Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Dislipidemia

Otot Pegal Saat Minum Statin: Haruskah Obatnya Langsung Dihentikan?

Keluhan otot saat memakai statin perlu dinilai secara runtut; banyak pasien masih bisa memakai statin lain, dosis atau jadwal berbeda, atau obat nonstatin bila diperlukan.

Daftar isi bacaan
  1. Keluhan otot terkait statin memang ada
  2. Banyak hal lain bisa membuat otot pegal
  3. Haruskah statin dihentikan selamanya?
  4. Bagaimana kalau benar-benar tidak cocok dengan statin?
  5. Bagaimana dengan CoQ10?
  6. Yang bisa dilakukan mulai hari ini
  7. Jangan salah paham
  8. Kapan harus segera mencari bantuan?
  9. Ingat 3 hal ini
  10. Daftar Pustaka
  11. Bacaan terkait

Dua minggu setelah mulai minum statin, paha dan bahu terasa pegal. Reaksi yang sering muncul: "Berarti statinnya tidak cocok. Stop saja." Kadang saran itu datang dari kerabat yang pernah mengalami hal serupa.

Masalahnya, nyeri otot sangat umum terjadi, termasuk pada orang yang tidak minum statin sama sekali. Karena itu keluhan otot saat memakai statin perlu dinilai secara runtut, bukan langsung disimpulkan bahwa obatnya pasti penyebabnya.

Keluhan otot terkait statin memang ada

Istilah medisnya keluhan otot terkait statin (statin-associated muscle symptoms/SAMS). Bentuknya bisa pegal, nyeri, rasa berat, kram, atau otot terasa lemah.

Keluhan yang lebih mungkin berkaitan dengan statin biasanya baru muncul setelah obat dimulai atau dosisnya dinaikkan, terasa di kedua sisi tubuh secara simetris, dan sering mengenai otot-otot besar seperti paha, pinggul, bahu, atau lengan atas. Tetapi pola ini bukan aturan mutlak.

Yang penting: keluhan ini bisa terjadi dengan atau tanpa kenaikan enzim otot (creatine kinase/CK). Jadi CK yang normal tidak berarti keluhannya "cuma perasaan", tetapi CK juga tidak perlu diperiksa rutin pada setiap pasien tanpa keluhan berat.

Banyak hal lain bisa membuat otot pegal

Sebelum menyalahkan statin, dokter biasanya menilai penyebab lain: olahraga berat atau aktivitas baru, cedera, kelenjar tiroid yang kurang aktif, gangguan otot, kekurangan zat atau penyakit tertentu, obat lain yang berinteraksi dengan statin, serta kapan keluhan muncul dan hilang.

Beberapa obat dapat menaikkan kadar statin di dalam tubuh dan meningkatkan risiko efek samping. Karena itu daftar semua obat, jamu, dan suplemen yang Anda minum penting dibawa saat kontrol.

Haruskah statin dihentikan selamanya?

Biasanya tidak. Bila keluhannya cukup mengganggu, dokter bisa menghentikan obat sementara untuk melihat apakah keluhan membaik, lalu mencoba strategi lain:

  • statin jenis lain;
  • dosis lebih rendah;
  • jadwal minum yang berbeda, misalnya tidak setiap hari;
  • statin dosis yang masih bisa diterima tubuh, ditambah obat nonstatin.

Pedoman 2026 menekankan bahwa pada pasien berisiko tinggi, tujuan utamanya tetap menurunkan paparan partikel lemak pemicu plak. Jadi bila satu statin tidak cocok, pertanyaannya bukan "obat kolesterol dihentikan atau tidak", melainkan bagaimana tetap mendapat perlindungan dengan pengobatan yang bisa diterima tubuh.

Bagaimana kalau benar-benar tidak cocok dengan statin?

Saat ini ada beberapa obat nonstatin yang berbasis bukti. Ezetimibe dapat menurunkan LDL lebih lanjut. Antibodi penghambat PCSK9 dapat menurunkan LDL secara besar dan terbukti mengurangi kejadian jantung pada kelompok berisiko tinggi. Asam bempedoat juga memiliki data manfaat pada pasien yang tidak bisa memakai statin secara memadai.

Pilihan obat disesuaikan dengan risiko, target LDL, ketersediaan, biaya, dan kondisi pasien. Pada banyak orang, gabungan statin dosis yang masih bisa diterima dengan obat nonstatin lebih masuk akal daripada menyerah total pada pengobatan penurun kolesterol.

Bagaimana dengan CoQ10?

Suplemen CoQ10 sering dipromosikan untuk mencegah pegal karena statin. Namun pedoman ACC/AHA 2026 menyatakan pemakaian CoQ10 secara rutin tidak direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati keluhan otot yang dikaitkan dengan statin. Jangan menjadikan suplemen sebagai pengganti mencari penyebab keluhan.

Yang bisa dilakukan mulai hari ini

  1. Jangan menghentikan statin selamanya hanya karena satu kali pegal.
  2. Catat kapan keluhan mulai, bagian tubuh yang sakit, dan apakah di kedua sisi.
  3. Ingat-ingat apakah ada olahraga berat atau aktivitas baru sebelumnya.
  4. Bawa daftar semua obat dan suplemen saat kontrol.
  5. Tanyakan pilihan mencoba ulang, statin lain, dosis lain, atau obat nonstatin bila keluhan berulang.

Keluarga bisa membantu dengan ikut mencatat keluhan dan mengingatkan untuk menyampaikannya ke dokter, bukan menyarankan berhenti minum obat.

Jangan salah paham

"Pegal berarti otot saya pasti rusak." Tidak. Keluhan otot bisa muncul tanpa kerusakan otot yang berat.

"Sekali tidak cocok dengan satu statin, saya tidak boleh minum statin lagi." Tidak selalu. Banyak pasien masih cocok dengan statin lain atau cara minum yang berbeda.

Kapan harus segera mencari bantuan?

Kelemahan otot yang berat, nyeri otot hebat di seluruh tubuh, urin berwarna gelap seperti teh, demam, atau kondisi umum yang memburuk perlu dinilai segera. Kerusakan otot berat (rabdomiolisis) memang jarang, tetapi tidak boleh diabaikan.

Ingat 3 hal ini

  1. Keluhan otot saat memakai statin perlu dinilai, bukan langsung dianggap tidak cocok selamanya.
  2. Banyak pasien masih bisa memakai statin lain, dosis lain, atau gabungan dengan obat lain.
  3. Pada pasien berisiko tinggi, berhenti obat penurun LDL tanpa pengganti dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kalau ada keluarga yang berhenti minum statin sendiri karena ototnya pegal, bagikan bacaan ini. Tujuannya bukan memaksa menahan keluhan, melainkan mencari pengobatan yang bisa diterima tubuh tanpa kehilangan perlindungan jantung yang penting.

Daftar Pustaka

  1. ACC/AHA et al. 2026 Guideline on the Management of Dyslipidemia. JACC.
  2. ACC/AHA et al. 2026 Guideline on the Management of Dyslipidemia. Circulation.
  3. American College of Cardiology. Lipid Manager / Statin Intolerance resources.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Kelemahan otot berat, nyeri hebat di seluruh tubuh, urin gelap, demam, atau kondisi umum memburuk memerlukan evaluasi segera.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin