Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Membonceng Anak Naik Motor? Helm yang Benar, Kecepatan Terkendali, dan Anak di Bawah Umur Jangan Dulu Mengendarai

Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian utama pada usia 5 sampai 29 tahun dan kecelakaan sepeda motor menjadi penyebab cedera terbanyak di Indonesia, padahal helm yang dipakai dengan benar dapat menurunkan risiko kematian lebih dari 6 kali, sehingga keluarga perlu memakaikan helm pada setiap pengendara dan penumpang termasuk anak, mengendalikan kecepatan, tidak memakai ponsel saat berkendara, dan tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai motor.

Daftar isi bacaan
  1. Risiko yang sering diremehkan
  2. Helm: pelindung kepala yang terbukti
  3. Tiga musuh di jalan
  4. Bila naik mobil
  5. Anak di bawah umur belum siap mengendarai
  6. Jangan salah paham
  7. Bila terjadi kecelakaan
  8. Peran keluarga
  9. Ingat 3 hal ini
  10. Daftar Pustaka
  11. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ayah yang setiap pagi mengantar dua anaknya ke sekolah dengan sepeda motor. Ia memakai helm, tetapi kedua anaknya tidak, karena "sekolahnya dekat". Sementara itu, kakak mereka yang baru kelas 8 sudah biasa mengendarai motor sendiri ke tempat les.

Pemandangan seperti ini terasa biasa. Padahal, risikonya tidak biasa.

Risiko yang sering diremehkan

Menurut WHO, kecelakaan lalu lintas menewaskan sekitar 1,16 juta orang setiap tahun dan merupakan penyebab kematian utama pada usia 5 sampai 29 tahun. Lebih dari separuh korbannya adalah pengguna jalan yang rentan, termasuk pengendara sepeda motor. Puluhan juta lainnya mengalami cedera, dan banyak yang menjadi cacat.

Di Indonesia, analisis Riskesdas 2018 menunjukkan kecelakaan sepeda motor adalah penyebab utama cedera (40,6%). Namun, hanya 44,4% penduduk berusia 5 tahun ke atas yang berperilaku baik dalam memakai helm.

Helm: pelindung kepala yang terbukti

Menurut WHO, helm yang dipakai dengan benar dapat menurunkan risiko kematian lebih dari 6 kali dan risiko cedera otak hingga 74%. Analisis Riskesdas 2018 juga menemukan risiko cedera kepala lebih tinggi pada orang yang tidak memakai helm.

Artinya, helm perlu dipakai setiap pengendara dan penumpang, termasuk anak, dengan ukuran yang pas dan tali yang terkunci.

Tiga musuh di jalan

Menurut WHO:

  • Kecepatan: setiap kenaikan 1% kecepatan rata-rata meningkatkan risiko kecelakaan fatal sebesar 4%.
  • Ponsel: pengendara yang memakai ponsel sekitar 4 kali lebih mungkin mengalami kecelakaan. Telepon tanpa dipegang pun tidak jauh lebih aman.
  • Alkohol: risiko kecelakaan meningkat bahkan pada kadar alkohol yang rendah.

Bila naik mobil

Kemenkes juga menganjurkan sabuk pengaman di mobil. Menurut WHO, sabuk pengaman dapat menurunkan risiko kematian penumpang hingga 50%, dan kursi pengaman anak dapat menurunkan kematian bayi hingga 71%.

Anak di bawah umur belum siap mengendarai

Menurut Kemenkes, anak usia 10 sampai 15 tahun tercatat ikut terlibat sebagai pengendara dalam kecelakaan. Menteri Kesehatan menegaskan, anak di bawah umur belum stabil secara emosional dan belum mampu mengimbangi sepeda motor yang dikendarainya. Anak juga berisiko karena pengalaman dan keterampilannya di jalan masih terbatas.

Jangan salah paham

"Dekat saja, tidak usah helm." Kecelakaan bisa terjadi di jalan mana pun. Manfaat helm berlaku setiap kali berkendara.

"Anak saya sudah lancar naik motor." Lancar mengendalikan motor tidak sama dengan siap menghadapi lalu lintas. Kemenkes mengingatkan, anak di bawah umur belum mampu mengimbangi kendaraannya.

"Pakai penyuara telinga, jadi aman menelepon." WHO menyebut telepon tanpa dipegang tidak jauh lebih aman dibanding memegang ponsel.

Bila terjadi kecelakaan

WHO menegaskan, pertolongan setelah kecelakaan sangat bergantung pada waktu; penundaan beberapa menit dapat menentukan keselamatan. Segera minta bantuan medis.

Peran keluarga

Kemenkes menganjurkan orang tua mengawasi anak di jalan, membuat anak mudah terlihat, dan mengajarkan bahwa jalan raya bukan tempat bermain. Jadikan helm untuk semua anggota keluarga sebagai aturan rumah, bukan pilihan.

Ingat 3 hal ini

  1. Semua pengendara dan penumpang, termasuk anak, memakai helm yang pas dan terkunci.
  2. Kendalikan kecepatan, jauhkan ponsel, dan jangan berkendara setelah minum alkohol.
  3. Anak di bawah umur jangan dulu mengendarai sepeda motor.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga yang setiap hari naik motor, terutama yang mengantar anak ke sekolah.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Road traffic injuries. Fact sheet, 20 Juli 2026.
  2. Health Science Journal of Indonesia. Helmet use behavior and its relation to head injury of road traffic accident in Indonesia (Basic Health Research, 2018). Vol. 12 No. 1, 28 Juni 2021.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Lindungi jiwa anak dengan jaga keselamatan jalan. Siaran pers, 25 Oktober 2015.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Setelah kecelakaan, segera minta bantuan medis, karena menurut WHO penundaan beberapa menit dapat menentukan keselamatan korban.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Anak Bisa Tenggelam Saat Kita Lengah Sebentar: Cara Mencegahnya di Rumah, Kolam, dan Sungai

Menurut WHO, tenggelam termasuk penyebab kematian utama pada anak usia 1 sampai 14 tahun dan risikonya meningkat saat anak berada di dekat air tanpa pengawasan aktif, sehingga pencegahan terbaik adalah pengawasan dekat tanpa ponsel, menutup sumur dan membatasi akses ke kolam atau sumber air, mengajarkan keterampilan berenang dan keselamatan air, memakai jaket pelampung di perairan terbuka, dan menolong tanpa membahayakan diri sendiri.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Tersedak Bisa Merenggut Napas dalam Hitungan Menit: Cara Menolong Bayi, Anak, dan Orang Dewasa

Bila orang yang tersedak masih bisa batuk keras dan bersuara, dorong ia terus batuk; bila batuknya tidak bersuara, sulit bernapas, atau membiru, lakukan tepukan punggung lalu hentakan dada pada bayi atau hentakan perut pada anak di atas 1 tahun dan orang dewasa, minta bantuan darurat bila sumbatan tidak keluar atau korban tidak sadar, dan tetap periksakan ke dokter setelahnya.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Anak Menelan Cairan Pembersih atau Obat Orang Tua? Jangan Dipaksa Muntah, Segera Cari Pertolongan

Bila anak atau anggota keluarga diduga menelan, menyentuh, atau menghirup zat berbahaya seperti obat, cairan pembersih, atau pestisida, segera cari pertolongan medis walau belum ada gejala, jangan memaksa muntah dan jangan memberi makan atau minum, bawa kemasan zatnya, dan cegah kejadian dengan menyimpan obat serta bahan kimia di tempat terkunci dalam wadah aslinya, bukan di botol minuman.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin