Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Ditanya Soal Perasaan Saat Cek Kesehatan? Skrining Kesehatan Jiwa Dianjurkan Setahun Sekali, dan Jawaban Jujur Membuka Jalan Pertolongan

Kemenkes menganjurkan skrining kesehatan jiwa minimal setahun sekali untuk semua kelompok usia, termasuk tiga kali bagi ibu hamil hingga masa nifas, karena gejala cemas dan depresi cukup sering ditemukan, termasuk pada anak, sedangkan depresi umum terjadi dan dapat diobati, sehingga menjawab pertanyaan skrining dengan jujur membantu petugas menindaklanjuti lebih awal.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa kesehatan jiwa juga diskrining
  2. Siapa dan kapan
  3. Setelah hasilnya keluar
  4. Jangan salah paham
  5. Kapan tidak boleh menunggu
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ayah berusia 40 tahun yang sedang mengikuti Cek Kesehatan Gratis. Setelah tekanan darahnya diukur, petugas menanyakan beberapa hal: apakah akhir-akhir ini ia sering merasa sedih, cemas, atau kehilangan minat pada hal yang biasa disukai. Ia ragu. "Kalau saya jujur, nanti dianggap gila," pikirnya.

Keraguan ini sangat manusiawi. Namun, pertanyaan itu justru dibuat untuk menolong, bukan memberi cap.

Mengapa kesehatan jiwa juga diskrining

Menurut WHO, depresi adalah gangguan yang umum, dialami sekitar 5,2% orang dewasa di dunia. Depresi berbeda dari perubahan suasana hati sehari-hari, dan dapat diobati, baik dengan terapi psikologis maupun obat. Sayangnya, stigma sering membuat orang enggan mencari pertolongan.

Menurut WHO, pada depresi seseorang merasa sedih, mudah marah, atau hampa, atau kehilangan minat pada kegiatan yang biasa disukai, hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, selama paling sedikit dua minggu. Gejala lain dapat berupa sulit berkonsentrasi, merasa bersalah atau tidak berharga, putus asa, tidur terganggu, nafsu makan berubah, dan sangat lelah. Karena itu, jawablah pertanyaan skrining sesuai yang benar-benar dirasakan.

Menurut Kemenkes, skrining kesehatan jiwa adalah langkah deteksi dini, agar bila ditemukan tanda masalah, pertolongan dapat diberikan lebih cepat dan tepat.

Hasil Cek Kesehatan Gratis 2025 sampai 2026 menunjukkan pentingnya hal ini. Dari sekitar 7 juta anak yang diskrining, 4,4% menunjukkan gejala cemas dan 4,8% menunjukkan gejala depresi.

Siapa dan kapan

Menurut Kemenkes, skrining kesehatan jiwa dianjurkan minimal setahun sekali untuk semua kelompok usia, dari ibu hamil, anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Bila ada indikasi, skrining boleh dilakukan lebih sering. Orang dengan penyakit kronis termasuk sasaran prioritas.

Khusus ibu hamil, skrining dianjurkan tiga kali:

  • saat pemeriksaan kehamilan pertama di trimester pertama;
  • saat kunjungan kelima di trimester ketiga;
  • saat kunjungan nifas, 8 sampai 28 hari setelah melahirkan.

Skrining dapat dilakukan di puskesmas, juga secara digital melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

Setelah hasilnya keluar

Menurut Kemenkes, hasil skrining ditindaklanjuti oleh puskesmas. Untuk anak sekolah, guru bimbingan konseling dan guru kelas didorong untuk ikut mendampingi. Pemerintah juga menjamin kerahasiaan data pribadi anak untuk mencegah stigma.

Jangan salah paham

"Kalau jujur, nanti dicap gila." Skrining bertujuan menemukan beban sejak dini agar bisa ditolong, dan masalah seperti depresi umum terjadi serta dapat diobati.

"Hasil bergejala berarti pasti gangguan jiwa berat." Hasil skrining menunjukkan gejala yang perlu ditindaklanjuti, bukan vonis akhir.

"Saya tidak merasa sakit, jadi tidak perlu." Skrining dianjurkan untuk semua orang, setidaknya setahun sekali.

Kapan tidak boleh menunggu

Bila muncul pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera cari pertolongan: datang ke IGD terdekat dan minta orang tepercaya mendampingi.

Peran keluarga

Menurut Kemenkes, kesehatan jiwa anak dipengaruhi juga oleh keluarga, pertemanan, dan sekolah. Dengarkan tanpa menghakimi, dampingi saat skrining atau kontrol, dan jangan menjadikan hasil skrining bahan ejekan. WHO juga menyarankan untuk tetap melakukan kegiatan yang disukai, menjaga hubungan dengan keluarga dan teman, bergerak teratur, dan berbicara dengan orang yang dipercaya.

Ingat 3 hal ini

  1. Skrining kesehatan jiwa dianjurkan minimal setahun sekali untuk semua usia.
  2. Jawab dengan jujur; hasilnya ditindaklanjuti oleh puskesmas.
  3. Depresi umum terjadi dan dapat diobati.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, guru, dan rekan kerja, agar lebih banyak orang berani memeriksakan kesehatan jiwanya.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI. Skrining kesehatan jiwa minimal setahun sekali. Rilis berita, 25 Oktober 2024.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Alarm kesehatan mental anak: CKG temukan ratusan ribu anak bergejala cemas dan depresi. Rilis berita, 9 Maret 2026.
  3. World Health Organization. Depressive disorder (depression). Fact sheet, 11 September 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup memerlukan pertolongan segera ke IGD atau layanan krisis kesehatan jiwa.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Informasi saluran pertolongan dalam versi website disesuaikan menjadi arahan menuju IGD dan pendampingan orang tepercaya.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin