Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

Kencing Berwarna Merah atau Kecokelatan: Bisa karena Buah Naga, Bisa Juga Tanda Penyakit yang Tidak Boleh Diabaikan

Darah dalam urine sering tidak terasa nyeri, tetapi selalu perlu diperiksakan walaupun sedikit karena dapat berasal dari infeksi saluran kemih, batu, pembesaran prostat, penyakit ginjal, atau kanker kandung kemih dan ginjal; warna merah karena buah naga, bit, atau obat tertentu biasanya hilang dalam beberapa hari, sedangkan kencing berdarah disertai demam, menggigil, muntah, nyeri pinggang hebat, gumpalan darah, atau tidak bisa buang air kecil perlu segera ditangani.

Daftar isi bacaan
  1. Bukan darah, atau darah?
  2. Tidak sakit belum tentu aman
  3. Petunjuk dari gejala penyerta
  4. Apa yang akan diperiksa?
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang kakek melihat air kencingnya berwarna merah. Ia tidak merasa sakit, dan besoknya warna urine kembali normal. "Mungkin karena kebanyakan makan buah naga," pikirnya, lalu ia melupakannya. Padahal, ia tidak makan buah naga sama sekali.

Bukan darah, atau darah?

Menurut Kemenkes, makanan seperti buah naga dan bit dapat membuat urine kemerahan, tetapi warnanya hilang dalam beberapa hari. Menurut NHS, urine juga bisa tampak merah karena obat tertentu, atau karena darah sebenarnya berasal dari haid, perdarahan dari jalan lahir, atau dari dubur.

Bila Anda yakin warna merah muda, merah, atau cokelat tua itu bukan karena makanan, periksakan diri.

Tidak sakit belum tentu aman

Kemenkes menjelaskan, kencing berdarah umumnya tidak terasa nyeri, kecuali bila darah membentuk gumpalan yang menyumbat saluran kemih. Kencing berdarah bukan penyakit tersendiri, melainkan gejala, sehingga yang perlu dicari adalah penyebabnya. Menurut NHS, darah dapat berasal dari bagian mana pun saluran kemih: ginjal, kandung kemih, atau saluran kencing. NHS menegaskan, darah dalam urine harus diperiksakan walaupun sedikit atau Anda tidak yakin, karena dapat menjadi tanda kanker yang lebih mudah diobati bila ditemukan dini.

Kemenkes menyebut darah dalam urine adalah gejala paling sering pada kanker kandung kemih. Risikonya lebih tinggi pada laki-laki, usia di atas 55 tahun, dan perokok.

MedlinePlus menambahkan, darah kadang hanya sedikit dan baru terdeteksi lewat tes urine saat pemeriksaan rutin. Hasil seperti ini juga perlu ditindaklanjuti.

Petunjuk dari gejala penyerta

Menurut NHS, gejala lain dapat memberi petunjuk, tetapi jangan mendiagnosis sendiri:

  • Infeksi saluran kemih: perih saat kencing, sering kencing, urine keruh atau berbau, demam, nyeri pinggang.
  • Batu ginjal: nyeri hebat hilang timbul di pinggang, punggung bawah, atau selangkangan, sampai tidak bisa diam, disertai mual.
  • Pembesaran prostat: pada pria di atas 50 tahun, sulit mulai kencing, mendadak ingin kencing, dan sering terbangun untuk kencing.

MedlinePlus juga menyebut penyakit ginjal, cedera, gangguan pembekuan darah, dan obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin. Kemenkes menambahkan olahraga berat, misalnya lari jarak jauh.

Apa yang akan diperiksa?

Menurut MedlinePlus, dokter akan menanyakan kapan darah pertama kali terlihat, warna dan bau urine, ada tidaknya nyeri atau sering kencing, obat yang diminum, makanan yang dapat mengubah warna urine, serta riwayat penyakit ginjal, operasi, atau cedera. Menurut NHS dan MedlinePlus, pemeriksaan dapat berupa tes urine, tes darah, USG, hingga teropong kandung kemih, sesuai kebutuhan.

Jangan salah paham

"Tidak sakit, berarti tidak berbahaya." Kencing berdarah yang tidak nyeri tetap perlu diperiksa.

"Sudah hilang sendiri, jadi aman." Darah yang hilang belum tentu penyebabnya ikut hilang.

Peran keluarga

Bantu mengingat makanan dan obat sehari sebelumnya, dan dampingi orang tua ke dokter. Menurut MedlinePlus, segera cari pertolongan bila kencing berdarah disertai demam, menggigil, mual, muntah, nyeri perut, pinggang, atau punggung, keluar gumpalan darah, atau tidak bisa buang air kecil.

Ingat 3 hal ini

  1. Merah karena buah naga atau bit akan hilang dalam beberapa hari.
  2. Kencing berdarah, walaupun tidak sakit dan hanya sekali, tetap perlu diperiksakan.
  3. Disertai demam, gumpalan darah, atau tidak bisa kencing: segera cari pertolongan.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, terutama pria berusia di atas 50 tahun dan perokok.

Daftar Pustaka

  1. NHS. Blood in urine. Ditinjau 25 September 2026.
  2. MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Urine: bloody. Ditinjau 1 Juli 2025.
  3. Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Hematuria. 26 Juli 2022.
  4. Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Kanker kandung kemih. 9 Desember 2022.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Kencing berdarah disertai demam, menggigil, mual, atau muntah; segera periksakan diri.
  • Nyeri hebat di pinggang, punggung bawah, atau selangkangan yang hilang timbul hingga tidak bisa diam; segera periksakan diri.
  • Ada gumpalan darah dalam urine atau tidak bisa buang air kecil; segera ke IGD.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin