Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Vaksinasi dan pencegahan infeksi

Demam dan Nyeri Betis Setelah Membersihkan Rumah Pasca-Banjir? Waspadai Leptospirosis dari Kencing Tikus

Leptospirosis ditularkan lewat air, lumpur, atau tanah yang tercemar kencing tikus dan hewan lain, masuk melalui kulit yang luka atau selaput lendir; demam, nyeri betis, dan mata merah dalam 2 sampai 30 hari setelah banjir perlu segera diperiksakan karena pengobatan dini dengan antibiotik dapat mencegah kerusakan organ.

Daftar isi bacaan
  1. Dari kencing tikus ke luka kecil
  2. Siapa yang lebih berisiko
  3. Gejala yang perlu diwaspadai
  4. Jangan salah paham
  5. Cara melindungi diri
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang bapak yang tiga hari berturut-turut membersihkan lumpur di rumahnya setelah banjir, tanpa alas kaki. Ada luka kecil di telapak kakinya, tetapi ia tidak menghiraukannya. Sepuluh hari kemudian, ia demam tinggi, matanya merah, dan betisnya sangat nyeri sampai sulit berjalan. Keluarganya mengira ia hanya kelelahan dan masuk angin.

Bisa jadi, yang ia alami adalah leptospirosis.

Dari kencing tikus ke luka kecil

Menurut Kemenkes, leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira. Di Indonesia, tikus adalah sumber utama penularnya, meski anjing, babi, sapi, dan kambing juga dapat membawanya.

Bakteri keluar bersama urin hewan, lalu mencemari air, selokan, lumpur, dan tanah. Bakteri ini masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang luka atau selaput lendir seperti mata dan mulut. CDC, pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat, mencatat bakterinya dapat bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan di air dan tanah, dan risikonya meningkat setelah banjir.

Kemenkes juga mencatat penyakit ini tidak dilaporkan menular dari manusia ke manusia.

Siapa yang lebih berisiko

Menurut Kemenkes, risiko lebih tinggi pada orang yang:

  • tinggal atau beraktivitas di wilayah banjir;
  • tinggal di permukiman dengan banyak tikus;
  • sering beraktivitas di sungai;
  • bekerja sebagai petani, peternak, petugas kebersihan, atau di tempat pemotongan hewan.

Gejala yang perlu diwaspadai

Gejalanya biasanya muncul 2 sampai 30 hari setelah terpapar, rata-rata 7 sampai 10 hari. Menurut Kemenkes, gejalanya antara lain:

  • demam 38 derajat Celsius atau lebih, menggigil, sakit kepala;
  • badan lemah;
  • nyeri betis hingga sulit berjalan;
  • mata merah;
  • kulit dan mata kuning;
  • tanda gangguan ginjal.

CDC menambahkan, sebagian orang bisa berlanjut ke fase berat dengan kerusakan ginjal dan hati atau radang selaput otak.

Jangan salah paham

"Hanya menular kalau digigit tikus." Bakterinya keluar bersama kencing hewan, sehingga penularan dapat terjadi lewat air, lumpur, atau tanah yang tercemar, tanpa pernah melihat tikusnya.

"Cuma masuk angin setelah capek bersih-bersih." Demam dengan nyeri betis dan mata merah setelah banjir perlu diperiksakan. Menurut Kemenkes, pengobatan dengan antibiotik relatif mudah pada tahap awal, tetapi kematian sering terjadi karena pasien datang terlambat, saat organ-organnya sudah mulai gagal. CDC juga menyebut pengobatan dini dapat mencegah penyakit memburuk dan mempercepat pemulihan.

Cara melindungi diri

Saran Kemenkes dan CDC:

  • pakai sepatu bot karet tinggi dan sarung tangan karet saat membersihkan rumah, selokan, atau sampah;
  • tutup luka dengan plester tahan air, dan hindari berjalan atau bermain di genangan banjir;
  • cuci tangan dan kaki dengan sabun, terutama sebelum makan;
  • simpan makanan dan minuman tertutup rapat;
  • basmi sarang tikus dan bersihkan rumah yang terendam dengan desinfektan.

Peran keluarga

Jangan biarkan anak bermain di genangan banjir. Saat bergotong royong membersihkan lingkungan, pastikan semua memakai alas kaki dan sarung tangan. Bila ada anggota keluarga yang demam setelah banjir, antar ke Puskesmas dan ceritakan bahwa ia baru terpapar banjir, agar dokter dapat mempertimbangkan leptospirosis sejak awal.

Ingat 3 hal ini

  1. Air dan lumpur banjir dapat tercemar kencing tikus; bakterinya masuk lewat luka dan selaput lendir.
  2. Demam, nyeri betis, dan mata merah dalam 2 sampai 30 hari setelah banjir perlu segera diperiksakan.
  3. Pakai sepatu bot dan sarung tangan karet, tutup luka, dan cuci tangan serta kaki dengan sabun.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga dan tetangga yang tinggal di daerah rawan banjir.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI. Waspadai musim hujan dan banjir!!! Leptospirosis diam-diam mematikan. Ayo Sehat, 11 Januari 2024.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Kenali bahaya leptospirosis dan pencegahannya. Ayo Sehat, 5 Januari 2020.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. About leptospirosis. 10 February 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Segera ke Puskesmas atau rumah sakit bila dalam 2 sampai 30 hari setelah terpapar banjir atau genangan muncul demam, nyeri betis hebat, mata merah, atau kulit dan mata kuning; sampaikan riwayat terpapar banjir kepada dokter.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin