Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Skrining Kanker Leher Rahim Kini Bisa dengan Tes DNA HPV, Bahkan Ambil Sampel Sendiri: Siapa, Kapan, dan Mengapa Penting

Kanker leher rahim sebagian besar dapat dicegah karena berkembang perlahan selama 15 sampai 20 tahun dari infeksi HPV yang menetap, sehingga perempuan dianjurkan skrining mulai usia 30 tahun dengan tes DNA HPV yang kini tersedia dalam Cek Kesehatan Gratis, termasuk pengambilan sampel mandiri, dan hasil positif ditindaklanjuti dengan pengobatan prakanker yang sederhana di puskesmas.

Daftar isi bacaan
  1. Kanker yang bisa dicegah
  2. Siapa dan kapan
  3. Tes DNA HPV dan sampel mandiri
  4. Bila hasilnya positif
  5. Jangan salah paham
  6. Gejala yang perlu segera diperiksa
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ibu berusia 38 tahun yang selalu menunda pemeriksaan leher rahim. Ia merasa sehat, haidnya teratur, dan terus terang ia malu diperiksa. "Nanti saja kalau ada keluhan," pikirnya.

Padahal, untuk kanker leher rahim, menunggu keluhan bisa berarti terlambat. Kabar baiknya, kini ada cara pemeriksaan yang lebih mudah dan nyaman.

Kanker yang bisa dicegah

Menurut WHO, kanker leher rahim adalah kanker kelima tersering pada perempuan, dengan sekitar 604.000 kasus baru dan 280.000 kematian di dunia pada 2024. Namun, kanker ini sebagian besar dapat dicegah, dan dapat disembuhkan bila ditemukan dini.

Penyebabnya adalah infeksi HPV yang menetap. Menurut WHO, hampir semua orang yang aktif secara seksual pernah terinfeksi HPV, dan biasanya sistem imun membersihkannya sendiri. Namun, bila infeksi menetap, sel-sel leher rahim bisa berubah menjadi prakanker, lalu kanker. Prosesnya biasanya memakan waktu 15 sampai 20 tahun.

Rentang waktu panjang inilah yang membuat skrining sangat berguna: prakanker bisa ditemukan dan diobati sebelum berubah menjadi kanker.

Siapa dan kapan

Menurut WHO:

  • perempuan mulai usia 30 tahun, dengan tes berkinerja tinggi setiap 5 sampai 10 tahun;
  • perempuan dengan HIV mulai usia 25 tahun, setiap 3 sampai 5 tahun, karena risikonya enam kali lebih tinggi.

Target WHO untuk menghapus kanker ini adalah 70% perempuan diskrining dengan tes berkinerja tinggi sebelum usia 35 tahun dan sekali lagi sebelum usia 45 tahun. Artinya, setiap perempuan sebaiknya diskrining setidaknya dua kali seumur hidup.

Di Indonesia, deteksi dini kanker leher rahim termasuk dalam Cek Kesehatan Gratis untuk perempuan mulai usia 30 tahun.

Tes DNA HPV dan sampel mandiri

Sejak 2026, Kemenkes mengintegrasikan tes DNA HPV ke dalam CKG, termasuk pengambilan sampel mandiri. Perempuan dapat mengambil sampelnya sendiri dengan pendampingan petugas, sehingga lebih mudah dan nyaman. Menurut WHO, sampel mandiri sama andalnya dengan sampel yang diambil tenaga kesehatan.

Bila hasilnya positif

Hasil positif bukan berarti kanker. Menurut WHO, petugas akan memeriksa leher rahim untuk mencari perubahan prakanker. Pengobatan prakanker sederhana dan efektif, misalnya ablasi termal yang menghancurkan sel abnormal dengan panas. Menurut Kemenkes, pengobatan ini telah disiapkan di puskesmas, sedangkan BPJS Kesehatan berperan pada rujukan dan pengobatan lanjutan.

Jangan salah paham

"Tidak ada keluhan, berarti aman." Menurut WHO, prakanker jarang menimbulkan gejala. Justru karena itu skrining diperlukan.

"Sudah vaksin HPV, tidak perlu skrining." WHO menegaskan skrining tetap penting walaupun sudah divaksin.

Gejala yang perlu segera diperiksa

Menurut WHO, segera periksakan diri bila ada perdarahan di antara haid, setelah berhubungan, atau setelah menopause, keputihan yang bertambah atau berbau, nyeri panggul, punggung, atau kaki yang menetap, berat badan turun, mudah lelah, atau kaki bengkak.

Peran keluarga

Pasangan dapat mendukung dengan mengantar dan menyemangati. WHO juga menyebut berhenti merokok dan memakai kondom membantu mengurangi risiko. Untuk anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun, vaksin HPV melengkapi perlindungan.

Ingat 3 hal ini

  1. Kanker leher rahim berkembang lambat, sehingga skrining bisa mencegahnya.
  2. Mulai usia 30 tahun, ikuti tes DNA HPV di CKG; sampel mandiri tersedia.
  3. Hasil positif berarti perlu tindak lanjut, bukan berarti pasti kanker.

Bagikan bacaan ini kepada perempuan di keluarga Anda yang berusia 30 tahun ke atas, dan kepada pasangannya.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Cervical cancer. Fact sheet, 3 Juli 2026.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Skrining kanker leher rahim terintegrasi program CKG, pemerintah perluas akses DNA HPV dan self-sampling. Siaran pers, 27 Januari 2026.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Perdarahan di antara haid, setelah berhubungan, atau setelah menopause, keputihan yang bertambah atau berbau, nyeri panggul, punggung, atau kaki yang menetap, berat badan turun, dan kaki bengkak perlu segera diperiksakan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Vaksinasi dan pencegahan infeksi

Vaksin HPV untuk Anak Perempuan Kelas 5 SD: Satu Suntikan Hari Ini, Perlindungan dari Kanker Leher Rahim di Masa Depan

Sebagian besar kanker leher rahim disebabkan infeksi HPV berisiko tinggi, dan vaksin HPV paling efektif bila diberikan pada anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun sebelum aktif secara seksual; vaksin ini tidak mengandung virus hidup, efek sampingnya umumnya ringan, isu kemandulan adalah hoaks, dan skrining tetap diperlukan saat dewasa.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tahun Lalu Hasilnya Normal, Perlukah Cek Kesehatan Gratis Lagi? Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Perlu Setiap Tahun

Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes dapat diikuti setahun sekali oleh semua usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan usia, mulai dari tekanan darah, gula darah, dan status gizi hingga skrining kanker dan pemeriksaan lansia, dan perlu diulang setiap tahun karena pada 2026 sekitar satu juta peserta yang tahun sebelumnya sehat kini terdeteksi hipertensi, sementara temuan pemeriksaan ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, dan rujukan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Perokok Berusia 45 Tahun ke Atas Perlu Tahu Skrining Kanker Paru: Siapa yang Berisiko Tinggi dan Apa Itu CT Dosis Rendah

Kanker paru adalah penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia dan di Indonesia sering baru ditemukan pada stadium lanjut, sehingga orang berisiko tinggi, terutama perokok dan bekas perokok berusia di atas 45 tahun, perlu mengenal skrining dengan CT dosis rendah, mengikuti deteksi dini melalui CKG, dan tetap menjadikan berhenti merokok sebagai pencegahan terbaik.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin