Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

Bayi Baru Lahir Malas Menyusu, Kuning, atau Terasa Dingin? Kenali Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Ditunggu sampai Besok

Bulan pertama adalah masa paling rawan bagi bayi, dan tanda sakitnya sering samar; malas menyusu dan banyak tidur, demam atau suhu di bawah 36,5 derajat, sesak, kejang, kuning yang muncul dalam 24 jam pertama atau lebih dari 2 minggu, serta tali pusat yang merah, berbau, atau berdarah adalah tanda bahaya yang perlu segera dibawa ke petugas kesehatan.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa minggu pertama begitu penting
  2. Tanda bahaya: segera ke petugas kesehatan
  3. Mengapa bayi harus tetap hangat
  4. Bayi demam di bawah 3 bulan
  5. Kuning: kapan wajar, kapan waspada
  6. Tali pusat dan popok
  7. Jangan salah paham
  8. Peran keluarga
  9. Ingat 3 hal ini
  10. Daftar Pustaka
  11. Bacaan terkait

Bayangkan bayi berusia lima hari yang sejak pagi terus tidur dan menolak menyusu. Kulitnya tampak kekuningan, tangannya terasa dingin. Neneknya berkata, "Bayi memang kerjanya tidur." Orang tuanya bimbang: tunggu besok pagi atau berangkat sekarang?

Mengapa minggu pertama begitu penting

Menurut WHO, bulan pertama adalah masa paling rawan dalam hidup seorang anak. Sekitar tiga perempat kematian bayi baru lahir terjadi pada minggu pertama, dan sekitar satu juta bayi di dunia meninggal dalam 24 jam pertama. WHO mencatat banyak bayi meninggal di rumah karena pulang terlalu cepat, sulit menjangkau layanan, dan terlambat mencari pertolongan.

Bayi baru lahir belum bisa mengeluh. Tanda sakitnya sering samar: ia hanya tampak malas menyusu, lebih banyak tidur, atau kurang aktif.

Tanda bahaya: segera ke petugas kesehatan

Menurut IDAI, bawa bayi segera ke petugas kesehatan terdekat bila:

  • demam, atau suhunya di bawah 36,5 derajat,
  • malas menyusu dan lebih banyak tidur,
  • sesak napas atau kejang,
  • muntah disertai perut kembung, atau tidak buang air besar,
  • buang air besar mencret,
  • ada nanah di mata,
  • tali pusat berbau, kemerahan, atau berdarah,
  • masih kuning sampai usia 2 minggu.

WHO menyebut tanda yang sama: sulit menyusu, kurang aktif, sulit bernapas, demam, kejang, atau terasa dingin.

Mengapa bayi harus tetap hangat

IDAI menjelaskan, di dalam rahim bayi berada pada suhu 36,5 sampai 37,5 derajat. Setelah lahir, ia mudah kedinginan. Suhu tubuh yang terlalu rendah dapat menyebabkan gula darah rendah, gangguan napas, lemas atau gelisah, sampai kejang. Cara menghangatkan yang dianjurkan adalah kontak kulit ke kulit di dada ibu, yang dikenal sebagai perawatan metode kanguru.

Bayi demam di bawah 3 bulan

Menurut IDAI, anak berusia kurang dari 3 bulan yang demam harus dibawa ke dokter apa pun keadaannya. NHS menyebut suhu 38 derajat atau lebih pada usia ini perlu segera mendapat pertolongan medis. NHS juga mengingatkan, jangan memberi parasetamol sendiri pada bayi di bawah 2 bulan.

Kuning: kapan wajar, kapan waspada

Menurut NHS, kuning terjadi karena hati bayi belum bekerja sempurna, sehingga zat sisa bernama bilirubin menumpuk. Kuning tampak di bagian putih mata dan kulit, dimulai dari wajah. Menekan lembut ujung hidung atau dahi di cahaya terang memudahkan melihatnya. Pada kulit gelap, kuning lebih sulit terlihat.

IDAI menyebut kuning umumnya muncul pada usia 2 sampai 7 hari, dan NHS menyebut biasanya hilang dalam sekitar 2 minggu. Segera periksakan bila kuning:

  • muncul dalam 24 jam pertama,
  • berlangsung lebih dari 2 minggu atau tidak membaik,
  • sampai telapak tangan dan kaki, atau disertai demam,
  • disertai air kencing kuning tua atau cokelat, atau tinja pucat seperti krem.

NHS menganjurkan bayi kuning disusui teratur, sekitar 8 sampai 12 kali sehari, dan dibangunkan bila terlalu mengantuk.

Tali pusat dan popok

Menurut IDAI, jangan mengoleskan apa pun pada tali pusat dan jangan menutupnya dengan kasa, popok, atau gurita. Jaga tetap kering dan bersih, lalu biarkan lepas sendiri. Gurita juga tidak dianjurkan karena bayi lebih banyak bernapas dengan otot perutnya.

Popok membantu menilai kecukupan menyusu. Bayi normal buang air kecil dalam 24 jam pertama dan buang air besar paling lambat dalam 48 jam. Selanjutnya, ia buang air kecil 5 sampai 6 kali dan buang air besar 3 sampai 4 kali sehari. Tinjanya berubah dari hitam pekat menjadi kekuningan sekitar usia 5 hari.

Jangan salah paham

"Bayi memang banyak tidur, malas menyusu itu biasa." Menurut IDAI, malas menyusu disertai banyak tidur justru tanda bahaya.

"Tali pusat perlu ramuan agar cepat kering." IDAI menganjurkan tidak mengoleskan apa pun.

Peran keluarga

Ibu yang baru melahirkan sering kelelahan. Keluarga dapat membantu mencatat jadwal menyusu dan popok basah, menyiapkan kendaraan, dan menyimpan nomor bidan atau puskesmas. Tidurkan bayi terlentang di alas rata, tanpa benda yang dapat menutupi kepalanya.

Ingat 3 hal ini

  1. Malas menyusu, banyak tidur, demam atau terasa dingin, sesak, dan kejang adalah tanda bahaya.
  2. Kuning dalam 24 jam pertama, lebih dari 2 minggu, atau sampai telapak tangan dan kaki perlu segera diperiksa.
  3. Bayi di bawah 3 bulan yang demam selalu perlu dibawa ke dokter.

Bagikan bacaan ini kepada calon orang tua, ibu yang baru melahirkan, dan kakek-nenek yang ikut merawat cucu.

Daftar Pustaka

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Perawatan bayi baru lahir. Diakses 7 Oktober 2026.
  2. World Health Organization. Newborn mortality. Lembar fakta, 14 Maret 2024.
  3. NHS. Jaundice in babies. Ditinjau 24 Maret 2026.
  4. NHS. High temperature (fever) in children. Ditinjau 3 Januari 2024.
  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Demam: kapan harus ke dokter? Diakses 7 Oktober 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Bayi malas menyusu dan lebih banyak tidur, sulit dibangunkan, lemas atau kaku, atau kejang; segera bawa ke petugas kesehatan.
  • Bayi demam, suhunya di bawah 36,5 derajat atau terasa dingin, atau sesak napas; segera bawa ke petugas kesehatan.
  • Kuning yang muncul dalam 24 jam pertama, lebih dari 2 minggu, sampai telapak tangan dan kaki, atau disertai tinja pucat dan air kencing gelap; segera periksakan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

Anak Demam Tengah Malam: Kapan Cukup Dirawat di Rumah dan Kapan Harus Segera ke Dokter atau IGD?

Demam pada anak, yaitu suhu 38 derajat Celsius atau lebih, umumnya mereda dalam 1 sampai 4 hari dan dapat dirawat di rumah dengan cukup cairan serta obat penurun panas untuk kenyamanan, tetapi bayi di bawah 3 bulan yang demam, demam tinggi atau berkepanjangan, kejang demam, dan demam disertai ruam perlu diperiksakan, sedangkan kaku leher, ruam yang tidak memudar saat ditekan gelas, sulit dibangunkan, sesak, kulit atau bibir kebiruan, dan tanda kurang cairan memerlukan pertolongan segera.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Bayi Baru Lahir Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Kelainan: Kenali Skrining Tetes Darah Tumit dan Pemeriksaan Oksigen Sebelum Pulang

Beberapa kelainan bawaan seperti hipotiroid kongenital, penyakit jantung bawaan kritis, dan kekurangan enzim G6PD sering tidak bergejala saat lahir, sehingga setiap bayi perlu menjalani skrining bayi baru lahir, berupa beberapa tetes darah dari tumit pada usia 48 sampai 72 jam dan pemeriksaan kadar oksigen dengan oksimeter, agar bayi yang terdeteksi dapat segera diobati sebelum timbul kerusakan permanen.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin