Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang remaja putri yang diam-diam membeli sabun pembersih kewanitaan beraroma karena malu melihat cairan di celana dalamnya setiap hari. Ia memakainya dua kali sehari. Beberapa minggu kemudian, ia malah merasa gatal dan perih. Ia tidak berani bertanya kepada siapa pun.
Situasi seperti ini bisa terjadi bila keputihan dianggap kotor atau memalukan. Padahal, sebagian besar keputihan justru tanda tubuh yang sehat.
Keputihan adalah pelindung alami
Menurut NHS, keputihan dialami sebagian besar perempuan dan remaja putri. Cairan ini menjaga vagina tetap bersih dan lembap, serta melindunginya dari infeksi. Menurut Kemenkes, vagina secara alami bersuasana asam, dengan bakteri baik yang ikut menjaga keseimbangannya.
Keputihan biasanya normal bila:
- tidak berbau tajam atau tidak sedap;
- berwarna jernih atau putih;
- kental dan lengket, atau licin dan basah.
Jumlahnya bisa berubah. Menurut NHS dan Kemenkes, keputihan bisa lebih banyak saat masa subur, hamil, menyusui, memakai alat atau pil KB, dan saat stres.
Kapan keputihan perlu diperiksakan
Menurut NHS, perubahan warna, bau, atau tekstur bisa menjadi tanda infeksi. Contohnya:
- berbau amis: kemungkinan vaginosis bakterialis, yaitu ketidakseimbangan bakteri di vagina;
- putih kental bergumpal disertai gatal: kemungkinan infeksi jamur;
- hijau, kuning, atau berbusa: kemungkinan trikomoniasis;
- disertai nyeri panggul atau perdarahan: kemungkinan klamidia atau gonore;
- disertai lepuh atau luka: kemungkinan herpes kelamin.
NHS menegaskan, jangan menebak sendiri. Periksakan diri bila keputihan berubah, jumlahnya lebih banyak dari biasanya, terasa gatal atau perih, ada perdarahan di antara haid atau setelah berhubungan, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri panggul. Menurut Kemenkes, dokter perlu mencari penyebabnya lebih dulu sebelum menentukan obat yang sesuai.
Jangan salah paham
"Supaya bersih, harus pakai sabun khusus yang wangi." Menurut Kemenkes, produk pembersih dan sabun berpewangi dapat membasmi bakteri baik yang melindungi vagina. NHS menganjurkan tidak memakai sabun wangi, deodoran, atau tisu basah beraroma.
"Membilas bagian dalam vagina membuatnya lebih sehat." NHS menyarankan tidak membilas bagian dalam vagina. Kemenkes juga menyebut pembilasan dengan cairan antiseptik atau kalium permanganat (PK) dapat menimbulkan keputihan.
"Keputihan pasti penyakit kelamin." Menurut NHS, vaginosis bakterialis dan infeksi jamur tidak tergolong penyakit menular seksual, walaupun hubungan seksual dapat memicunya. Separuh perempuan dengan vaginosis bakterialis bahkan tidak merasakan gejala.
Kebiasaan sederhana yang membantu
Menurut Kemenkes dan NHS:
- bersihkan bagian luar dengan air hangat dan sabun lembut tanpa pewangi;
- keringkan dari arah depan ke belakang, dari vagina ke anus;
- pakai celana dalam katun yang tidak ketat, dan segera ganti bila basah;
- ganti pembalut secara rutin saat haid;
- cuci pakaian dalam dengan deterjen tanpa pewangi dan bilas sampai bersih.
Perhatian khusus
Menurut NHS, perubahan keputihan saat hamil perlu dibicarakan dengan bidan atau dokter, karena vaginosis bakterialis saat hamil memiliki kemungkinan kecil menimbulkan komplikasi kehamilan, sehingga penting untuk diobati. Infeksi jamur yang berulang lebih dari 4 kali setahun, atau terjadi pada penyandang diabetes, juga perlu diperiksakan.
Peran keluarga
Ajak remaja putri berbicara tentang keputihan tanpa rasa malu. Jelaskan bahwa keputihan yang normal tidak perlu dilawan dengan sabun wangi, dan bahwa bertanya kepada tenaga kesehatan adalah hal yang wajar.
Ingat 3 hal ini
- Keputihan jernih atau putih tanpa bau tajam adalah pelindung alami vagina.
- Perubahan warna, bau, atau tekstur, gatal, nyeri, atau perdarahan di luar haid perlu diperiksakan.
- Cukup air dan sabun lembut tanpa pewangi di bagian luar, tanpa membilas bagian dalam.
Bagikan bacaan ini kepada perempuan di keluarga Anda, termasuk remaja putri yang mungkin malu bertanya.
Daftar Pustaka
- NHS. Vaginal discharge. Ditinjau 15 Februari 2024.
- NHS. Bacterial vaginosis. Ditinjau 19 Juni 2026.
- NHS. Thrush in men and women. Ditinjau 28 Juli 2023.
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Sering keputihan, normalkah? 18 Agustus 2022.
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Mengenal seksama tentang keputihan. 7 Februari 2025.
Sumber daring
- S1: NHS — Vaginal discharge (page last reviewed 15 February 2024)
- S2: NHS — Bacterial vaginosis (page last reviewed 19 June 2026)
- S3: NHS — Thrush in men and women (page last reviewed 28 July 2023)
- S4: Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Mohammad Hoesin) — Sering Keputihan, Normalkah? (18 August 2022)
- S5: Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP Fatmawati) — Mengenal Seksama tentang Keputihan (7 February 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Keputihan disertai nyeri panggul, perdarahan di luar haid atau setelah berhubungan, nyeri saat buang air kecil, luka atau lepuh di kelamin, atau perubahan keputihan saat hamil perlu segera diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
