Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pustaka Bacaan Cepat Dokter Erta

Obat, pemeriksaan & skrining54

54 bacaan untuk memahami obat, pemeriksaan & skrining.

Menampilkan 24 dari 54 bacaan · Halaman 1 dari 3

Jelajahi semua topik ↓
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tahun Lalu Hasilnya Normal, Perlukah Cek Kesehatan Gratis Lagi? Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Perlu Setiap Tahun

Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes dapat diikuti setahun sekali oleh semua usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan usia, mulai dari tekanan darah, gula darah, dan status gizi hingga skrining kanker dan pemeriksaan lansia, dan perlu diulang setiap tahun karena pada 2026 sekitar satu juta peserta yang tahun sebelumnya sehat kini terdeteksi hipertensi, sementara temuan pemeriksaan ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, dan rujukan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Skrining Kanker Leher Rahim Kini Bisa dengan Tes DNA HPV, Bahkan Ambil Sampel Sendiri: Siapa, Kapan, dan Mengapa Penting

Kanker leher rahim sebagian besar dapat dicegah karena berkembang perlahan selama 15 sampai 20 tahun dari infeksi HPV yang menetap, sehingga perempuan dianjurkan skrining mulai usia 30 tahun dengan tes DNA HPV yang kini tersedia dalam Cek Kesehatan Gratis, termasuk pengambilan sampel mandiri, dan hasil positif ditindaklanjuti dengan pengobatan prakanker yang sederhana di puskesmas.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Benjolan di Payudara yang Tidak Nyeri Tetap Perlu Diperiksa: SADARI Setiap Bulan, SADANIS di Puskesmas, dan Peran Mamografi

Kanker payudara adalah kanker penyebab kematian tertinggi pada perempuan Indonesia dan sebagian besar baru ditemukan pada stadium lanjut, padahal benjolan kanker sering tidak nyeri, sehingga perempuan perlu mengenali payudaranya lewat SADARI setiap bulan, mengikuti SADANIS oleh tenaga kesehatan, termasuk melalui Cek Kesehatan Gratis mulai usia 30 tahun, dan segera memeriksakan setiap perubahan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Darah di Tinja Jangan Langsung Dianggap Wasir: Kenali Kanker Usus Besar dan Manfaat Skrining Mulai Usia 45 Tahun

Kanker usus besar sering berawal dari polip jinak dan pada tahap awal sering tanpa gejala, sehingga darah di tinja atau perubahan pola buang air besar tidak boleh langsung dianggap wasir, dan deteksi dini, yang dalam Cek Kesehatan Gratis dimulai usia 45 tahun, dapat menemukan serta mengangkat polip sebelum menjadi kanker.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Perokok Berusia 45 Tahun ke Atas Perlu Tahu Skrining Kanker Paru: Siapa yang Berisiko Tinggi dan Apa Itu CT Dosis Rendah

Kanker paru adalah penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia dan di Indonesia sering baru ditemukan pada stadium lanjut, sehingga orang berisiko tinggi, terutama perokok dan bekas perokok berusia di atas 45 tahun, perlu mengenal skrining dengan CT dosis rendah, mengikuti deteksi dini melalui CKG, dan tetap menjadikan berhenti merokok sebagai pencegahan terbaik.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tes PSA untuk Prostat Bermanfaat, tetapi Hasil Tinggi Belum Tentu Kanker: Pertimbangkan Bersama Dokter Sebelum Diperiksa

Tes PSA dapat membantu menemukan kanker prostat lebih awal, tetapi kadar PSA tinggi juga bisa disebabkan pembesaran prostat, peradangan, atau infeksi saluran kemih, dan tidak semua kanker prostat perlu diobati, sehingga keputusan tes sebaiknya diambil bersama dokter dengan menimbang risiko, manfaat, dan persiapan yang benar.

