Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Makan sehat dan hidrasi

Sosis, Kornet, dan Dendeng: Seberapa Sering Daging Olahan dan Daging Merah Boleh Dimakan?

Daging olahan seperti sosis, kornet, dan dendeng terbukti menyebabkan kanker kolorektal sehingga sebaiknya dimakan sesedikit mungkin, sedangkan daging merah tetap boleh dimakan dalam jumlah sedang, misalnya tidak lebih dari sekitar tiga porsi seminggu.

Daftar isi bacaan
  1. Apa bedanya daging merah dan daging olahan?
  2. Apa arti "penyebab kanker" dari WHO?
  3. Berapa batas yang dianjurkan?
  4. Daging tetap bermanfaat
  5. Cara memilih dan memasak yang lebih sehat
  6. Jangan salah paham
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ibu yang setiap pagi menggoreng sosis untuk bekal anaknya karena praktis dan pasti dihabiskan. Di akhir pekan, keluarga makan rendang atau dendeng balado. Lalu ia membaca berita bahwa daging olahan "setara rokok" sebagai penyebab kanker, dan menjadi khawatir.

Agar tidak panik dan tidak pula abai, mari pahami faktanya.

Apa bedanya daging merah dan daging olahan?

Menurut WHO, daging merah adalah daging otot dari hewan mamalia, seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Daging olahan adalah daging yang diubah melalui pengasinan, pengawetan, fermentasi, pengasapan, atau proses lain untuk menambah rasa atau memperpanjang masa simpan. Contohnya sosis, ham, kornet, dendeng atau daging kering, serta daging kalengan. NHS menambahkan bahwa daging iris olahan dari ayam dan kalkun juga termasuk daging olahan.

Apa arti "penyebab kanker" dari WHO?

Badan riset kanker WHO (IARC) menggolongkan:

  • daging olahan sebagai Grup 1, artinya ada bukti meyakinkan bahwa daging olahan menyebabkan kanker kolorektal (usus besar dan rektum);
  • daging merah sebagai Grup 2A, artinya kemungkinan menyebabkan kanker. Buktinya terutama untuk kanker kolorektal, meski masih terbatas.

Hal yang sering disalahpahami: WHO menjelaskan bahwa penggolongan ini menunjukkan seberapa kuat buktinya, bukan seberapa besar risikonya. Ibaratnya, golongan ini seperti tingkat keyakinan hakim bahwa seseorang bersalah, bukan beratnya hukuman. Jadi, Grup 1 hanya berarti buktinya sudah meyakinkan; tidak berarti semua hal di grup itu sama berbahayanya.

Menurut WHO, risiko meningkat seiring banyaknya daging merah atau olahan yang dimakan. WHO juga mencatat bahwa asupan tinggi berkaitan dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Selain itu, NHS menyebut daging olahan sering tinggi garam, yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Berapa batas yang dianjurkan?

  • World Cancer Research Fund (WCRF) menganjurkan daging merah tidak lebih dari sekitar tiga porsi seminggu, setara 350 sampai 500 gram berat matang, dan daging olahan sesedikit mungkin.
  • NHS menyarankan orang yang makan lebih dari 90 gram daging merah atau olahan sehari untuk menguranginya menjadi rata-rata 70 gram sehari.

Daging tetap bermanfaat

Daging tidak harus dihindari sepenuhnya. NHS menyebut daging merupakan sumber protein, zat besi, seng, dan vitamin B, termasuk vitamin B12. Kuncinya adalah jenis, porsi, dan cara memasaknya.

Cara memilih dan memasak yang lebih sehat

NHS menyarankan:

  • memilih potongan tanpa lemak dan membuang lemak yang terlihat;
  • membuang kulit ayam sebelum dimasak;
  • memanggang daripada menggoreng, tanpa tambahan minyak;
  • mencampur daging dengan sayur dan kacang-kacangan dalam masakan berkuah atau kari, sehingga porsi dagingnya lebih sedikit.

Sumber protein lain seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan bisa menjadi variasi lauk.

Jangan salah paham

"Sosis ayam bukan daging olahan, jadi aman dimakan setiap hari." Belum tentu. NHS menyebut sosis dan daging iris olahan, termasuk yang terbuat dari ayam dan kalkun, tergolong daging olahan. Yang menentukan adalah proses pengolahannya, bukan jenis hewannya.

Peran keluarga

Bekal anak bisa diganti sesekali dengan telur dadar, ikan, atau tempe goreng tepung tipis. Untuk orang dewasa, jadikan rendang atau sate kambing sebagai hidangan sesekali, bukan menu harian. NHS juga menganjurkan memeriksakan diri bila muncul perubahan pola buang air besar yang tidak biasa, darah dalam tinja, atau berat badan turun tanpa sebab, karena kanker usus yang ditemukan lebih awal lebih mudah diobati.

Ingat 3 hal ini

  1. Daging olahan seperti sosis, kornet, dan dendeng sebaiknya dimakan sesedikit mungkin.
  2. Batasi daging merah sekitar tiga porsi seminggu dan pilih potongan tanpa lemak.
  3. Penggolongan kanker WHO menunjukkan kekuatan bukti, bukan besarnya risiko; yang penting adalah jumlah dan seberapa sering.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, terutama yang menyiapkan bekal dan menu harian, agar lauk daging tetap dinikmati dengan porsi yang aman.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Carcinogenicity of red and processed meat. Questions and answers. 23 September 2026.
  2. NHS. Meat in your diet. Page last reviewed 1 May 2024.
  3. World Cancer Research Fund. Limit consumption of red and processed meat. Cancer Prevention Recommendations.
  4. NHS. Symptoms of bowel cancer. Page last reviewed 4 September 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Darah dalam tinja, perubahan pola buang air besar yang menetap, atau berat badan turun tanpa sebab perlu diperiksakan ke dokter.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin