Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu berusia 38 tahun yang selalu menunda pemeriksaan leher rahim. Ia merasa sehat, haidnya teratur, dan terus terang ia malu diperiksa. "Nanti saja kalau ada keluhan," pikirnya.
Padahal, untuk kanker leher rahim, menunggu keluhan bisa berarti terlambat. Kabar baiknya, kini ada cara pemeriksaan yang lebih mudah dan nyaman.
Kanker yang bisa dicegah
Menurut WHO, kanker leher rahim adalah kanker kelima tersering pada perempuan, dengan sekitar 604.000 kasus baru dan 280.000 kematian di dunia pada 2024. Namun, kanker ini sebagian besar dapat dicegah, dan dapat disembuhkan bila ditemukan dini.
Penyebabnya adalah infeksi HPV yang menetap. Menurut WHO, hampir semua orang yang aktif secara seksual pernah terinfeksi HPV, dan biasanya sistem imun membersihkannya sendiri. Namun, bila infeksi menetap, sel-sel leher rahim bisa berubah menjadi prakanker, lalu kanker. Prosesnya biasanya memakan waktu 15 sampai 20 tahun.
Rentang waktu panjang inilah yang membuat skrining sangat berguna: prakanker bisa ditemukan dan diobati sebelum berubah menjadi kanker.
Siapa dan kapan
Menurut WHO:
- perempuan mulai usia 30 tahun, dengan tes berkinerja tinggi setiap 5 sampai 10 tahun;
- perempuan dengan HIV mulai usia 25 tahun, setiap 3 sampai 5 tahun, karena risikonya enam kali lebih tinggi.
Target WHO untuk menghapus kanker ini adalah 70% perempuan diskrining dengan tes berkinerja tinggi sebelum usia 35 tahun dan sekali lagi sebelum usia 45 tahun. Artinya, setiap perempuan sebaiknya diskrining setidaknya dua kali seumur hidup.
Di Indonesia, deteksi dini kanker leher rahim termasuk dalam Cek Kesehatan Gratis untuk perempuan mulai usia 30 tahun.
Tes DNA HPV dan sampel mandiri
Sejak 2026, Kemenkes mengintegrasikan tes DNA HPV ke dalam CKG, termasuk pengambilan sampel mandiri. Perempuan dapat mengambil sampelnya sendiri dengan pendampingan petugas, sehingga lebih mudah dan nyaman. Menurut WHO, sampel mandiri sama andalnya dengan sampel yang diambil tenaga kesehatan.
Bila hasilnya positif
Hasil positif bukan berarti kanker. Menurut WHO, petugas akan memeriksa leher rahim untuk mencari perubahan prakanker. Pengobatan prakanker sederhana dan efektif, misalnya ablasi termal yang menghancurkan sel abnormal dengan panas. Menurut Kemenkes, pengobatan ini telah disiapkan di puskesmas, sedangkan BPJS Kesehatan berperan pada rujukan dan pengobatan lanjutan.
Jangan salah paham
"Tidak ada keluhan, berarti aman." Menurut WHO, prakanker jarang menimbulkan gejala. Justru karena itu skrining diperlukan.
"Sudah vaksin HPV, tidak perlu skrining." WHO menegaskan skrining tetap penting walaupun sudah divaksin.
Gejala yang perlu segera diperiksa
Menurut WHO, segera periksakan diri bila ada perdarahan di antara haid, setelah berhubungan, atau setelah menopause, keputihan yang bertambah atau berbau, nyeri panggul, punggung, atau kaki yang menetap, berat badan turun, mudah lelah, atau kaki bengkak.
Peran keluarga
Pasangan dapat mendukung dengan mengantar dan menyemangati. WHO juga menyebut berhenti merokok dan memakai kondom membantu mengurangi risiko. Untuk anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun, vaksin HPV melengkapi perlindungan.
Ingat 3 hal ini
- Kanker leher rahim berkembang lambat, sehingga skrining bisa mencegahnya.
- Mulai usia 30 tahun, ikuti tes DNA HPV di CKG; sampel mandiri tersedia.
- Hasil positif berarti perlu tindak lanjut, bukan berarti pasti kanker.
Bagikan bacaan ini kepada perempuan di keluarga Anda yang berusia 30 tahun ke atas, dan kepada pasangannya.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Cervical cancer. Fact sheet, 3 Juli 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Skrining kanker leher rahim terintegrasi program CKG, pemerintah perluas akses DNA HPV dan self-sampling. Siaran pers, 27 Januari 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Cervical cancer (fact sheet, 3 July 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI — Skrining Kanker Leher Rahim Terintegrasi Program CKG, Pemerintah Perluas Akses DNA HPV dan Self-Sampling (siaran pers, 27 January 2026)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Cek Kesehatan Gratis: Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan yang Kamu Dapatkan (4 February 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Perdarahan di antara haid, setelah berhubungan, atau setelah menopause, keputihan yang bertambah atau berbau, nyeri panggul, punggung, atau kaki yang menetap, berat badan turun, dan kaki bengkak perlu segera diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