4 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tes HIV, Sifilis, dan Hepatitis B Saat Hamil Bukan Tuduhan: Pemeriksaan Darah Sederhana untuk Melindungi Bayi

Setiap ibu hamil dianjurkan menjalani tes HIV, sifilis, dan hepatitis B karena ketiga infeksi ini sering tanpa gejala tetapi dapat menular ke bayi, sedangkan bila ditemukan lebih awal, ibu dapat segera diobati dan bayi dapat dilindungi, misalnya dengan suntikan penisilin untuk sifilis serta imunisasi hepatitis B dalam 24 jam setelah lahir.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Periksa Kehamilan Minimal 6 Kali, Dua di Antaranya dengan Dokter dan USG: Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Tetap Penting di Kehamilan Kedua

Kemenkes menetapkan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 2 kali pada trimester kedua, dan 3 kali pada trimester ketiga, termasuk 2 kali oleh dokter dengan USG, karena setiap kunjungan memeriksa tekanan darah, gizi, pertumbuhan janin, dan darah ibu untuk menemukan masalah sebelum menjadi berbahaya, juga pada kehamilan kedua dan seterusnya.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Bayi Baru Lahir Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Kelainan: Kenali Skrining Tetes Darah Tumit dan Pemeriksaan Oksigen Sebelum Pulang

Beberapa kelainan bawaan seperti hipotiroid kongenital, penyakit jantung bawaan kritis, dan kekurangan enzim G6PD sering tidak bergejala saat lahir, sehingga setiap bayi perlu menjalani skrining bayi baru lahir, berupa beberapa tetes darah dari tumit pada usia 48 sampai 72 jam dan pemeriksaan kadar oksigen dengan oksimeter, agar bayi yang terdeteksi dapat segera diobati sebelum timbul kerusakan permanen.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Ditimbang Saja Belum Cukup: Ukur Juga Panjang atau Tinggi Badannya di Posyandu Setiap Bulan untuk Mengenali Stunting Sejak Dini

Stunting adalah kondisi anak lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi menahun yang dapat dimulai sejak dalam kandungan, sehingga anak perlu ditimbang dan diukur panjang atau tinggi badannya di posyandu setiap bulan, agar gangguan pertumbuhan terlihat dari grafik sebelum terlambat dan dapat dicegah dengan ASI eksklusif, protein hewani, dan pemantauan rutin.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

"Nanti Juga Bisa Sendiri"? Pantau Perkembangan Balita dengan KPSP dan Kenali Tanda Bahaya Sebelum Terlambat

Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tetapi ada tanda bahaya perkembangan yang tidak boleh ditunggu, seperti tidak menoleh saat dipanggil pada usia 12 bulan atau belum merangkai dua kata pada usia 24 bulan, sehingga perkembangan balita perlu dipantau berkala dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) agar gangguan ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Membaca Terlalu Dekat atau Sering Mengucek Mata? Gangguan Penglihatan Bisa Diatasi dengan Kacamata Bila Ditemukan Dini

Kelainan refraksi seperti rabun jauh adalah penyebab utama gangguan penglihatan dan dialami sekitar 3,6 juta anak Indonesia, tetapi 3 dari 4 di antaranya belum memakai kacamata, sehingga orang tua perlu mengenali tanda anak sulit melihat dan memeriksakan mata anak sejak dini, sementara pada orang tua dan kakek nenek, katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat diatasi.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Dikira Tidak Fokus, Kakek Minta TV Dikeraskan? Periksa Pendengaran Sejak Bayi hingga Lansia dan Batasi Earphone 60/60

Gangguan pendengaran dapat terjadi sejak lahir hingga lanjut usia, sering tidak terlihat, dan sekitar 60% penyebabnya dapat dicegah, sehingga pendengaran perlu diperiksa sejak bayi, saat sekolah, pada pekerja di tempat bising, dan pada lansia, sambil menerapkan kebiasaan mendengar aman seperti membatasi volume earphone maksimal 60% dan tidak lebih dari 60 menit tanpa jeda.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Ditanya Soal Perasaan Saat Cek Kesehatan? Skrining Kesehatan Jiwa Dianjurkan Setahun Sekali, dan Jawaban Jujur Membuka Jalan Pertolongan

