Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang bapak yang diare sejak kemarin. Hari ini ia sudah merasa lapar, tetapi istrinya melarang, "Jangan makan dulu, biar ususnya istirahat." Akhirnya ia hanya minum teh manis dan makan sedikit biskuit selama dua hari, lalu makin lemas.
Nasihat "usus harus diistirahatkan" memang sangat populer. Padahal pada kebanyakan diare akut, puasa atau diet yang sangat ketat tidak mempercepat pemulihan. NIDDK, lembaga kesehatan pencernaan Amerika Serikat, menyatakan bahwa ketika nafsu makan kembali, kebanyakan orang dapat kembali makan seperti biasa, bahkan bila diare belum sepenuhnya berhenti.
Kenapa tubuh tetap membutuhkan makanan?
Diare membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Bila berlangsung beberapa hari, asupan energi dan protein juga ikut turun. Padahal tubuh membutuhkan zat gizi untuk menjaga daya tahan, memperbaiki lapisan usus, dan mempertahankan tenaga.
Pada anak, WHO menekankan pentingnya tetap memberi makanan bergizi dan ASI, karena diare yang disertai kurang makan dapat memperburuk masalah gizi. NIDDK juga menganjurkan bayi tetap diberi ASI atau susu formula seperti biasa. Pada orang dewasa prinsipnya serupa: jangan memaksa makan saat mual berat, tetapi jangan sengaja berpuasa lama ketika nafsu makan sudah kembali.
Haruskah makan bubur?
Bubur boleh, tetapi bukan karena bubur punya kekuatan khusus menghentikan diare. Bubur sering lebih mudah diterima saat mual karena teksturnya lembut dan porsinya mudah diatur.
Bila lebih nyaman makan nasi, sup, kentang, telur, tahu, ikan, pisang, atau masakan rumah biasa yang tidak terlalu berminyak, itu juga boleh sesuai kemampuan. Mulailah dengan porsi kecil, lalu tambah bertahap. Tidak perlu menunggu tinja benar-benar padat sebelum kembali makan seperti biasa.
Makanan apa yang bisa memperberat gejala?
Menurut NIDDK, beberapa makanan dan minuman dapat memperburuk diare pada sebagian orang:
- makanan sangat berlemak, seperti gorengan dan makanan cepat saji;
- minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan sebagian minuman bersoda;
- alkohol;
- makanan dan minuman dengan gula sederhana yang sangat tinggi;
- pemanis pengganti gula yang biasa ada pada permen atau permen karet bebas gula;
- serta susu dan olahannya yang mengandung laktosa.
Mengapa makanan sangat manis bisa memperburuk? Gula yang tidak terserap sempurna menarik air ke dalam usus, sehingga tinja menjadi lebih cair. Makanan berlemak juga lebih sulit diterima ketika saluran cerna sedang peka.
Apakah susu harus selalu dihentikan?
Tidak. Bayi yang masih menyusu tetap diberi ASI, dan susu formula biasanya dilanjutkan seperti biasa.
Namun setelah diare akut, sebagian orang sementara sulit mencerna gula susu (laktosa) karena enzim pencernanya di permukaan usus berkurang. NIDDK menyebut keadaan ini bisa berlangsung sampai sebulan atau lebih. Akibatnya susu dapat memicu kembung, banyak gas, atau membuat diare terasa lebih berat. Bila pola ini jelas, mengurangi susu untuk sementara dapat dipertimbangkan, tetapi tidak perlu dilarang selamanya.
Yang lebih penting dari menu adalah cairan
Keluarga sering sibuk bertanya boleh makan ayam atau tidak, tetapi lupa pasien sudah jarang buang air kecil. Prioritas pertama tetap cairan dan elektrolit. Gunakan oralit bila cairan yang hilang cukup banyak, dan minum sedikit tetapi sering bila mual.
Bila pasien tidak mampu menahan cairan, muntah terus, pusing berat, pingsan, kencing sangat sedikit, atau kondisinya memburuk, pemeriksaan medis jauh lebih penting daripada memilih menu berikutnya.
Peran keluarga
Tawarkan makanan, jangan memaksakan atau melarang. Siapkan porsi kecil masakan rumah yang tidak berminyak, dan biarkan pasien makan ketika lapar. Kurangi sementara kopi, gorengan, dan minuman manis di rumah. Bila setelah sembuh pasien kembung setiap minum susu, beri jeda beberapa minggu sebelum mencoba lagi.
Ingat 3 hal ini
- Puasa rutin tidak dianjurkan pada diare akut.
- Saat nafsu makan kembali, kebanyakan orang dapat makan seperti biasa sesuai kemampuan.
- Batasi makanan yang jelas memperburuk gejala, terutama tinggi lemak, kafein, alkohol, dan gula sangat tinggi.
Kalau ada keluarga yang masih percaya diare harus diatasi dengan "tidak makan supaya usus berhenti bekerja", bagikan bacaan ini. Usus yang sedang pulih tetap membutuhkan cairan dan gizi, bukan dikosongkan berhari-hari.
Daftar Pustaka
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Eating, Diet, and Nutrition for Viral Gastroenteritis ("Stomach Flu").
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Eating, Diet, and Nutrition for Diarrhea.
- World Health Organization. Diarrhoeal Disease Fact Sheet.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Treatment of Viral Gastroenteritis ("Stomach Flu").
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Tidak mampu makan atau minum karena muntah terus, tanda kekurangan cairan, atau berat badan turun cepat memerlukan pemeriksaan.
- Diare berdarah, demam tinggi, nyeri perut hebat, atau diare yang tidak kunjung berhenti tidak boleh ditangani hanya dengan mengatur makanan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
