Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Tembakau, rokok elektrik, dan alkohol

Anak Remaja Diam-Diam Memakai Vape? Bahaya Nikotin bagi Otak yang Sedang Tumbuh dan Cara Membicarakannya

Rokok elektrik dipasarkan gencar kepada anak muda lewat ribuan rasa dan media sosial; nikotinnya sangat adiktif dan dapat mengganggu perkembangan otak remaja, dan WHO mencatat remaja bukan perokok yang memakai vape hampir 3 kali lebih mungkin mulai merokok, sehingga orang tua perlu membicarakannya dengan tenang, mendengar, dan memberi contoh.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa remaja begitu tertarik
  2. Apa bahayanya bagi remaja
  3. Jangan salah paham
  4. Cara membicarakannya
  5. Waspada keracunan
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ibu yang menemukan benda kecil mirip flashdisk di tas anaknya yang duduk di bangku SMP. Benda itu harum stroberi. Saat ditanya, anaknya menjawab santai, "Itu cuma uap, Bu. Semua teman juga pakai. Bukan rokok, kok."

Banyak orang tua bingung harus marah, panik, atau diam. Langkah pertama yang lebih berguna adalah memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Mengapa remaja begitu tertarik

Menurut WHO, rokok elektrik dipasarkan secara agresif kepada anak muda, terutama lewat media sosial dan pemengaruh, dengan sedikitnya 16.000 rasa, desain ramping, karakter kartun, bahkan bentuk yang menyerupai mainan. CDC juga mencatat sebagian alat bentuknya mirip flashdisk atau benda sehari-hari, sehingga sulit dikenali.

Di Indonesia, Kemenkes mencatat dari SKI 2023 bahwa 7,4 persen perokok aktif berusia 10 sampai 18 tahun, dan anak serta remaja adalah kelompok dengan peningkatan perokok yang paling tajam. Kemenkes juga menyoroti rokok elektrik dengan berbagai varian rasa yang menarik anak muda.

Apa bahayanya bagi remaja

  • Nikotin sangat adiktif. WHO menyebut remaja yang bukan perokok pun bisa kecanduan nikotin lewat vape.
  • Otak masih berkembang. Menurut CDC, otak berkembang hingga sekitar usia 25 tahun. Nikotin dapat membuat remaja lebih sulit berkonsentrasi, belajar, dan mengendalikan dorongan. WHO menambahkan risiko gangguan belajar dan kecemasan.
  • Bukan sekadar uap. Aerosol vape mengandung nikotin dan zat beracun, sebagian pemicu kanker, serta meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru (WHO).
  • Pintu masuk ke rokok. WHO mencatat remaja bukan perokok yang memakai vape hampir 3 kali lebih mungkin mulai merokok rokok biasa.

NHS juga menegaskan, vape bukan untuk anak dan remaja, karena paru dan otak mereka lebih sensitif.

Jangan salah paham

"Itu cuma uap air rasa buah." Yang dihirup adalah aerosol berisi nikotin dan zat kimia, bukan uap air biasa.

"Yang ini tanpa nikotin, jadi aman." WHO menemukan sebagian produk yang mengaku bebas nikotin ternyata mengandung nikotin.

Cara membicarakannya

Saran CDC untuk orang tua:

  • pilih saat yang santai, bukan saat sedang marah;
  • sabar dan dengarkan dulu pendapat anak;
  • hindari kritik dan ceramah panjang; tujuannya percakapan, bukan sidang;
  • beri contoh dengan tidak merokok dan tidak memakai vape.

Tanyakan, misalnya, "Menurutmu kenapa banyak teman yang pakai?" lalu bagikan fakta di atas dengan tenang. Bila anak sudah kecanduan, ajak mencari bantuan, misalnya melalui layanan berhenti merokok Kemenkes 0-800-177-6565.

Waspada keracunan

WHO mengingatkan, cairan rokok elektrik beracun bila tertelan, dan alatnya bisa bocor. Alat yang rusak juga pernah menyebabkan luka bakar akibat meledak. Simpan cairan dan alat jauh dari jangkauan anak kecil. Bila anak menelan cairan vape, segera bawa ke IGD.

Peran keluarga

Jadikan rumah bebas asap dan uap. Perhatikan benda kecil yang tidak dikenal atau aroma buah yang tidak biasa, tetapi utamakan percakapan yang aman, bukan penggeledahan dan hukuman.

Ingat 3 hal ini

  1. Vape dipasarkan khusus untuk menarik remaja, tetapi nikotinnya tetap membuat kecanduan.
  2. Otak remaja masih berkembang dan lebih rentan terhadap nikotin.
  3. Ajak bicara dengan tenang, dengarkan, dan beri contoh.

Bagikan bacaan ini kepada orang tua, guru, dan siapa pun yang dekat dengan remaja.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Tobacco: e-cigarettes. Questions and answers, 19 January 2024.
  2. World Health Organization. Tobacco and nicotine. Fact sheet, 26 June 2026.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Protecting youth from the harms of vaping. 15 May 2024.
  4. NHS Better Health. Young people and vaping. Accessed 7 October 2026.
  5. Kementerian Kesehatan RI. Perokok aktif di Indonesia tembus 70 juta orang, mayoritas anak muda. 29 Mei 2024.
  6. Kementerian Kesehatan RI. Program Berhenti Merokok Indonesia. Accessed 7 October 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Bila anak menelan cairan rokok elektrik, segera bawa ke IGD karena cairannya beracun.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin