Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Digigit Ular? Jangan Diikat, Disayat, atau Disedot: Diamkan Bagian yang Digigit dan Segera ke Fasilitas Kesehatan

Gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kelumpuhan otot napas, perdarahan, gagal ginjal, dan kerusakan jaringan, sehingga semua gigitan ular perlu segera diperiksa; pertolongan pertama yang benar adalah tetap tenang, mendiamkan bagian yang digigit, melepas cincin atau jam, dan segera ke fasilitas kesehatan, tanpa mengikat kuat, menyayat, atau menyedot luka, karena pengobatan definitifnya adalah serum antibisa yang hanya diberikan di fasilitas kesehatan.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa gigitan ular berbahaya
  2. Langkah pertolongan pertama yang benar
  3. Jangan salah paham
  4. Mengapa harus segera ke fasilitas kesehatan
  5. Peran keluarga
  6. Ingat 3 hal ini
  7. Daftar Pustaka
  8. Bacaan terkait

Bayangkan seorang petani yang digigit ular saat membersihkan rumput di ladang. Teman-temannya panik. Seorang mengikat kakinya kuat-kuat dengan tali, yang lain mengusulkan menyayat luka dan menyedot bisanya, lalu membawanya ke rumah ahli ramuan.

Semua dilakukan dengan niat menolong. Namun, menurut para ahli, langkah-langkah ini justru bisa memperburuk keadaan.

Mengapa gigitan ular berbahaya

Menurut WHO, sekitar 5,4 juta orang digigit ular setiap tahun, dan 81.410 sampai 137.880 orang meninggal. Sekitar tiga kali lipatnya mengalami amputasi atau cacat permanen. Di Asia, hingga 2 juta orang keracunan bisa ular setiap tahun. Kemenkes menyebut gigitan ular sebagai krisis senyap yang sering tidak terlaporkan dan masih banyak ditangani secara keliru.

Bisa ular dapat menyebabkan:

  • kelumpuhan yang menghambat napas;
  • gangguan pembekuan darah yang dapat memicu perdarahan berat;
  • gagal ginjal;
  • kerusakan jaringan yang dapat berujung amputasi.

Kemenkes menjelaskan, sebagian bisa ular bekerja pada saraf, seperti bisa king kobra, dan sebagian lain mengganggu pembekuan darah.

WHO menyebut petani dan anak-anak paling banyak terdampak. Anak-anak dapat mengalami efek lebih berat dan lebih cepat karena berat badannya lebih kecil.

Langkah pertolongan pertama yang benar

Menurut NHS dan Kemenkes:

  1. Tetap tenang dan minta korban tidak banyak bergerak. Bila memungkinkan, baringkan dalam posisi pemulihan (miring).
  2. Diamkan bagian tubuh yang digigit sebisa mungkin. Menurut Kemenkes, imobilisasi yang benar dapat memperlambat penyebaran racun.
  3. Lepaskan cincin, gelang, atau jam dan longgarkan pakaian di dekat gigitan, karena bagian itu bisa membengkak.
  4. Bila aman, ingat warna dan corak ular atau fotolah dari jarak jauh.
  5. Segera ke fasilitas kesehatan, dan jangan menyetir sendiri.

Untuk nyeri, NHS menyebut parasetamol boleh diminum, tetapi jangan aspirin atau ibuprofen karena dapat memperberat perdarahan.

Jangan salah paham

"Ikat kuat-kuat supaya racun tidak menyebar." NHS menyarankan tidak mengikat kuat bagian yang digigit. Kemenkes mencatat mengikat anggota gerak termasuk kebiasaan keliru yang membuat banyak kasus memburuk.

"Sayat dan sedot bisanya." NHS dan Kemenkes menegaskan jangan menyayat atau menyedot luka gigitan. Tindakan ini berbahaya.

"Tangkap ularnya untuk dibawa." NHS menyarankan tidak mendekati, menangkap, atau membunuh ular. Foto dari jauh sudah membantu.

"Ramuan tradisional dulu." WHO menyebut banyak korban memilih pengobatan tradisional daripada ke rumah sakit. Padahal, pengobatan yang sangat efektif tersedia: serum antibisa.

Mengapa harus segera ke fasilitas kesehatan

Menurut Kemenkes, serum antibisa hanya dapat diberikan di fasilitas kesehatan dan merupakan pengobatan utama. Di Indonesia, serum antibisa ular diproduksi oleh Bio Farma. WHO menegaskan, sebagian besar kematian dan kecacatan akibat gigitan ular dapat dicegah bila antibisa tersedia dan diberikan.

Menurut NHS, korban biasanya diobservasi setidaknya 24 jam. Luka dibersihkan, dapat diberi suntikan tetanus, dan antibisa diberikan melalui infus bila diperlukan.

Peran keluarga

Ajarkan kepada keluarga, terutama yang bekerja di ladang atau kebun, bahwa pertolongan terbaik adalah diam, tenang, dan segera berangkat. Ketahui fasilitas kesehatan terdekat yang dapat menangani gigitan ular. WHO menyebut kebiasaan segera mencari pertolongan medis ikut menentukan hasil pengobatan.

Ingat 3 hal ini

  1. Semua gigitan ular perlu segera diperiksa di fasilitas kesehatan.
  2. Diamkan bagian yang digigit; jangan diikat kuat, disayat, atau disedot.
  3. Serum antibisa adalah pengobatan utama dan hanya tersedia di fasilitas kesehatan.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, terutama petani, pekerja kebun, dan orang tua yang anaknya sering bermain di luar rumah.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Snakebite envenoming. Fact sheet, 17 September 2026.
  2. NHS. Snake bites. Ditinjau 17 Juli 2026.
  3. Kementerian Kesehatan RI, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Edukasi penanganan gigitan ular: BKPK gelar talkshow HaiFest 2025. 12 Desember 2025.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Semua gigitan ular perlu segera diperiksa di fasilitas kesehatan; sulit bernapas, tubuh terasa lemah atau lumpuh, perdarahan yang sulit berhenti, atau bengkak dan kerusakan kulit di sekitar gigitan menandakan keracunan bisa yang berat.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Tersiram Air Panas atau Minyak Goreng? Alirkan Air 20 Menit, Bukan Odol atau Mentega

Pertolongan pertama luka bakar adalah segera mengalirkan air bersih yang sejuk, bukan air es, selama 20 menit, melepas pakaian atau perhiasan di sekitarnya yang tidak menempel, lalu menutup longgar dengan plastik bersih, tanpa odol, mentega, minyak, atau kunyit, sedangkan luka bakar yang luas, dalam, di wajah atau kelamin, akibat listrik atau bahan kimia, serta pada balita perlu segera ditangani tenaga kesehatan.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Anak Menelan Cairan Pembersih atau Obat Orang Tua? Jangan Dipaksa Muntah, Segera Cari Pertolongan

Bila anak atau anggota keluarga diduga menelan, menyentuh, atau menghirup zat berbahaya seperti obat, cairan pembersih, atau pestisida, segera cari pertolongan medis walau belum ada gejala, jangan memaksa muntah dan jangan memberi makan atau minum, bawa kemasan zatnya, dan cegah kejadian dengan menyimpan obat serta bahan kimia di tempat terkunci dalam wadah aslinya, bukan di botol minuman.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Tersedak Bisa Merenggut Napas dalam Hitungan Menit: Cara Menolong Bayi, Anak, dan Orang Dewasa

Bila orang yang tersedak masih bisa batuk keras dan bersuara, dorong ia terus batuk; bila batuknya tidak bersuara, sulit bernapas, atau membiru, lakukan tepukan punggung lalu hentakan dada pada bayi atau hentakan perut pada anak di atas 1 tahun dan orang dewasa, minta bantuan darurat bila sumbatan tidak keluar atau korban tidak sadar, dan tetap periksakan ke dokter setelahnya.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin