Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Anak Bisa Tenggelam Saat Kita Lengah Sebentar: Cara Mencegahnya di Rumah, Kolam, dan Sungai

Menurut WHO, tenggelam termasuk penyebab kematian utama pada anak usia 1 sampai 14 tahun dan risikonya meningkat saat anak berada di dekat air tanpa pengawasan aktif, sehingga pencegahan terbaik adalah pengawasan dekat tanpa ponsel, menutup sumur dan membatasi akses ke kolam atau sumber air, mengajarkan keterampilan berenang dan keselamatan air, memakai jaket pelampung di perairan terbuka, dan menolong tanpa membahayakan diri sendiri.

Daftar isi bacaan
  1. Seberapa besar risikonya
  2. Bahaya ada di dekat kita
  3. Pengawasan yang benar
  4. Langkah pencegahan lain
  5. Jangan salah paham
  6. Cara menolong dengan aman
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan sebuah keluarga yang berlibur ke vila dengan kolam renang. Orang dewasa mengobrol di teras sambil sesekali melihat ponsel. Tidak ada yang sadar ketika seorang balita berjalan sendirian ke tepi kolam. Beberapa menit kemudian, suasana liburan berubah menjadi kepanikan.

Kejadian seperti ini bisa dicegah, asalkan kita tahu di mana celah bahayanya.

Seberapa besar risikonya

Menurut WHO:

  • sekitar 300.000 orang meninggal karena tenggelam setiap tahun;
  • anak di bawah 5 tahun mencakup hampir seperempatnya;
  • tenggelam adalah penyebab kematian keempat pada anak usia 1 sampai 4 tahun dan ketiga pada usia 5 sampai 14 tahun;
  • lebih dari separuh kematian terjadi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

WHO menjelaskan, anak kecil belum mampu menilai bahaya dan belum memiliki keterampilan di air. Risikonya meningkat ketika anak berada di dekat air tanpa pengawasan aktif orang dewasa. WHO juga mencatat angka kematian akibat tenggelam pada laki-laki lebih dari dua kali lipat perempuan, antara lain karena lebih sering berenang sendirian atau minum alkohol sebelum berenang.

Bahaya ada di dekat kita

Bukan hanya laut. WHO menyebut paparan sehari-hari seperti kolam, sungai, danau, dan sumur terbuka. CDC juga menyebut bak mandi sebagai tempat yang perlu diawasi. WHO mencatat tenggelam menyumbang 75% kematian saat banjir, dan perahu yang penuh sesak tanpa alat keselamatan juga meningkatkan risiko.

Pengawasan yang benar

Menurut CDC dan Kemenkes:

  • tunjuk satu orang dewasa sebagai penjaga yang mengawasi dekat dan terus-menerus;
  • anak kecil berada dalam jangkauan tangan;
  • penjaga tidak memakai ponsel, membaca, atau minum alkohol saat bertugas.

Langkah pencegahan lain

Menurut WHO, CDC, dan Kemenkes:

  • tutup sumur dan batasi akses anak ke kolam atau sumber air lain dengan pagar atau penghalang;
  • untuk balita, gunakan penghalang pintu atau boks bermain;
  • ajarkan anak usia sekolah keterampilan dasar berenang dan keselamatan air;
  • pakaikan jaket pelampung saat di sungai, laut, danau, atau naik perahu;
  • kenali kondisi air seperti arus, kedalaman, dan suhu, serta hindari alkohol sebelum atau saat berenang;
  • bagi keluarga yang tinggal atau bekerja dekat air, penitipan anak prasekolah yang diawasi menurut WHO dapat menurunkan risiko tenggelam.

Jangan salah paham

"Anak sudah bisa berenang, jadi aman." CDC menegaskan, les renang memang mengurangi risiko, tetapi anak tetap perlu diawasi.

"Cuma sebentar, kok." Menurut WHO, risiko justru meningkat saat pengawasan tidak aktif.

Cara menolong dengan aman

Menurut Kemenkes:

  1. Pastikan keselamatan diri. Jangan masuk ke air bila tidak bisa berenang atau kondisinya berbahaya.
  2. Berteriak minta tolong, dan minta orang lain menelepon layanan darurat.
  3. Gunakan alat pelampung untuk meraih korban.
  4. Setelah di darat, periksa napasnya. Bila tidak bernapas, lakukan resusitasi bila Anda terlatih.
  5. Selimuti korban agar tidak kedinginan, lalu serahkan kepada petugas medis.

Menurut Kemenkes, tenggelam dapat menyebabkan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen dan radang paru, sehingga korban tetap perlu diperiksa.

Peran keluarga

Saat berkumpul di dekat air, sepakati siapa penjaga anak dan bergantianlah. CDC juga menyebut keterampilan resusitasi dapat menyelamatkan nyawa sebelum petugas tiba, jadi pertimbangkan untuk mempelajarinya.

Ingat 3 hal ini

  1. Anak di dekat air harus diawasi dekat, terus-menerus, dan tanpa ponsel.
  2. Bisa berenang bukan berarti aman; tetap awasi dan pakai jaket pelampung di perairan terbuka.
  3. Tutup sumur dan pagari kolam; jangan menolong dengan cara yang membahayakan diri.

Bagikan bacaan ini kepada orang tua, pengasuh, guru, dan keluarga yang akan berlibur ke kolam, pantai, atau sungai.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Drowning. Fact sheet, 1 Mei 2026.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Preventing drowning. Ditinjau 29 September 2025.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Tenggelam. Ayo Sehat, diakses 7 Oktober 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Anak yang ditemukan di dalam air dan tidak sadar, tidak bernapas, atau sulit bernapas adalah keadaan darurat: berteriak minta tolong, panggil layanan darurat, dan lakukan resusitasi bila terlatih; korban yang sempat tenggelam tetap perlu diperiksa tenaga kesehatan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Membonceng Anak Naik Motor? Helm yang Benar, Kecepatan Terkendali, dan Anak di Bawah Umur Jangan Dulu Mengendarai

Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian utama pada usia 5 sampai 29 tahun dan kecelakaan sepeda motor menjadi penyebab cedera terbanyak di Indonesia, padahal helm yang dipakai dengan benar dapat menurunkan risiko kematian lebih dari 6 kali, sehingga keluarga perlu memakaikan helm pada setiap pengendara dan penumpang termasuk anak, mengendalikan kecepatan, tidak memakai ponsel saat berkendara, dan tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai motor.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Tersedak Bisa Merenggut Napas dalam Hitungan Menit: Cara Menolong Bayi, Anak, dan Orang Dewasa

Bila orang yang tersedak masih bisa batuk keras dan bersuara, dorong ia terus batuk; bila batuknya tidak bersuara, sulit bernapas, atau membiru, lakukan tepukan punggung lalu hentakan dada pada bayi atau hentakan perut pada anak di atas 1 tahun dan orang dewasa, minta bantuan darurat bila sumbatan tidak keluar atau korban tidak sadar, dan tetap periksakan ke dokter setelahnya.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Anak Menelan Cairan Pembersih atau Obat Orang Tua? Jangan Dipaksa Muntah, Segera Cari Pertolongan

Bila anak atau anggota keluarga diduga menelan, menyentuh, atau menghirup zat berbahaya seperti obat, cairan pembersih, atau pestisida, segera cari pertolongan medis walau belum ada gejala, jangan memaksa muntah dan jangan memberi makan atau minum, bawa kemasan zatnya, dan cegah kejadian dengan menyimpan obat serta bahan kimia di tempat terkunci dalam wadah aslinya, bukan di botol minuman.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin