Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu yang menerima tautan kuesioner Cek Kesehatan Gratis dari grup kelas anaknya. Ia sibuk, jadi tautan itu terlewat. Anaknya tetap diperiksa di sekolah, tetapi hasilnya tidak pernah ia tanyakan. Berbulan-bulan kemudian, ia baru tahu anaknya punya beberapa gigi berlubang dan penglihatan yang kabur.
Pemeriksaan sudah dilakukan. Yang terlewat adalah langkah sesudahnya.
Apa itu CKG sekolah
Menurut Kemenkes, CKG sekolah adalah pemeriksaan kesehatan untuk anak usia 7 sampai 17 tahun, guna menemukan faktor risiko, kondisi menjelang penyakit, dan penyakit sejak dini. Sasarannya seluruh siswa SD hingga SMA, termasuk SLB, pesantren, dan sekolah rakyat. Anak yang tidak bersekolah dapat diperiksa di puskesmas.
Jenis pemeriksaannya disesuaikan jenjang:
- SD: 13 jenis, antara lain status gizi, tekanan darah, kebugaran, gigi, mata, telinga, kesehatan jiwa, dan riwayat imunisasi. Tidak ada pengambilan darah.
- SMP: 15 jenis, termasuk pemeriksaan hemoglobin dan skrining talasemia dengan tetes darah dari ujung jari.
- SMA: 14 jenis, dengan tambahan pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Pemeriksaan dilakukan tenaga kesehatan puskesmas bersama guru, dan kebugaran diperiksa oleh guru olahraga. Hingga awal 2026, lebih dari 25 juta siswa di lebih dari 202 ribu sekolah sudah ikut.
Apa yang banyak ditemukan
Menurut Kemenkes, hasil awal CKG sekolah paling banyak menemukan masalah gigi, disusul gangguan mata, anemia, dan kesehatan jiwa. Kemenkes juga mencatat 1 dari 6 anak usia 13 sampai 15 tahun kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 anak usia 5 sampai 14 tahun mengalami anemia. Tekanan darah tinggi mulai ditemukan pada anak sekolah.
Peran orang tua sebelum pemeriksaan
Menurut Kemenkes, kuesioner dibagikan sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan. Siswa SMP dan SMA dapat mengisinya sendiri, sedangkan siswa SD dibantu orang tua. Isilah dengan jujur, karena jawabannya membantu petugas menilai risiko.
Setelah hasil keluar
Kemenkes menegaskan, sejak 2026 CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan; tindak lanjut menjadi fokus utama. Anak dengan masalah kesehatan akan dirujuk ke puskesmas. Kemenkes juga menyediakan obat gratis selama 15 hari pertama bagi anak dengan rapor kesehatan berstatus kuning atau merah.
Kemenkes mengakui masih ada kesenjangan antara banyaknya anak yang diperiksa dan sedikitnya yang ditindaklanjuti. Contohnya, 95% balita yang berisiko TBC dalam CKG belum menjalani tes lanjutan. Karena itu, hasil pemeriksaan perlu sampai ke orang tua.
Bila banyak anak di satu sekolah mengalami masalah yang sama, misalnya kegemukan atau kurang bugar, sekolah dan puskesmas akan menyusun program edukasi bersama.
Jangan salah paham
"Hanya formalitas." Hasil CKG menjadi dasar rujukan dan pengobatan. Tanyakan hasilnya kepada sekolah atau puskesmas.
"Nanti anak dicap bermasalah." Menurut Kemenkes, CKG sekolah adalah program pencegahan dan tidak dimaksudkan memberi stigma. Perlindungan kerahasiaan data medis anak juga menjadi salah satu arah penguatan program.
Peran keluarga
Isi kuesioner, tanyakan hasil, dan bila ada temuan, bawa anak ke puskesmas sampai tuntas. Ajak anak memahami hasilnya dengan bahasa sederhana, tanpa menakut-nakuti.
Ingat 3 hal ini
- Isi kuesioner CKG yang dibagikan sekolah.
- Tanyakan hasil pemeriksaan anak.
- Bila ada temuan, tindak lanjuti di puskesmas sampai tuntas.
Bagikan bacaan ini kepada orang tua murid, guru, dan komite sekolah.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes targetkan 53 juta siswa ikut cek kesehatan: ini jenis pemeriksaannya berdasarkan usia. Rilis berita, 31 Juli 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah. Ayo Sehat, Juli 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes perkuat CKG sekolah, fokus pada upaya preventif dan penanganan hasil pemeriksaan. Rilis berita, 10 Februari 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Setahun Cek Kesehatan Gratis anak: pemerintah targetkan seluruh temuan penyakit ditindaklanjuti tuntas. Rilis berita, 13 Agustus 2026.
Sumber daring
- S1: Kementerian Kesehatan RI — Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa Ikut Cek Kesehatan: Ini Jenis Pemeriksaannya Berdasarkan Usia (rilis berita, 31 July 2025)
- S2: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah (agenda page, July 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI — Kemenkes Perkuat CKG Sekolah, Fokus pada Upaya Preventif dan Penanganan Hasil Pemeriksaan (rilis berita, 10 February 2026)
- S4: Kementerian Kesehatan RI — Setahun Cek Kesehatan Gratis Anak: Pemerintah Targetkan Seluruh Temuan Penyakit Ditindaklanjuti Tuntas (rilis berita, 13 August 2026)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Hasil CKG yang menunjukkan risiko TBC, tekanan darah tinggi, anemia, gangguan penglihatan atau pendengaran, gigi berlubang, atau gejala cemas dan depresi perlu segera ditindaklanjuti di puskesmas.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
