Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Vaksinasi dan pencegahan infeksi

Vaksin HPV untuk Anak Perempuan Kelas 5 SD: Satu Suntikan Hari Ini, Perlindungan dari Kanker Leher Rahim di Masa Depan

Sebagian besar kanker leher rahim disebabkan infeksi HPV berisiko tinggi, dan vaksin HPV paling efektif bila diberikan pada anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun sebelum aktif secara seksual; vaksin ini tidak mengandung virus hidup, efek sampingnya umumnya ringan, isu kemandulan adalah hoaks, dan skrining tetap diperlukan saat dewasa.

Daftar isi bacaan
  1. HPV dan kanker leher rahim
  2. Mengapa diberikan sejak usia SD
  3. Seberapa efektif?
  4. Jangan salah paham
  5. Efek samping dan siapa yang perlu menunda
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ibu yang menerima surat izin imunisasi HPV dari sekolah putrinya yang duduk di kelas 5. Di grup percakapan orang tua, beredar pesan bahwa vaksin ini membuat mandul. Ada pula yang bertanya, "Anak sekecil ini, untuk apa vaksin penyakit orang dewasa?"

Pertanyaan itu wajar. Jawabannya ternyata cukup menenangkan.

HPV dan kanker leher rahim

Menurut WHO, HPV adalah kelompok virus yang sangat umum dan menular melalui hubungan seksual. Pada sekitar 90 persen orang, tubuh dapat membersihkan infeksinya sendiri. Namun infeksi HPV tipe berisiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan kanker leher rahim. Kemenkes mencatat sekitar 95 persen kasus kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi ini.

Mengapa diberikan sejak usia SD

WHO menganjurkan vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun, sebelum aktif secara seksual. Vaksin ini bekerja mencegah, bukan mengobati infeksi yang sudah terjadi. Karena itu, perlindungan paling baik diberikan jauh sebelum ada kemungkinan terpapar.

Di Indonesia, imunisasi HPV diberikan lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah setiap Agustus kepada siswi kelas 5 SD. Menurut Kemenkes, sejak 2025 cukup satu dosis, sesuai rekomendasi kelompok ahli WHO. Anak yang terlewat dapat diimunisasi di Puskesmas.

Seberapa efektif?

Ayo Sehat Kemenkes mengutip data Amerika Serikat sejak vaksin HPV mulai dipakai pada 2006: infeksi jenis HPV penyebab sebagian besar kanker turun 88 persen pada remaja perempuan, dan prakanker leher rahim pada perempuan yang divaksin turun 40 persen.

Jangan salah paham

"Vaksin HPV bikin mandul." Kemenkes menegaskan, informasi ini adalah hoaks.

"Vaksinnya bisa menularkan HPV atau menyebabkan kanker." Menurut WHO, vaksin HPV tidak mengandung virus hidup maupun DNA virus, sehingga tidak dapat menyebabkan kanker.

"Sudah divaksin, berarti tidak perlu skrining lagi." WHO tetap menganjurkan perempuan menjalani skrining kanker leher rahim setiap 5 sampai 10 tahun mulai usia 30 tahun, karena prakanker jarang menimbulkan gejala.

Efek samping dan siapa yang perlu menunda

Menurut Kemenkes, reaksi yang mungkin muncul umumnya ringan: kemerahan, bengkak, dan nyeri ringan di bekas suntikan yang timbul sehari setelahnya dan hilang dalam 1 sampai 3 hari, kadang disertai demam.

Ayo Sehat Kemenkes, mengutip WHO, menyebut vaksin tidak diberikan pada orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap bahan vaksin atau dosis sebelumnya, atau yang sedang hamil. Anak dengan sakit ringan seperti pilek tetap boleh divaksin, sedangkan yang sakit sedang atau berat sebaiknya menunggu hingga pulih.

Peran keluarga

Tanda tangani surat izin imunisasi dan bicarakan dengan anak bahwa suntikan ini adalah hadiah perlindungan untuk masa depannya. Bila ragu, tanyakan langsung kepada petugas kesehatan, bukan pada pesan berantai. Dan bagi ibu serta perempuan dewasa di rumah, jangan lupakan skrining untuk diri sendiri.

Ingat 3 hal ini

  1. Sebagian besar kanker leher rahim disebabkan HPV, dan vaksin paling efektif diberikan sejak usia 9 sampai 14 tahun.
  2. Di sekolah, imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 SD kini cukup satu dosis.
  3. Isu kemandulan adalah hoaks, dan perempuan dewasa tetap perlu skrining.

Bagikan bacaan ini kepada orang tua yang memiliki anak perempuan usia sekolah dasar, serta guru dan pengurus sekolah.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Human papillomavirus and cancer. Fact sheet, 5 March 2024.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Ayo Sehat. Accessed 7 October 2026.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Vaksin HPV, mencegah kanker leher rahim dan mewujudkan generasi sehat. Ayo Sehat, 11 Agustus 2023.
  4. Kementerian Kesehatan RI. Vaksin HPV bikin mandul?? Itu hoaks. 9 Oktober 2023.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Beri tahu petugas sebelum imunisasi bila anak pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin atau bahan vaksin, sedang sakit sedang atau berat, atau sedang hamil.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin