Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu yang baru pertama kali memeriksakan kehamilannya. Bidan menawarkan tes darah untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B. Ia kaget dan sedikit tersinggung. "Saya dan suami kan setia," katanya.
Perasaan seperti ini wajar. Namun, tes ini bukan tuduhan. Tes ini dianjurkan untuk semua ibu hamil, karena tujuannya satu: melindungi bayi.
Mengapa tiga infeksi ini diperiksa bersamaan
HIV, sifilis, dan hepatitis B sama-sama dapat menular dari ibu ke bayi, menurut Kemenkes selama kehamilan atau menyusui. Karena itu, WHO mendorong negara menghapus penularan ketiganya sekaligus. Upaya ini disebut triple eliminasi, dan Indonesia ikut menjalankannya.
Masalahnya, infeksi ini sering tanpa gejala. Menurut WHO, sebagian besar infeksi sifilis tidak bergejala atau tidak disadari. Menurut Kemenkes, infeksi menular seksual juga sering tidak bergejala, terutama pada perempuan. Ibu bisa merasa sehat sepenuhnya.
Apa yang dipertaruhkan
Hepatitis B. Menurut Kemenkes, penularan dari ibu ke anak menyumbang 90 sampai 95% dari seluruh penularan hepatitis B. Bayi yang tertular berisiko tinggi menjadi pengidap menahun, bahkan sirosis. Pada 2022, tercatat lebih dari 50.000 ibu hamil positif hepatitis B.
Sifilis. Menurut WHO, sifilis yang tidak diobati saat hamil menimbulkan masalah pada 50 sampai 80% kehamilan, termasuk bayi lahir mati, kematian bayi baru lahir, lahir prematur, dan bayi lahir dengan sifilis. Di Indonesia, Kemenkes mencatat 77 kasus sifilis bawaan pada 2024, yaitu sifilis yang menular dari ibu ke bayinya.
HIV. Tanpa penanganan, virus dapat menular ke bayi. Dengan pengobatan yang tepat, risikonya dapat ditekan.
Bila hasilnya positif, bayi bisa dilindungi
Inilah inti dari tes ini. Hasil positif bukan berarti bayi pasti tertular.
- Sifilis dapat diobati dan disembuhkan. Menurut WHO, ibu hamil diobati dengan suntikan penisilin, dan sifilis bawaan hanya bisa dicegah dengan mengobati ibunya. Tes cepat memberi hasil dalam beberapa menit, sehingga pengobatan bisa dimulai pada kunjungan yang sama.
- Hepatitis B: menurut Kemenkes, bayi diberi imunisasi hepatitis B kurang dari 24 jam setelah lahir, ditambah suntikan antibodi (HBIg) bila ibunya positif. Ibu dengan jumlah virus tinggi dapat diberi obat antivirus.
- HIV: menurut WHO, ibu mendapat pengobatan seumur hidup, persalinan yang aman, serta pemantauan bayi dan cara pemberian makan bayi yang tepat.
Kapan dites
Menurut WHO, tes sifilis sebaiknya dilakukan pada kunjungan pemeriksaan kehamilan pertama. Di layanan kesehatan Indonesia, pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil dilakukan secara terpadu.
Jangan salah paham
"Tes ini hanya untuk orang yang berisiko." Karena sering tanpa gejala, tes dianjurkan untuk semua ibu hamil.
"Kalau positif, lebih baik tidak tahu." Justru dengan tahu, bayi bisa dilindungi.
Peran keluarga
Menurut WHO, konseling ditujukan bagi ibu dan pasangannya. Bila hasil positif, pasangan perlu ikut dites dan diobati agar tidak terjadi penularan baru. Dampingi ibu tanpa menyalahkan.
Ingat 3 hal ini
- Tes HIV, sifilis, dan hepatitis B dianjurkan untuk semua ibu hamil.
- Hasil positif berarti segera diobati, dan bayi bisa dilindungi.
- Pastikan bayi mendapat imunisasi hepatitis B kurang dari 24 jam setelah lahir.
Bagikan bacaan ini kepada ibu hamil dan pasangannya, atau pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Triple elimination initiative of mother-to-child transmission of HIV, syphilis and hepatitis B. Diakses 7 Oktober 2026.
- World Health Organization. Syphilis. Fact sheet, 29 Mei 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Perilaku berisiko merupakan penularan hepatitis lebih dari 35 ribu bayi. Rilis berita, 17 Mei 2023.
- Kementerian Kesehatan RI. Berani tes, berani lindungi diri, Kemenkes targetkan eliminasi HIV dan IMS tahun 2030. Rilis berita, 21 Juni 2025.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Triple elimination initiative of mother-to-child transmission of HIV, syphilis and hepatitis B (initiative page, accessed 7 October 2026)
- S2: World Health Organization — Syphilis (fact sheet, 29 May 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI — Perilaku Beresiko Merupakan Penularan Hepatitis Lebih Dari 35 Ribu Bayi (rilis berita, 17 May 2023)
- S4: Kementerian Kesehatan RI — Berani Tes, Berani Lindungi Diri, Kemenkes Targetkan Eliminasi HIV dan IMS Tahun 2030 (rilis berita, 21 June 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Luka atau lenting di kelamin, cairan tidak biasa dari vagina, nyeri saat buang air kecil, ruam kulit, atau benjolan di lipat paha selama hamil perlu segera diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
