Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Dengue

Saat Dengue Harus Banyak Minum, tapi Bukan Berarti Semakin Banyak Cairan Selalu Semakin Baik

Pada dengue tanpa tanda bahaya, minum yang cukup dan pemantauan buang air kecil sangat penting; bila pasien tidak mampu minum atau mengalami kebocoran plasma, kebutuhan cairan harus dinilai dokter karena kekurangan maupun kelebihan cairan sama-sama berbahaya.

Daftar isi bacaan
  1. Kenapa cairan begitu penting pada dengue?
  2. Kalau masih bisa minum, cairan lewat mulut sangat penting
  3. Petunjuk sederhana: buang air kecil
  4. Kapan cairan infus diperlukan?
  5. Obat demam juga perlu tepat
  6. Kapan minum di rumah sudah tidak cukup?
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan seorang remaja yang sedang dengue dipaksa menghabiskan gelas demi gelas air sampai mual dan muntah. Di ranjang sebelah, keluarga pasien lain meminta perawat mempercepat tetesan infus karena merasa "lebih banyak pasti lebih aman".

"Dengue harus banyak minum" memang benar, tetapi sering diterjemahkan terlalu sederhana. Pada dengue, tujuan pemberian cairan bukan membuat tubuh "kebanjiran". Tujuannya adalah menjaga sirkulasi dan kecukupan cairan selama fase penyakit yang terus berubah. Kekurangan cairan berbahaya, tetapi kelebihan cairan juga bisa berbahaya.

Kenapa cairan begitu penting pada dengue?

Saat demam tinggi, tubuh kehilangan cairan lewat keringat, sementara asupan sering turun karena mual atau tidak nafsu makan.

Pada sebagian pasien, masalahnya lebih serius ketika pembuluh darah kecil menjadi "bocor". Bagian cair dari darah keluar ke jaringan, sehingga cairan yang benar-benar beredar di pembuluh berkurang walaupun total cairan tubuh masih ada. Bila kebocorannya cukup berat, tekanan darah dan aliran darah ke organ dapat terganggu.

Itulah sebabnya dokter memperhatikan minum, kencing, tekanan darah, nadi, hangat-dinginnya tangan dan kaki, hematokrit, serta tanda bahaya.

Kalau masih bisa minum, cairan lewat mulut sangat penting

WHO Asia Tenggara menekankan pemberian minum yang sering pada pasien yang masih mampu minum. Bila mual, jangan paksakan satu gelas besar sekaligus. Berikan sedikit tetapi sering.

Cairannya tidak harus satu jenis. Air, oralit, sup, dan cairan lain yang mengandung garam mineral (elektrolit) dapat dipakai sesuai kondisi dan anjuran tenaga kesehatan. Elektrolit penting karena saat demam, muntah, dan asupan turun, tubuh tidak hanya kehilangan air, tetapi juga garam-garam penting.

Namun ini bukan lomba menghabiskan liter. Kebutuhan orang dewasa bertubuh kecil, lansia, anak, penderita gagal jantung atau penyakit ginjal, dan pasien dengan kebocoran plasma berat tidak sama. Target cairan harus disesuaikan.

Petunjuk sederhana: buang air kecil

Jumlah kencing memberi petunjuk apakah ginjal mendapat aliran darah yang cukup dan apakah cairan tubuh secara umum memadai. WHO menganjurkan pemantauan jumlah minum dan kencing pada pasien yang dirawat di rumah.

Bila pasien yang tadinya kencing teratur mulai sangat jarang berkemih, terutama disertai lemas, tangan dingin, pusing, gelisah, atau kesadaran menurun, jangan hanya menyuruh minum lebih banyak di rumah. Itu saatnya pasien dinilai.

Kapan cairan infus diperlukan?

CDC menganjurkan cairan infus bila asupan lewat mulut tidak cukup atau kondisi memburuk. Pada dengue dengan tanda bahaya atau syok, cairan infus bisa menyelamatkan nyawa. Tetapi jumlah dan kecepatannya harus disesuaikan dengan respons pasien.

Di sinilah dengue berbeda dari anggapan "kalau kurang cairan, tambah saja infus sebanyak mungkin". Saat fase kebocoran berakhir, dinding pembuluh darah mulai pulih dan cairan yang tadinya keluar ke jaringan masuk kembali ke sirkulasi. Bila pada saat itu infus masih diberikan berlebihan, isi pembuluh darah bisa terlalu penuh. Akibatnya muncul bengkak, sesak, atau kelebihan cairan (fluid overload). Karena itu CDC menekankan cairan infus diturunkan bertahap saat kondisi membaik.

Obat demam juga perlu tepat

Untuk nyeri atau demam pada dengue, WHO menganjurkan parasetamol. Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Kapan minum di rumah sudah tidak cukup?

Cari pertolongan bila pasien muntah terus, tidak mampu menahan cairan, nyeri perut hebat, kencing sangat berkurang, ada perdarahan, tangan dan kaki dingin, gelisah atau sangat mengantuk, napas cepat, pingsan, atau kondisinya memburuk sekitar saat demam turun. Jangan menunggu sampai pasien tidak bisa berdiri.

Peran keluarga

Siapkan botol atau gelas berukuran jelas di samping pasien, lalu catat berapa yang diminum dan jam berapa ia buang air kecil. Tawarkan minum setiap jam dalam tegukan kecil, terutama bila pasien mual. Jangan memaksa sampai muntah, dan jangan mengatur sendiri tetesan infus di rumah sakit. Bila pasien dirawat, sampaikan kepada perawat bila muncul bengkak di kelopak mata, perut membesar, atau napas terasa berat.

Ingat 3 hal ini

  1. Pada dengue ringan, minum yang cukup dan sering sangat penting.
  2. Pantau kemampuan minum dan buang air kecil; keduanya lebih berguna daripada sekadar menghitung gelas.
  3. Infus bukan "semakin banyak semakin baik"; cairan harus disesuaikan agar tidak kurang dan tidak berlebih.

Kalau ada keluarga yang sedang merawat pasien dengue, bagikan bacaan ini. Pesan terpentingnya bukan "minum sebanyak mungkin", melainkan cairan yang cukup, dipantau, dan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Daftar Pustaka

  1. WHO Regional Office for South-East Asia. Dengue Case Management for Primary Health Care and Home-based Care. 2025.
  2. World Health Organization. WHO Guidelines for Clinical Management of Arboviral Diseases: Dengue, Chikungunya, Zika and Yellow Fever. 2025.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Care of Dengue.
  4. World Health Organization Indonesia. Lembar Fakta Dengue dan Dengue Berat.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Muntah terus-menerus, tidak mampu minum, kencing sangat berkurang, tangan kaki dingin, gelisah atau sangat mengantuk, napas cepat, atau pingsan.
  • Sesak atau bengkak yang muncul selama pemberian cairan dapat mengarah pada kelebihan cairan dan perlu penilaian medis.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin