Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang kakek yang kemarin masih mengobrol dan menonton berita. Sejak semalam, bicaranya kacau, ia tidak tahu sedang di mana, dan sebentar gelisah lalu tiba-tiba mengantuk. Keluarga berkata, "Namanya juga sudah tua." Padahal, perubahan secepat ini justru tanda tubuhnya sedang sakit.
Delirium bukan pikun
Menurut MedlinePlus, delirium adalah kebingungan berat yang muncul mendadak akibat perubahan cepat fungsi otak karena penyakit. Kemenkes menjelaskan, delirium ditandai perhatian yang terganggu dan tingkat kesadaran yang berubah-ubah.
Berbeda dengan pikun yang berjalan perlahan dalam waktu lama, delirium muncul mendadak, dalam waktu singkat. NHS menyarankan, bila pelupa bertambah perlahan, periksakan ke dokter. Namun, bila seseorang tiba-tiba bingung, segera bawa ke IGD.
Seperti apa tandanya?
Menurut NHS dan MedlinePlus, orang dengan delirium dapat:
- tidak bisa berpikir atau berbicara dengan jelas,
- tidak tahu tempat dan waktu,
- sulit memusatkan perhatian atau mengingat hal yang baru terjadi,
- melihat atau mendengar hal yang tidak ada,
- berganti-ganti antara lesu dan gelisah, biasanya lebih buruk di malam hari,
- tiba-tiba mengompol atau pola tidurnya kacau.
NHS memberi cara sederhana: tanyakan nama, umur, dan tanggal hari ini. Bila ia ragu atau tidak bisa menjawab, ia kemungkinan perlu pertolongan medis.
Apa penyebabnya?
Menurut NHS dan MedlinePlus, penyebab yang sering antara lain:
- infeksi, terutama infeksi saluran kemih pada lansia atau penderita pikun, dan radang paru,
- stroke,
- gula darah rendah pada penderita diabetes,
- cedera kepala, misalnya setelah jatuh,
- obat tertentu, seperti obat nyeri atau obat penenang,
- alkohol, kekurangan tidur berat, atau keracunan, termasuk gas karbon monoksida, terutama bila orang serumah juga tiba-tiba sakit,
- masalah jantung atau paru.
Kemenkes menambahkan, delirium sering terjadi tetapi sering tidak terdiagnosis pada lansia setelah operasi besar, dan risikonya paling tinggi pada lansia yang sudah pikun. Kemenkes juga menyebut mengompol yang muncul mendadak pada lansia dapat disebabkan delirium atau infeksi saluran kemih.
Sambil menunggu pertolongan
Menurut NHS:
- tetap dampingi, beri tahu siapa Anda dan di mana ia berada, lalu tenangkan,
- gunakan kata sederhana dan kalimat pendek,
- catat obat yang diminum,
- jangan menghujaninya dengan pertanyaan,
- jangan menahan gerakannya, kecuali ia dalam bahaya.
Bisa pulih
Menurut MedlinePlus, delirium umumnya sementara dan dapat pulih bila penyebabnya ditangani. Untuk mencarinya, dokter dapat memeriksa darah dan urine, foto dada, atau CT kepala. Menghentikan atau mengganti obat yang memperburuk kebingungan juga dapat membantu. Delirium sering berlangsung sekitar satu minggu, tetapi fungsi berpikir dapat butuh beberapa minggu untuk kembali normal. Kacamata, alat bantu dengar, jam, kalender, dan pencahayaan yang membedakan siang dan malam membantu orientasi.
Jangan salah paham
"Bingung mendadak karena sudah tua." Ini tanda penyakit yang perlu dicari penyebabnya.
"Nanti juga hilang sendiri." Sebagian penyebabnya dapat mengancam nyawa.
Peran keluarga
Kenali kebiasaan orang tua sehari-hari agar perubahan cepat mudah terlihat. Catat kapan perubahan dimulai dan obat apa yang baru diminum. Keterangan ini sangat membantu dokter.
Ingat 3 hal ini
- Pikun berjalan perlahan; delirium muncul mendadak.
- Lansia yang tiba-tiba bingung perlu segera dibawa ke IGD.
- Infeksi saluran kemih, stroke, gula darah rendah, dan obat sering menjadi penyebabnya.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga yang merawat orang tua atau kakek-nenek.
Daftar Pustaka
- NHS. Sudden confusion (delirium). Ditinjau 28 Mei 2024.
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Delirium. Ditinjau 27 Oktober 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Post operative delirium pada lansia. 17 April 2023.
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Mengompol pada lansia. 7 Mei 2024.
Sumber daring
- S1: NHS — Sudden confusion (delirium) (reviewed 28 May 2024)
- S2: MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) — Delirium (review date 27 October 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Ditjen Kesehatan Lanjutan; RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah) — Post Operative Delirium pada Lansia (17 April 2023)
- S4: Kementerian Kesehatan RI (Ditjen Kesehatan Lanjutan; RSUP dr. Cipto Mangunkusumo) — Mengompol pada Lansia (7 May 2024)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Lansia mendadak bingung, bicara kacau, tidak tahu tempat dan waktu, atau melihat hal yang tidak ada; segera ke IGD.
- Kebingungan mendadak disertai wajah mencong, lemah sesisi tubuh, bicara pelo, atau setelah jatuh atau cedera kepala; segera ke IGD.
- Kebingungan pada penderita diabetes, disertai demam atau sesak, atau bila orang lain serumah juga tiba-tiba sakit; segera ke IGD.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
