Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Vaksinasi dan pencegahan infeksi

Digigit atau Dicakar Anjing, Kucing, atau Kera? Cuci 15 Menit, Lalu Segera ke Puskesmas karena Rabies Tidak Memberi Kesempatan Kedua

Rabies hampir selalu mematikan begitu gejalanya muncul, tetapi dapat dicegah bila luka gigitan, cakaran, atau jilatan hewan segera dicuci dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit lalu korban segera mendapat vaksin anti rabies, dan bila perlu serum, di Puskesmas atau rumah sakit.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa rabies sangat ditakuti
  2. Pertolongan pertama
  3. Luka mana yang paling berisiko
  4. Jangan salah paham
  5. Tanda bahaya
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang anak berusia delapan tahun yang dicakar anjing tetangga saat bermain. Lukanya kecil dan hampir tidak berdarah, jadi keluarganya hanya mengoleskan obat luka. Sebulan kemudian, mereka mendengar anjing itu mati, dan barulah semua orang panik.

Kemenkes mencatat, pola seperti inilah yang paling sering berakhir tragis.

Mengapa rabies sangat ditakuti

Menurut WHO, begitu virus rabies mencapai otak dan gejala muncul, penyakit ini berakibat fatal pada hampir 100 persen kasus. Kabar baiknya, rabies dapat dicegah sepenuhnya bila ditangani segera setelah paparan, sebelum virus mencapai susunan saraf pusat.

Virus menular melalui air liur hewan, lewat gigitan, cakaran, atau jilatan pada kulit yang luka atau selaput lendir seperti mata dan mulut. Hewan penularnya antara lain anjing, kucing, dan kera, dan sebagian besar kasus pada manusia berasal dari gigitan anjing. WHO mencatat 40 persen kematian akibat rabies terjadi pada anak di bawah 15 tahun.

Di Indonesia, Kemenkes mencatat rata-rata lebih dari 80.000 kasus gigitan hewan penular rabies per tahun dalam periode 2020 hingga April 2023. Sebagian besar kematian terjadi karena korban terlambat ke fasilitas kesehatan.

Pertolongan pertama

  1. Cuci luka segera dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Menurut Kemenkes, langkah ini sangat penting untuk membuang virus di sekitar luka.
  2. Setelah dicuci, beri antiseptik, misalnya povidon iodin atau alkohol 70 persen.
  3. Segera ke Puskesmas atau rumah sakit untuk pencucian ulang dan vaksin anti rabies, ditambah serum anti rabies bila diperlukan.

Luka mana yang paling berisiko

Menurut Kemenkes, luka berisiko tinggi antara lain:

  • luka di atas bahu: leher, wajah, dan kepala;
  • luka di jari tangan atau jari kaki;
  • luka di kelamin;
  • luka lebar, dalam, atau banyak;
  • jilatan pada selaput lendir atau kulit yang luka.

Luka seperti ini biasanya memerlukan vaksin dan serum. WHO menambahkan, menyentuh hewan atau jilatan pada kulit yang utuh tidak memerlukan vaksin, tetapi cakaran atau lecet kecil pun sudah memerlukan vaksin.

Jangan salah paham

"Lukanya kecil dan tidak berdarah, tidak apa-apa." Kemenkes menyebut anggapan inilah yang paling sering membuat korban terlambat.

"Tunggu saja, kalau anjingnya mati baru ke Puskesmas." Jangan menunggu. Masa inkubasi rabies umumnya 2 sampai 3 bulan, tetapi bisa sesingkat satu minggu (WHO), dan begitu virus mencapai otak, vaksin tidak lagi bermanfaat (Kemenkes).

Tanda bahaya

Gejala awal rabies dapat berupa demam, lemas, sakit kepala, dan kesemutan atau rasa panas di bekas luka, kemudian takut air dan takut angin. Bila gejala ini muncul setelah pernah digigit hewan, segera ke rumah sakit.

Peran keluarga

Menurut Kemenkes, kunci utama memutus rabies adalah vaksinasi anjing. Vaksinasi anjing dan kucing peliharaan Anda, dan ajari anak untuk tidak mengganggu, menyentuh, atau memberi makan hewan yang tidak dikenal. Bila anak digigit atau dicakar, cuci lukanya dan antar ke Puskesmas hari itu juga, sekecil apa pun lukanya. Ikuti semua jadwal suntikan yang diberikan petugas sampai tuntas.

Ingat 3 hal ini

  1. Cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu beri antiseptik.
  2. Segera ke Puskesmas atau rumah sakit untuk vaksin anti rabies, sekecil apa pun lukanya.
  3. Jangan menunggu gejala atau menunggu hewannya mati.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, tetangga, dan pemilik hewan peliharaan, terutama yang tinggal di daerah dengan banyak anjing lepas.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Rabies. Fact sheet, 17 September 2026.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Ini yang harus dilakukan jika digigit hewan penular rabies. 4 Maret 2019.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Hingga April 2023 ada 11 kasus kematian karena rabies, segera ke faskes jika digigit anjing. 2 Juni 2023.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Segera ke Puskesmas atau rumah sakit setelah gigitan, cakaran, atau jilatan hewan penular rabies pada kulit luka atau selaput lendir, terutama luka di kepala, leher, wajah, jari, kelamin, luka dalam, atau luka banyak; jangan menunggu gejala.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin