Daftar isi bacaan
Bayangkan sebuah keluarga yang berlibur ke vila dengan kolam renang. Orang dewasa mengobrol di teras sambil sesekali melihat ponsel. Tidak ada yang sadar ketika seorang balita berjalan sendirian ke tepi kolam. Beberapa menit kemudian, suasana liburan berubah menjadi kepanikan.
Kejadian seperti ini bisa dicegah, asalkan kita tahu di mana celah bahayanya.
Seberapa besar risikonya
Menurut WHO:
- sekitar 300.000 orang meninggal karena tenggelam setiap tahun;
- anak di bawah 5 tahun mencakup hampir seperempatnya;
- tenggelam adalah penyebab kematian keempat pada anak usia 1 sampai 4 tahun dan ketiga pada usia 5 sampai 14 tahun;
- lebih dari separuh kematian terjadi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.
WHO menjelaskan, anak kecil belum mampu menilai bahaya dan belum memiliki keterampilan di air. Risikonya meningkat ketika anak berada di dekat air tanpa pengawasan aktif orang dewasa. WHO juga mencatat angka kematian akibat tenggelam pada laki-laki lebih dari dua kali lipat perempuan, antara lain karena lebih sering berenang sendirian atau minum alkohol sebelum berenang.
Bahaya ada di dekat kita
Bukan hanya laut. WHO menyebut paparan sehari-hari seperti kolam, sungai, danau, dan sumur terbuka. CDC juga menyebut bak mandi sebagai tempat yang perlu diawasi. WHO mencatat tenggelam menyumbang 75% kematian saat banjir, dan perahu yang penuh sesak tanpa alat keselamatan juga meningkatkan risiko.
Pengawasan yang benar
Menurut CDC dan Kemenkes:
- tunjuk satu orang dewasa sebagai penjaga yang mengawasi dekat dan terus-menerus;
- anak kecil berada dalam jangkauan tangan;
- penjaga tidak memakai ponsel, membaca, atau minum alkohol saat bertugas.
Langkah pencegahan lain
Menurut WHO, CDC, dan Kemenkes:
- tutup sumur dan batasi akses anak ke kolam atau sumber air lain dengan pagar atau penghalang;
- untuk balita, gunakan penghalang pintu atau boks bermain;
- ajarkan anak usia sekolah keterampilan dasar berenang dan keselamatan air;
- pakaikan jaket pelampung saat di sungai, laut, danau, atau naik perahu;
- kenali kondisi air seperti arus, kedalaman, dan suhu, serta hindari alkohol sebelum atau saat berenang;
- bagi keluarga yang tinggal atau bekerja dekat air, penitipan anak prasekolah yang diawasi menurut WHO dapat menurunkan risiko tenggelam.
Jangan salah paham
"Anak sudah bisa berenang, jadi aman." CDC menegaskan, les renang memang mengurangi risiko, tetapi anak tetap perlu diawasi.
"Cuma sebentar, kok." Menurut WHO, risiko justru meningkat saat pengawasan tidak aktif.
Cara menolong dengan aman
Menurut Kemenkes:
- Pastikan keselamatan diri. Jangan masuk ke air bila tidak bisa berenang atau kondisinya berbahaya.
- Berteriak minta tolong, dan minta orang lain menelepon layanan darurat.
- Gunakan alat pelampung untuk meraih korban.
- Setelah di darat, periksa napasnya. Bila tidak bernapas, lakukan resusitasi bila Anda terlatih.
- Selimuti korban agar tidak kedinginan, lalu serahkan kepada petugas medis.
Menurut Kemenkes, tenggelam dapat menyebabkan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen dan radang paru, sehingga korban tetap perlu diperiksa.
Peran keluarga
Saat berkumpul di dekat air, sepakati siapa penjaga anak dan bergantianlah. CDC juga menyebut keterampilan resusitasi dapat menyelamatkan nyawa sebelum petugas tiba, jadi pertimbangkan untuk mempelajarinya.
Ingat 3 hal ini
- Anak di dekat air harus diawasi dekat, terus-menerus, dan tanpa ponsel.
- Bisa berenang bukan berarti aman; tetap awasi dan pakai jaket pelampung di perairan terbuka.
- Tutup sumur dan pagari kolam; jangan menolong dengan cara yang membahayakan diri.
Bagikan bacaan ini kepada orang tua, pengasuh, guru, dan keluarga yang akan berlibur ke kolam, pantai, atau sungai.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Drowning. Fact sheet, 1 Mei 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. Preventing drowning. Ditinjau 29 September 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Tenggelam. Ayo Sehat, diakses 7 Oktober 2026.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Anak yang ditemukan di dalam air dan tidak sadar, tidak bernapas, atau sulit bernapas adalah keadaan darurat: berteriak minta tolong, panggil layanan darurat, dan lakukan resusitasi bila terlatih; korban yang sempat tenggelam tetap perlu diperiksa tenaga kesehatan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