Kemenkes menganjurkan skrining kesehatan jiwa minimal setahun sekali untuk semua kelompok usia, termasuk tiga kali bagi ibu hamil hingga masa nifas, karena gejala cemas dan depresi cukup sering ditemukan, termasuk pada anak, sedangkan depresi umum terjadi dan dapat diobati, sehingga menjawab pertanyaan skrining dengan jujur membantu petugas menindaklanjuti lebih awal.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Lupa Menaruh Kunci Itu Wajar, Lupa Jalan Pulang Tidak: Kenali Tanda Awal Pikun pada Orang Tua dan Kapan Perlu Diperiksa

Lupa sesekali adalah hal wajar, tetapi pikun atau demensia bukan bagian normal dari penuaan, sehingga keluarga perlu mengenali tanda awalnya, seperti tersesat di tempat yang dikenal, mengulang pertanyaan yang sama, sulit mengerjakan tugas sehari-hari, atau perubahan perilaku, lalu membawa orang tua untuk diperiksa sedini mungkin, termasuk melalui pemeriksaan geriatri dalam Cek Kesehatan Gratis.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Posyandu Bukan Cuma untuk Balita: Orang Dewasa dan Lansia Bisa Cek Tekanan Darah, Gula Darah, dan Lingkar Perut Setiap Bulan di Dekat Rumah

Posyandu kini melayani seluruh siklus hidup, termasuk usia produktif dan lansia, dengan hari buka setiap bulan di dekat rumah untuk mengukur berat badan, lingkar perut, dan tekanan darah serta memeriksa gula darah dan kolesterol, sehingga penyakit tidak menular yang sering tanpa gejala dapat dipantau di antara jadwal Cek Kesehatan Gratis tahunan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Remaja Putri Sering Lemas dan Sulit Konsentrasi? Kenali Anemia dan Mengapa Tablet Tambah Darah Seminggu Sekali Itu Penting

Remaja putri berisiko anemia karena kehilangan darah saat haid dan kebutuhan zat besi yang tinggi, padahal anemia menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi, dan prestasi belajar serta dapat berdampak hingga kehamilan kelak, sehingga Kemenkes menganjurkan remaja putri minum satu tablet tambah darah setiap minggu, disertai makanan kaya zat besi.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Bercak Putih atau Kemerahan yang Mati Rasa Jangan Disangka Panu: Kenali Kusta, Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Obat Gratis

Kusta disebabkan bakteri, bukan kutukan atau keturunan, dan tanda awalnya sering berupa bercak putih atau kemerahan yang mati rasa yang mudah disangka panu, padahal bila ditemukan dini kusta dapat disembuhkan dengan obat gratis di puskesmas selama 6 sampai 12 bulan, penularan berhenti setelah pengobatan dimulai, dan kecacatan dapat dicegah.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Ke Dokter Gigi Baru Saat Sakit? Periksa Setiap 6 Bulan Agar Lubang Kecil Cukup Ditambal, Bukan Telanjur Dicabut

Gigi berlubang adalah penyakit tersering di dunia dan hasil Cek Kesehatan Gratis menunjukkan masalah gigi paling banyak ditemukan pada anak sekolah, padahal masalah gigi dapat ditemukan lebih awal sebelum parah, sehingga gigi perlu diperiksakan ke dokter gigi setiap 6 bulan walau tanpa keluhan agar dapat ditambal lebih awal, lebih murah, dan tidak sampai dicabut.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Ikut Cek Kesehatan Gratis di Sekolah? Isi Kuesionernya, Tanyakan Hasilnya, dan Tindak Lanjuti Temuannya

Cek Kesehatan Gratis di sekolah memeriksa anak usia 7 sampai 17 tahun, mulai dari gizi, tekanan darah, gigi, mata, telinga, hingga kesehatan jiwa dan anemia sesuai jenjang, tetapi manfaatnya baru terasa bila orang tua ikut mengisi kuesioner, menanyakan hasilnya, dan membawa anak ke puskesmas bila ada temuan yang perlu ditindaklanjuti.

3 menit bacaBaca artikel

Koleksi edukasi umum dari Bacaan Cepat Dokter Erta. Daftar pustaka tersedia di setiap artikel. Untuk diagnosis dan pengobatan, diskusikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan.

Jelajahi arsip artikel Kiera sebelumnya

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin