Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu dengan bayi berusia lima bulan. Ia masih menyusui, walau sejak bulan keempat bayinya juga diberi susu formula di malam hari. Haidnya belum datang, jadi ia merasa aman. Beberapa minggu kemudian, ia merasa mual setiap pagi, dan hasil tes kehamilannya positif.
Banyak keluarga mengira menyusui dan belum haid berarti tidak bisa hamil. Kenyataannya tidak selalu begitu.
Bisa hamil lebih cepat dari dugaan
Menurut NHS, ibu bisa hamil lagi sejak 3 minggu setelah melahirkan, termasuk saat menyusui dan haid belum kembali. Artinya, KB perlu dipikirkan sebelum ibu kembali berhubungan, bukan setelah haid datang.
NHS juga menganjurkan menunggu setidaknya 12 bulan setelah melahirkan sebelum hamil lagi, karena hamil terlalu cepat dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah.
Menyusui sebagai KB alami: ada syaratnya
Menurut NHS, ibu yang menyusui secara eksklusif umumnya belum haid, sehingga sebagian ibu memakai menyusui sebagai KB alami. Cara ini disebut metode amenore laktasi dan hanya dapat diandalkan bila ketiga syarat ini terpenuhi:
- bayi hanya mendapat ASI (menyusui eksklusif);
- bayi berusia di bawah 6 bulan;
- haid belum kembali.
Segera mulai KB lain bila bayi sudah 6 bulan, mulai mendapat susu formula, empeng, atau makanan lain, haid kembali walau hanya bercak, menyusui malam berhenti, atau menyusui menjadi lebih jarang.
Pilihan KB yang aman bagi ibu menyusui
Menurut NHS, metode berikut dapat dimulai segera setelah melahirkan, termasuk saat menyusui:
- implan (susuk);
- suntik KB;
- pil KB khusus yang hanya berisi progestin;
- kondom;
- spiral, baik yang berlapis tembaga maupun yang berhormon.
Spiral sebaiknya dipasang dalam 48 jam setelah melahirkan; bila lewat, tunggu sampai 4 minggu. Menurut Kemenkes, spiral dapat dipasang dalam 10 menit setelah ari-ari lahir, baik pada persalinan normal maupun caesar. Spiral tembaga tidak mengandung hormon, tidak memengaruhi ASI, dan dapat dipakai 8 sampai 10 tahun.
Pil kombinasi, cincin vagina, dan koyok KB biasanya baru dianjurkan setidaknya 6 minggu setelah melahirkan bila ibu menyusui.
Jangan salah paham
"KB bikin mandul." WHO menegaskan, metode kontrasepsi modern tidak menyebabkan kemandulan. Menurut Kemenkes, kesuburan cepat kembali setelah spiral dilepas.
"KB kalender atau sanggama terputus sudah cukup." Menurut WHO, kedua cara ini kurang dapat diandalkan. Implan, spiral, dan sterilisasi termasuk yang paling efektif.
"Semua KB mencegah penyakit kelamin." WHO menyebut kondom adalah satu-satunya metode yang juga mencegah penyakit menular seksual.
Bila kondom robek atau lupa KB
Menurut WHO, KB darurat dapat mencegah lebih dari 95% kehamilan bila dipakai dalam 5 hari setelah berhubungan, dan makin cepat makin efektif. Pil KB darurat bekerja dengan menunda pelepasan sel telur dan tidak menggugurkan kehamilan. Segera hubungi bidan atau dokter.
Setelah pemasangan spiral
Menurut Kemenkes, bercak darah, kram, dan perubahan pola haid umumnya wajar pada 3 sampai 6 bulan pertama. Segera kembali ke fasilitas kesehatan bila demam, menggigil, nyeri perut bagian bawah, keputihan tidak biasa, spiral terasa bergeser, atau merasa hamil.
Peran keluarga
Pasangan sebaiknya ikut berdiskusi tentang KB dengan bidan atau dokter sejak masa hamil. Keputusan bersama membuat ibu lebih tenang merawat bayinya dan memulihkan tubuhnya.
Ingat 3 hal ini
- Ibu bisa hamil lagi sejak 3 minggu setelah melahirkan, walau menyusui dan belum haid.
- Implan, suntik, pil progestin, kondom, dan spiral aman dimulai segera setelah melahirkan.
- KB modern tidak menyebabkan kemandulan.
Bagikan bacaan ini kepada ibu hamil, ibu baru, dan pasangannya.
Daftar Pustaka
- NHS. Sex and contraception after birth. Ditinjau 7 Februari 2024.
- World Health Organization. Family planning/contraception methods. Fact sheet, 3 Juli 2025.
- World Health Organization. Emergency contraception. Fact sheet, 9 November 2021.
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Keluarga berencana intra uterine device post plasenta. 7 November 2023.
Sumber daring
- S1: NHS — Sex and contraception after birth (page last reviewed 7 February 2024)
- S2: World Health Organization — Family planning/contraception methods (fact sheet, 3 July 2025)
- S3: World Health Organization — Emergency contraception (fact sheet, 9 November 2021)
- S4: Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP Fatmawati) — Keluarga Berencana Intra Uterine Device Post Plasenta (7 November 2023)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Setelah pemasangan spiral, segera kembali ke fasilitas kesehatan bila demam, menggigil, nyeri perut bagian bawah, nyeri saat berhubungan, keputihan tidak biasa, spiral terasa bergeser atau lepas, atau merasa hamil.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
