. 2025.
- World Health Organization Indonesia. Lembar Fakta Dengue dan Dengue Berat.
- Centers for Disease Control and Prevention. Manage Dengue.
- Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Care of Dengue.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Muntah darah, tinja hitam, perdarahan gusi atau hidung yang banyak, atau pingsan.
- Nyeri perut hebat, muntah terus, napas cepat, kulit dingin dan pucat, gelisah atau sangat mengantuk.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
