Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Kesehatan jiwa sehari-hari

Judi Online Bukan Jalan Pintas: Kenali Tanda Kecanduan, Dampaknya bagi Keluarga, dan Cara Mencari Pertolongan

Gangguan judi digolongkan sebagai gangguan jiwa yang mirip kecanduan zat, ditandai sulit mengendalikan diri, judi makin diutamakan, dan terus berjudi walau merugi, dengan dampak pada keuangan keluarga, hubungan, kesehatan jiwa, hingga risiko bunuh diri, padahal terapi seperti terapi perilaku kognitif dan wawancara motivasi tersedia, termasuk di klinik adiksi perilaku rumah sakit jiwa pemerintah.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa judi bisa menjadi kecanduan
  2. Tanda yang perlu diwaspadai
  3. Dampaknya meluas ke keluarga
  4. Jangan salah paham
  5. Pertolongan tersedia
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang suami yang awalnya hanya iseng memasang taruhan kecil lewat ponsel. Sekali menang, ia merasa beruntung. Saat kalah, ia bermain lagi untuk "balik modal". Beberapa bulan kemudian, ia diam-diam meminjam uang, menjual perhiasan istrinya, sulit tidur, dan mudah marah di rumah.

Kisah seperti ini bukan sekadar soal uang. Menurut WHO dan Kemenkes, kecanduan judi adalah gangguan jiwa yang dapat diobati.

Mengapa judi bisa menjadi kecanduan

Menurut Kemenkes, gangguan judi digolongkan sejajar dengan kecanduan zat, karena memiliki banyak kesamaan. WHO menyebut tiga cirinya:

  1. kendali diri terganggu;
  2. judi makin diutamakan dibanding kegiatan lain;
  3. tetap berjudi walau sudah menimbulkan kerugian.

Kemenkes menambahkan, orang dengan gangguan judi cenderung menaikkan taruhan untuk merasakan kesenangan yang sama, merasa gelisah dan mudah tersinggung saat mencoba berhenti, dan berulang kali gagal berhenti. WHO juga menyebut judi daring bisa diakses kapan saja dan di mana saja, dan desain produknya dapat mendorong orang bermain lebih lama.

Tanda yang perlu diwaspadai

NHS memberikan beberapa pertanyaan sederhana:

  • apakah Anda bertaruh melebihi kemampuan?
  • apakah Anda butuh taruhan makin besar untuk merasakan hal yang sama?
  • apakah Anda bermain lagi untuk mengejar kekalahan?
  • apakah Anda meminjam uang atau menjual barang untuk berjudi?
  • apakah judi menimbulkan masalah keuangan di rumah, atau membuat Anda merasa bersalah?

Menurut Kemenkes, orang dengan gangguan judi juga dapat berbohong untuk menyembunyikan kerugian dari orang tercinta, serta mengalami gangguan pola makan dan tidur.

Dampaknya meluas ke keluarga

WHO mencatat judi dapat memicu gangguan jiwa dan bunuh diri, mengalihkan uang belanja rumah tangga, merusak hubungan, memicu kekerasan dalam keluarga, hingga penelantaran anak. Untuk setiap satu orang yang berjudi dengan risiko tinggi, rata-rata enam orang lain ikut terdampak.

Jangan salah paham

"Kalau terus main, pasti balik modal." Mengejar kekalahan justru salah satu tanda masalah judi. NHS menegaskan, jangan memandang judi sebagai cara mencari uang.

"Ini hanya soal kemauan." Kecanduan judi adalah gangguan jiwa. Menurut Kemenkes, sebagian orang berjudi sebagai pelarian dari rasa depresi, cemas, bosan, atau kesepian.

Pertolongan tersedia

Menurut WHO, terapi paling efektif adalah terapi perilaku kognitif jangka panjang dan wawancara motivasi. WHO juga mencatat stigma dan rasa malu sering membuat orang enggan mencari pertolongan.

Di Indonesia, menurut Kemenkes, PKJN RS Marzoeki Mahdi membuka Klinik Adiksi Perilaku dengan layanan rawat jalan, termasuk konseling keluarga atau pasangan, serta rawat inap 28 hari bila judi sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, menimbulkan utang, kecemasan berat, atau keterlibatan kriminal.

Langkah perlindungan menurut NHS:

  • minta bank memblokir transaksi ke situs dan aplikasi judi;
  • bayar tagihan penting lebih dulu saat gajian;
  • hadapi utang, jangan diabaikan;
  • habiskan waktu dengan keluarga dan teman yang tidak berjudi;
  • bicarakan dengan orang yang dipercaya.

Peran keluarga

Hindari mempermalukan, karena rasa malu bisa membuat seseorang makin menutup diri. Ajak bicara dengan tenang, lindungi keuangan rumah tangga, dan dampingi mencari pertolongan. Bila muncul pikiran bunuh diri, segera cari bantuan tenaga kesehatan.

Ingat 3 hal ini

  1. Kecanduan judi adalah gangguan jiwa yang mirip kecanduan zat, dan bisa diobati.
  2. Mengejar kekalahan dan meminjam uang untuk berjudi adalah tanda bahaya.
  3. Dampaknya mengenai seluruh keluarga, jadi pertolongan juga melibatkan keluarga.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga dan sahabat, terutama yang mungkin sedang diam-diam berjuang.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Gambling. Fact sheet, 2 Desember 2024.
  2. NHS. Help for problems with gambling. Ditinjau 8 Desember 2023.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Tingkat candu judi online seperti zat adiktif. Siaran pers, 10 Juli 2024.
  4. Kementerian Kesehatan RI. Upaya pemulihan untuk pecandu judi online. Siaran pers, 10 Juli 2024.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Terlilit utang, menyembunyikan kekalahan, menjual barang keluarga, kecemasan berat, keterlibatan dalam tindak kriminal, atau pikiran bunuh diri memerlukan pertolongan tenaga kesehatan jiwa segera.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Kesehatan jiwa sehari-hari

Menjaga Kesehatan Jiwa Tidak Perlu Menunggu Sakit: Lima Langkah Sederhana yang Bisa Dimulai Hari Ini

Kesehatan jiwa adalah kemampuan menghadapi tekanan hidup, belajar, bekerja, dan berperan bagi sekitar, dan dapat dirawat setiap hari lewat lima langkah sederhana: terhubung dengan orang lain, bergerak aktif, belajar hal baru, berbuat baik, dan hadir pada saat ini, ditambah mengenali pola diri sendiri, membatasi layar dan alkohol, serta mencari bantuan bila perubahan berlangsung lama.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Remaja, Media Sosial, dan Perundungan: Tanda Anak Sedang Tidak Baik-Baik Saja dan Cara Orang Tua Mendampingi

Menurut WHO, satu dari tujuh remaja usia 10 sampai 19 tahun mengalami gangguan jiwa yang sering tidak dikenali, sementara penggunaan media sosial yang bermasalah dan perundungan dapat memperburuk suasana hati, tidur, dan prestasi, sehingga orang tua perlu mengenali perubahan emosi, perilaku, dan kebiasaan anak, membuka percakapan tanpa menghakimi, dan mencari bantuan bila tanda-tandanya menetap.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Kesepian Bukan Sekadar Perasaan: Dampaknya pada Jantung dan Pikiran, dan Cara Sederhana Menyambung Kembali

Menurut WHO, kesepian dialami sekitar 1 dari 6 orang di dunia dan berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke, penyakit jantung, diabetes, penurunan daya ingat, depresi, dan kematian dini, sehingga langkah kecil seperti menghubungi teman, menyapa tetangga, ikut kegiatan kelompok, dan rutin mengunjungi orang tua yang tinggal sendiri ikut menjaga kesehatan.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin