Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang sopir angkutan berusia 45 tahun yang sudah lima kali mencoba berhenti merokok. Setiap kali, ia hanya mengandalkan tekad, dan setiap kali pula ia kembali merokok dalam beberapa hari. Lama-lama ia menyimpulkan, "Saya memang tidak bisa berhenti."
Kesimpulan itu keliru. Yang kurang sering kali bukan tekad, melainkan bantuan yang tepat.
Mengapa tekad saja sering tidak cukup
Menurut NHS, layanan kesehatan Inggris, nikotin mengubah cara kerja otak sehingga tubuh menjadi bergantung padanya untuk merasa "normal". Berhenti hanya dengan tekad bisa sangat berat.
Coba nilai sendiri. Menurut NHS, ketergantungan kemungkinan lebih kuat bila Anda:
- merokok dalam 30 menit setelah bangun tidur;
- merasa rokok pertama di pagi hari paling sulit dilepas;
- sulit menahan diri di tempat yang dilarang merokok;
- tetap merokok saat sedang sakit.
Apa kata WHO
WHO menyatakan, konseling dan obat dapat lebih dari menggandakan peluang berhasil berhenti merokok. Pada 2024, WHO menerbitkan pedoman pertamanya tentang pengobatan berhenti merokok, yang merekomendasikan:
- dukungan perilaku: konseling singkat 30 detik sampai 3 menit dari tenaga kesehatan, serta konseling lebih intensif secara pribadi, kelompok, atau lewat telepon;
- layanan digital, seperti pesan singkat dan aplikasi, sebagai pelengkap;
- obat: terapi pengganti nikotin, vareniklin, bupropion, dan sitisin.
WHO menegaskan, gabungan obat dan dukungan perilaku meningkatkan keberhasilan secara bermakna.
Terapi pengganti nikotin
Menurut NHS, terapi pengganti nikotin memberi tubuh nikotin dalam dosis lebih rendah, tanpa tar dan zat beracun dari pembakaran rokok. Bentuknya antara lain koyok, permen karet, tablet isap, dan semprot.
Cara yang paling efektif menurut NHS adalah menggabungkan:
- koyok yang bekerja lambat untuk menjaga kadar nikotin sepanjang hari;
- permen karet atau tablet isap yang bekerja cepat saat keinginan merokok datang.
NHS menganjurkan pemakaian sekitar 12 minggu, atau selama masih dibutuhkan agar tidak kembali merokok, lalu dosis diturunkan bertahap.
Obat tanpa nikotin
Vareniklin dan sitisin bekerja menghambat efek nikotin di otak, sehingga merokok terasa kurang memuaskan dan keinginan berkurang. Bupropion membantu mengurangi keinginan merokok dan gejala putus nikotin. Obat-obat ini diperoleh melalui dokter, yang akan menilai kecocokannya dengan kondisi Anda. Ketersediaannya juga dapat berbeda di setiap tempat.
Jangan salah paham
"Terapi pengganti nikotin sama bahayanya dengan rokok." Menurut NHS, nikotin memang sangat adiktif, tetapi bahaya terbesar rokok datang dari zat beracun hasil pembakaran, bukan dari nikotin dalam terapi pengganti.
"Rokok elektrik atau tembakau yang dipanaskan adalah cara berhenti terbaik." Pedoman WHO tidak memasukkannya ke daftar rekomendasi. WHO menyatakan rokok elektrik berbahaya dan tidak aman, dan produk tembakau yang dipanaskan tidak membantu perokok berhenti dari tembakau. Sebagai catatan, NHS di Inggris memasukkan rokok elektrik sebagai salah satu alat bantu, sehingga panduan antarnegara memang berbeda. Diskusikan pilihan Anda dengan dokter.
Bantuan di Indonesia
Kemenkes menyediakan layanan konseling upaya berhenti merokok di Puskesmas, klinik, dan rumah sakit, serta layanan telepon bebas biaya 0-800-177-6565 (Senin sampai Sabtu, 08.00 sampai 16.00), termasuk rujukan bila diperlukan.
Bila Anda hamil, menyusui, punya penyakit kronis, atau sedang minum obat lain, bicarakan dulu dengan dokter sebelum memakai obat berhenti merokok.
Peran keluarga
Ganti kalimat "Kamu kurang niat" dengan "Ayo kita cari bantuan bersama." Temani ia ke Puskesmas atau bantu menelepon layanan berhenti merokok. Dukungan keluarga adalah bagian dari pengobatan.
Ingat 3 hal ini
- Ketergantungan nikotin adalah kondisi yang bisa dibantu, bukan soal kurang tekad.
- Gabungan konseling dan obat paling efektif; WHO menyebut peluang berhasil bisa lebih dari dua kali lipat.
- Mulailah dari Puskesmas, dokter, atau layanan 0-800-177-6565.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga atau sahabat yang sudah berkali-kali mencoba berhenti merokok.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. WHO releases first-ever clinical treatment guideline for tobacco cessation in adults. 2 July 2024.
- World Health Organization. Tobacco and nicotine. Fact sheet, 26 June 2026.
- NHS Better Health. Quit smoking with nicotine replacement therapies (NRTs). Accessed 7 October 2026.
- NHS Better Health. Quit smoking with nicotine-free medicines. Accessed 7 October 2026.
- NHS Better Health. Should I quit smoking cold turkey? Accessed 7 October 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Ingin berhenti merokok? Hubungi layanan konseling bebas biaya 0-800-177-6565. 15 Mei 2017.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — WHO Releases First-Ever Clinical Treatment Guideline for Tobacco Cessation in Adults (2 July 2024)
- S2: World Health Organization — Tobacco and Nicotine, fact sheet (26 June 2026)
- S3: NHS Better Health — Quit Smoking with Nicotine Replacement Therapies (accessed 7 October 2026)
- S4: NHS Better Health — Quit Smoking with Nicotine-Free Medicines (accessed 7 October 2026)
- S5: NHS Better Health — Should I Quit Smoking Cold Turkey? (accessed 7 October 2026)
- S6: Kementerian Kesehatan RI — Ingin Berhenti Merokok? Hubungi Layanan Konseling Bebas Biaya 0-800-177-6565 (15 May 2017)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Konsultasikan dengan dokter sebelum memakai obat berhenti merokok bila sedang hamil, menyusui, memiliki penyakit kronis, atau sedang minum obat lain.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
