Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

HIV dan IMS umum

PrEP Bukan Obat Setelah Kejadian: Ini Pencegahan HIV Sebelum Paparan

PrEP adalah obat pencegahan HIV yang dipakai sebelum paparan oleh orang tanpa HIV; tersedia dalam bentuk minum dan suntik kerja panjang, tetapi tidak mencegah infeksi menular seksual lain atau kehamilan.

Daftar isi bacaan
  1. Siapa yang perlu mempertimbangkan PrEP?
  2. Apakah PrEP selalu berupa pil setiap hari?
  3. Kenapa harus tes HIV sebelum mulai?
  4. Apakah PrEP berarti kondom tidak perlu lagi?
  5. Apakah PrEP harus dipakai selamanya?
  6. Bagaimana bila baru saja terpapar?
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan seorang laki-laki muda yang sudah tiga kali dalam setahun datang ke klinik untuk minta PEP setelah berhubungan seksual berisiko. Setiap kali ia cemas berhari-hari. Ia belum pernah mendengar bahwa ada cara mencegah HIV sebelum paparan terjadi.

Namanya PrEP (pre-exposure prophylaxis), yaitu obat pencegahan HIV yang dipakai sebelum paparan. PrEP digunakan oleh orang yang tidak memiliki HIV untuk menurunkan risiko tertular bila ada kemungkinan paparan lewat hubungan seksual atau alat suntik.

Bila PEP ibarat pemadam kebakaran yang datang setelah api menyala, PrEP lebih mirip alat penyiram otomatis yang sudah siaga sebelum api muncul.

Siapa yang perlu mempertimbangkan PrEP?

PrEP bukan hanya untuk orang yang merasa dirinya "berisiko tinggi". CDC menganjurkan tenaga kesehatan memberi informasi tentang PrEP kepada semua pasien dewasa dan remaja yang aktif secara seksual, dan meresepkan PrEP kepada siapa pun yang memintanya, setelah dipastikan tidak memiliki HIV.

PrEP layak dipertimbangkan bila seseorang:

  • memiliki pasangan dengan HIV yang virusnya belum tertekan atau status pengobatannya tidak diketahui;
  • tidak selalu memakai kondom;
  • pernah mengalami infeksi menular seksual (IMS);
  • memiliki pasangan seksual baru atau lebih dari satu pasangan;
  • memakai alat suntik bersama;
  • atau merasa cemas akan kemungkinan paparan dan ingin perlindungan tambahan.

Tujuannya bukan memberi label pada gaya hidup seseorang, melainkan memberi pilihan pencegahan berdasarkan risiko nyata.

Apakah PrEP selalu berupa pil setiap hari?

Tidak lagi. Pil yang mengandung tenofovir sudah dipakai luas selama bertahun-tahun. Selain itu ada pilihan suntik kerja panjang. WHO menganjurkan suntikan kabotegravir kerja panjang, dan pada 2025 menambahkan suntikan lenakapavir dua kali setahun sebagai pilihan PrEP tambahan.

Namun ketersediaan setiap jenis berbeda antarnegara dan fasilitas. Pertanyaan praktisnya bukan "PrEP mana yang paling baru?", melainkan jenis mana yang tersedia, cocok secara medis, dan paling mungkin dipakai secara teratur oleh orang tersebut.

Kenapa harus tes HIV sebelum mulai?

Karena PrEP ditujukan untuk orang yang belum memiliki HIV. Bila seseorang ternyata sudah terinfeksi HIV tetapi belum terdiagnosis, obat PrEP saja tidak cukup untuk mengobati HIV dan dapat memicu virus menjadi kebal obat. Itulah sebabnya tes HIV wajib dilakukan sebelum memulai PrEP dan secara berkala selama pemakaian.

Riwayat paparan baru juga penting. Bila ada gejala infeksi HIV dini setelah paparan, seperti demam, ruam, sakit tenggorokan, pembesaran kelenjar, atau gejala mirip flu, dokter dapat memilih tes yang lebih peka sesuai keadaan.

Apakah PrEP berarti kondom tidak perlu lagi?

PrEP sangat efektif mencegah HIV, tetapi tidak mencegah sifilis, gonore, klamidia, herpes, HPV, atau kehamilan. Karena itu PrEP sebaiknya menjadi bagian dari pencegahan menyeluruh: kondom bila sesuai, pemeriksaan IMS berkala, vaksin Hepatitis B dan HPV bila dianjurkan, serta pemeriksaan dan pengobatan pasangan bila ditemukan IMS.

Apakah PrEP harus dipakai selamanya?

Tidak selalu. PrEP dipakai selama seseorang memiliki kemungkinan paparan. Bila keadaannya berubah dan risikonya menjadi sangat rendah, PrEP dapat dihentikan dengan perencanaan yang benar. Cara memulai, waktu sampai perlindungan tercapai, dan cara berhenti berbeda menurut jenisnya. Jangan memulai atau menghentikan sendiri tanpa panduan, terutama pada obat yang juga bekerja terhadap Hepatitis B.

Bagaimana bila baru saja terpapar?

Bila paparan sudah terjadi dalam 72 jam terakhir, jangan menunggu PrEP; segera periksakan untuk kemungkinan PEP. Setelah PEP selesai, orang dengan kemungkinan paparan berulang dapat langsung beralih ke PrEP dengan tes HIV yang sesuai.

Peran keluarga

Bila anggota keluarga, misalnya anak yang sudah dewasa, membicarakan PrEP, dengarkan tanpa menghakimi. Keterbukaan seperti ini justru tanda ia peduli pada kesehatannya. Bagi pasangan yang salah satunya hidup dengan HIV, PrEP dapat menjadi perlindungan tambahan sambil virus pada pasangan ditekan dengan obat. Dukung jadwal tes dan kontrolnya, dan jaga kerahasiaannya.

Ingat 3 hal ini

  1. PrEP adalah pencegahan HIV sebelum paparan untuk orang yang tidak memiliki HIV.
  2. Pilihan PrEP kini mencakup obat minum dan suntik kerja panjang, dengan ketersediaan yang berbeda-beda.
  3. PrEP tidak mencegah IMS lain atau kehamilan, sehingga tetap perlu langkah kesehatan seksual yang lengkap.

Kalau ada seseorang yang sering cemas setiap kali selesai berhubungan seksual dan selalu baru mencari PEP setelah kejadian, bagikan bacaan ini. Mungkin yang ia butuhkan bukan langkah darurat berulang, melainkan pencegahan sebelum paparan.

Daftar Pustaka

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Guidance for PrEP. Updated April 2026.
  2. World Health Organization. Guidelines on Lenacapavir for HIV Prevention and Testing Strategies for Long-acting Injectable Pre-exposure Prophylaxis. Geneva: WHO; 2025.
  3. World Health Organization. HIV and AIDS Fact Sheet.
  4. World Health Organization. Pre-exposure Prophylaxis (PrEP) for HIV Prevention.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Gejala yang mengarah ke infeksi HIV dini setelah paparan baru harus diperiksakan sebelum memulai atau melanjutkan PrEP.
  • Paparan berisiko dalam 72 jam terakhir memerlukan penilaian PEP segera, bukan menunggu PrEP.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin