Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tahun Lalu Hasilnya Normal, Perlukah Cek Kesehatan Gratis Lagi? Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Perlu Setiap Tahun

Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes dapat diikuti setahun sekali oleh semua usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan usia, mulai dari tekanan darah, gula darah, dan status gizi hingga skrining kanker dan pemeriksaan lansia, dan perlu diulang setiap tahun karena pada 2026 sekitar satu juta peserta yang tahun sebelumnya sehat kini terdeteksi hipertensi, sementara temuan pemeriksaan ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, dan rujukan.

Daftar isi bacaan
  1. Apa itu Cek Kesehatan Gratis
  2. Yang diperiksa pada dewasa dan lansia
  3. Mengapa harus setiap tahun
  4. Kabar baiknya
  5. Jangan salah paham
  6. Cara mendaftar
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan seorang bapak berusia 46 tahun yang tahun lalu ikut Cek Kesehatan Gratis di puskesmas. Hasilnya normal, dan ia merasa lega. Tahun ini ia enggan datang lagi. "Kan tahun lalu sudah sehat," katanya. Ia tidak tahu bahwa tekanan darahnya pelan-pelan naik tanpa terasa.

Pikiran seperti ini wajar. Namun, data Kemenkes tahun 2026 menunjukkan mengapa pemeriksaan perlu diulang.

Apa itu Cek Kesehatan Gratis

Menurut Kemenkes, Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat diikuti semua usia, setahun sekali, dengan jenis pemeriksaan yang disesuaikan usia dan kondisi. Pemeriksaan diawali wawancara tentang keluhan, riwayat penyakit, dan faktor risiko, untuk menentukan pemeriksaan lanjutan yang sesuai.

Yang diperiksa pada dewasa dan lansia

Menurut Kemenkes, antara lain:

  • tekanan darah, gula darah, status gizi, dan kebiasaan merokok;
  • penglihatan, pendengaran, serta kesehatan gigi dan mulut;
  • skrining kesehatan jiwa dan tuberkulosis;
  • hepatitis B, hepatitis C, serta tanda pengerasan hati;
  • bagi penderita hipertensi atau diabetes usia 40 tahun ke atas: risiko penyakit jantung, ginjal, dan stroke;
  • perempuan mulai 30 tahun: deteksi dini kanker payudara dan leher rahim;
  • mulai 45 tahun: deteksi dini kanker paru dan usus;
  • lansia 60 tahun ke atas: pemeriksaan geriatri.

Mengapa harus setiap tahun

Pada 2026, Kemenkes memeriksa ulang 9,2 juta peserta yang tahun sebelumnya tidak memiliki tekanan darah tinggi. Hasilnya, sekitar satu juta orang kini terdeteksi hipertensi. Dari 1,3 juta peserta prahipertensi, 247 ribu sudah menjadi hipertensi. Pada pemeriksaan ulang 8,3 juta peserta, 188 ribu orang terdeteksi diabetes baru.

Kemenkes menegaskan, status kesehatan bersifat dinamis. Penyakit seperti hipertensi dan diabetes sering tidak bergejala, sehingga kita tidak bisa hanya menunggu keluhan. Pada 2026, Kemenkes memfokuskan tindak lanjut CKG pada tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi, karena ketiganya merupakan pemicu utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Kabar baiknya

Pemeriksaan rutin juga membantu pengobatan berhasil. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang kembali memeriksakan diri, 1,1 juta berhasil mengendalikan tekanan darahnya ke rentang normal.

Jangan salah paham

"Tahun lalu normal, tahun ini pasti sama." Data CKG 2026 membuktikan sebaliknya.

"Nanti kalau hasilnya jelek, malah repot." Menurut Kemenkes, lebih cepat tahu berarti lebih mudah ditangani. Hasil CKG ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, pemantauan, dan rujukan di puskesmas. Obat hipertensi, diabetes, dan kolesterol bahkan dapat diberikan gratis hingga 15 hari pertama sesuai indikasi, sebelum dilanjutkan melalui JKN.

Cara mendaftar

Menurut Kemenkes:

  1. Daftar melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.
  2. Datang sesuai jadwal dan jam layanan puskesmas.
  3. Isi kuesioner dan bawa identitas diri.
  4. Lihat hasil dan notifikasi di aplikasi.

Peran keluarga

Daftarkan anggota keluarga bersama-sama, terutama orang tua yang jarang ke fasilitas kesehatan. Bantu mereka mengisi kuesioner dan menindaklanjuti hasilnya. Anak usia sekolah juga dapat mengikuti CKG di sekolah; menurut Kemenkes, 11,1 juta peserta CKG hingga Juli 2026 adalah anak sekolah.

Ingat 3 hal ini

  1. CKG gratis untuk semua usia dan bisa diikuti setiap tahun.
  2. Hasil normal tahun lalu belum menjamin kondisi tahun ini.
  3. Hasil yang tidak normal perlu ditindaklanjuti di puskesmas, bukan didiamkan.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, terutama orang tua dan anggota keluarga yang merasa sehat dan belum pernah cek kesehatan.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes perkuat tindak lanjut Cek Kesehatan Gratis usai tembus 73,8 juta peserta. Siaran pers, 4 Agustus 2026.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Hasil CKG 2026: 1 juta warga yang semula sehat kini terdeteksi hipertensi. Siaran pers, 4 Agustus 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Hasil CKG yang menunjukkan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau temuan lain yang perlu dirujuk sebaiknya segera ditindaklanjuti di puskesmas, walaupun belum ada keluhan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin