Daftar isi bacaan
- Bagaimana plak di leher bisa menyebabkan stroke?
- Bagaimana karotis diperiksa?
- Kalau ada penyempitan, apakah harus operasi?
- Apa itu operasi pengangkatan plak karotis?
- Bagaimana dengan pemasangan stent karotis?
- Kalau sudah tersumbat 100%, apakah harus dibuka?
- Kenapa waktu penting?
- Peran keluarga
- Yang bisa dilakukan mulai hari ini
- Jangan salah paham
- Ingat 3 hal ini
- Daftar Pustaka
- Bacaan terkait
Bayangkan seseorang baru pulih dari serangan iskemik sesaat (TIA) atau stroke ringan. Obat sudah diresepkan, dan keluarga merasa lega. Tetapi ada satu pertanyaan yang sering terlewat: gumpalannya berasal dari mana?
Jawaban pertanyaan itu menentukan cara terbaik mencegah stroke berikutnya. Salah satu sumber yang perlu dicari adalah arteri karotis, pembuluh darah besar di kiri dan kanan leher yang membawa darah ke otak. Bila arteri ini menyempit karena tumpukan plak (aterosklerosis), risiko stroke meningkat. Kabar baiknya, pada pasien tertentu ini adalah penyebab yang bisa ditindak secara langsung.
Bagaimana plak di leher bisa menyebabkan stroke?
Plak membuat rongga pembuluh darah menyempit. Tetapi penyempitan bukan satu-satunya masalah. Permukaan plak bisa tidak stabil, sehingga serpihan plak atau gumpalan yang terbentuk di atasnya terlepas, terbawa aliran darah, lalu menyumbat pembuluh darah di otak.
Itulah sebabnya seseorang bisa mengalami TIA berulang atau stroke walaupun karotisnya belum tertutup sepenuhnya.
Bagaimana karotis diperiksa?
Beberapa pemeriksaan yang bisa dipakai:
- USG Doppler pembuluh leher (carotid duplex ultrasound), tanpa jarum dan tanpa radiasi;
- CT angiografi (CTA);
- MR angiografi (MRA);
- pada situasi tertentu, pemeriksaan pembuluh darah dengan kateter (angiografi invasif).
Pemeriksaan ini menilai lokasi dan derajat penyempitan. Yang tidak kalah penting adalah apakah penyempitan itu cocok dengan gejala pasien. Penyempitan di sisi yang sesuai dengan TIA atau stroke yang dialami disebut penyempitan karotis bergejala (symptomatic carotid stenosis).
Kalau ada penyempitan, apakah harus operasi?
Tidak selalu. Banyak penyempitan ringan atau sedang ditangani dengan pengobatan intensif tanpa tindakan:
- obat antiplatelet yang sesuai;
- statin dan pengendalian kolesterol;
- pengendalian tekanan darah dan gula darah;
- berhenti merokok;
- perbaikan pola makan dan aktivitas fisik.
Tindakan terutama dibahas pada penyempitan berat yang bergejala. Pedoman AHA/ASA 2021 merekomendasikan tindakan membuka penyempitan pada pasien dengan TIA atau stroke yang tidak menimbulkan cacat berat, penyempitan berat (70–99%) di sisi yang sama, dan risiko tindakan yang dapat diterima. Bila tindakan memang diperlukan, pedoman menilai wajar melakukannya dalam sekitar 2 minggu setelah kejadian, selama tidak ada halangan.
Apa itu operasi pengangkatan plak karotis?
Operasi ini disebut carotid endarterectomy (CEA). Dokter membuat sayatan kecil di leher, membuka bagian arteri yang menyempit, mengangkat plaknya, lalu menutup kembali pembuluh dan menjahit kulit. Menurut American Stroke Association, operasi biasanya berlangsung sekitar 1–2 jam dengan bius umum atau bius lokal disertai obat penenang, dan pasien umumnya dirawat 1–2 hari. Leher bisa terasa nyeri dan memar selama beberapa hari.
Ini bukan operasi otak. Tindakannya dilakukan pada pembuluh darah di leher, dan tujuannya mengurangi risiko gumpalan terlepas ke otak.
Bagaimana dengan pemasangan stent karotis?
Pemasangan stent karotis (carotid artery stenting) memakai selang kecil (kateter) yang dimasukkan lewat pembuluh darah untuk membuka area yang menyempit dengan ring logam (stent). Pada sebagian pasien stenting lebih sesuai, sedangkan pada pasien lain CEA memberi keseimbangan manfaat dan risiko yang lebih baik. Pedoman AHA/ASA, misalnya, menilai CEA lebih layak dipilih pada pasien bergejala berusia di atas 70 tahun.
Pilihannya bergantung pada usia, bentuk dan lokasi penyempitan, riwayat operasi atau radiasi di leher, penyakit jantung atau paru, serta pengalaman pusat yang melakukannya. Jadi pertanyaannya bukan "mana yang lebih modern?", melainkan "mana yang paling aman dan efektif untuk pasien ini?"
Kalau sudah tersumbat 100%, apakah harus dibuka?
Tidak otomatis. Arteri yang sudah tersumbat total dalam waktu lama ditangani berbeda dari penyempitan berat yang masih menyisakan rongga. Membuka pembuluh yang sudah tertutup total tidak otomatis bermanfaat dan bisa membawa risiko. Karena itu angka persentase tidak boleh dibaca tanpa konteks.
Kenapa waktu penting?
Risiko stroke berulang akibat plak yang tidak stabil paling tinggi pada masa awal setelah TIA atau stroke. Karena itu pemeriksaan karotis sebaiknya tidak ditunda berbulan-bulan bila memang dicurigai sebagai penyebab. Namun tindakan juga tidak dilakukan terburu-buru: luas kerusakan otak, ada tidaknya perdarahan, kondisi saraf, dan risiko tindakan semuanya ikut dinilai.
Peran keluarga
Keluarga bisa membantu memastikan jadwal pemeriksaan pembuluh leher tidak tertunda, mencatat hasil dan pertanyaan untuk dokter, dan mendampingi saat pilihan tindakan didiskusikan. Setelah tindakan, keluarga juga berperan menjaga agar obat tetap diminum, karena prosedur hanya membersihkan satu titik, bukan seluruh pembuluh darah tubuh.
Yang bisa dilakukan mulai hari ini
- Setelah TIA atau stroke, tanyakan apakah pembuluh karotis sudah diperiksa.
- Bila ada penyempitan, tanyakan derajatnya dan sisi mana yang terkena.
- Tanyakan apakah penyempitan itu benar-benar berkaitan dengan stroke yang terjadi.
- Bila berat dan bergejala, diskusikan pilihan CEA atau stenting serta waktunya.
- Tetap lanjutkan pengendalian faktor risiko setelah tindakan.
Jangan salah paham
"Ada plak berarti pasti harus operasi." Tidak. Banyak pasien cukup dengan pengobatan intensif.
"Kalau sudah operasi, obat kolesterol tidak perlu lagi." Salah. Aterosklerosis adalah penyakit seluruh pembuluh darah, bukan hanya di leher.
Ingat 3 hal ini
- Penyempitan karotis adalah salah satu penyebab stroke yang bisa ditindak.
- Tidak semua penyempitan perlu tindakan.
- Pada penyempitan berat yang bergejala, pemeriksaan dan keputusan terapi tidak boleh terlalu lambat.
Kalau ada keluarga yang baru mengalami TIA atau stroke, bagikan bacaan ini. Menemukan penyebab yang bisa diperbaiki adalah salah satu peluang terbesar untuk mencegah stroke kedua, dan pada penyempitan karotis, waktu pemeriksaan ikut menentukan manfaatnya.
Daftar Pustaka
- Kleindorfer DO, et al. 2021 Guideline for the Prevention of Stroke in Patients With Stroke and Transient Ischemic Attack. Stroke. 2021.
- American Stroke Association. Let's Talk About Carotid Endarterectomy.
- American Stroke Association. Secondary Stroke Prevention Checklist.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Gejala saraf baru atau berulang setelah TIA atau stroke harus diperlakukan sebagai keadaan darurat, termasuk saat pemeriksaan karotis masih berlangsung.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
