Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Ikut Cek Kesehatan Gratis di Sekolah? Isi Kuesionernya, Tanyakan Hasilnya, dan Tindak Lanjuti Temuannya

Cek Kesehatan Gratis di sekolah memeriksa anak usia 7 sampai 17 tahun, mulai dari gizi, tekanan darah, gigi, mata, telinga, hingga kesehatan jiwa dan anemia sesuai jenjang, tetapi manfaatnya baru terasa bila orang tua ikut mengisi kuesioner, menanyakan hasilnya, dan membawa anak ke puskesmas bila ada temuan yang perlu ditindaklanjuti.

Daftar isi bacaan
  1. Apa itu CKG sekolah
  2. Apa yang banyak ditemukan
  3. Peran orang tua sebelum pemeriksaan
  4. Setelah hasil keluar
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ibu yang menerima tautan kuesioner Cek Kesehatan Gratis dari grup kelas anaknya. Ia sibuk, jadi tautan itu terlewat. Anaknya tetap diperiksa di sekolah, tetapi hasilnya tidak pernah ia tanyakan. Berbulan-bulan kemudian, ia baru tahu anaknya punya beberapa gigi berlubang dan penglihatan yang kabur.

Pemeriksaan sudah dilakukan. Yang terlewat adalah langkah sesudahnya.

Apa itu CKG sekolah

Menurut Kemenkes, CKG sekolah adalah pemeriksaan kesehatan untuk anak usia 7 sampai 17 tahun, guna menemukan faktor risiko, kondisi menjelang penyakit, dan penyakit sejak dini. Sasarannya seluruh siswa SD hingga SMA, termasuk SLB, pesantren, dan sekolah rakyat. Anak yang tidak bersekolah dapat diperiksa di puskesmas.

Jenis pemeriksaannya disesuaikan jenjang:

  • SD: 13 jenis, antara lain status gizi, tekanan darah, kebugaran, gigi, mata, telinga, kesehatan jiwa, dan riwayat imunisasi. Tidak ada pengambilan darah.
  • SMP: 15 jenis, termasuk pemeriksaan hemoglobin dan skrining talasemia dengan tetes darah dari ujung jari.
  • SMA: 14 jenis, dengan tambahan pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Pemeriksaan dilakukan tenaga kesehatan puskesmas bersama guru, dan kebugaran diperiksa oleh guru olahraga. Hingga awal 2026, lebih dari 25 juta siswa di lebih dari 202 ribu sekolah sudah ikut.

Apa yang banyak ditemukan

Menurut Kemenkes, hasil awal CKG sekolah paling banyak menemukan masalah gigi, disusul gangguan mata, anemia, dan kesehatan jiwa. Kemenkes juga mencatat 1 dari 6 anak usia 13 sampai 15 tahun kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 anak usia 5 sampai 14 tahun mengalami anemia. Tekanan darah tinggi mulai ditemukan pada anak sekolah.

Peran orang tua sebelum pemeriksaan

Menurut Kemenkes, kuesioner dibagikan sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan. Siswa SMP dan SMA dapat mengisinya sendiri, sedangkan siswa SD dibantu orang tua. Isilah dengan jujur, karena jawabannya membantu petugas menilai risiko.

Setelah hasil keluar

Kemenkes menegaskan, sejak 2026 CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan; tindak lanjut menjadi fokus utama. Anak dengan masalah kesehatan akan dirujuk ke puskesmas. Kemenkes juga menyediakan obat gratis selama 15 hari pertama bagi anak dengan rapor kesehatan berstatus kuning atau merah.

Kemenkes mengakui masih ada kesenjangan antara banyaknya anak yang diperiksa dan sedikitnya yang ditindaklanjuti. Contohnya, 95% balita yang berisiko TBC dalam CKG belum menjalani tes lanjutan. Karena itu, hasil pemeriksaan perlu sampai ke orang tua.

Bila banyak anak di satu sekolah mengalami masalah yang sama, misalnya kegemukan atau kurang bugar, sekolah dan puskesmas akan menyusun program edukasi bersama.

Jangan salah paham

"Hanya formalitas." Hasil CKG menjadi dasar rujukan dan pengobatan. Tanyakan hasilnya kepada sekolah atau puskesmas.

"Nanti anak dicap bermasalah." Menurut Kemenkes, CKG sekolah adalah program pencegahan dan tidak dimaksudkan memberi stigma. Perlindungan kerahasiaan data medis anak juga menjadi salah satu arah penguatan program.

Peran keluarga

Isi kuesioner, tanyakan hasil, dan bila ada temuan, bawa anak ke puskesmas sampai tuntas. Ajak anak memahami hasilnya dengan bahasa sederhana, tanpa menakut-nakuti.

Ingat 3 hal ini

  1. Isi kuesioner CKG yang dibagikan sekolah.
  2. Tanyakan hasil pemeriksaan anak.
  3. Bila ada temuan, tindak lanjuti di puskesmas sampai tuntas.

Bagikan bacaan ini kepada orang tua murid, guru, dan komite sekolah.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes targetkan 53 juta siswa ikut cek kesehatan: ini jenis pemeriksaannya berdasarkan usia. Rilis berita, 31 Juli 2025.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah. Ayo Sehat, Juli 2025.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes perkuat CKG sekolah, fokus pada upaya preventif dan penanganan hasil pemeriksaan. Rilis berita, 10 Februari 2026.
  4. Kementerian Kesehatan RI. Setahun Cek Kesehatan Gratis anak: pemerintah targetkan seluruh temuan penyakit ditindaklanjuti tuntas. Rilis berita, 13 Agustus 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Hasil CKG yang menunjukkan risiko TBC, tekanan darah tinggi, anemia, gangguan penglihatan atau pendengaran, gigi berlubang, atau gejala cemas dan depresi perlu segera ditindaklanjuti di puskesmas.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tahun Lalu Hasilnya Normal, Perlukah Cek Kesehatan Gratis Lagi? Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Perlu Setiap Tahun

Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes dapat diikuti setahun sekali oleh semua usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan usia, mulai dari tekanan darah, gula darah, dan status gizi hingga skrining kanker dan pemeriksaan lansia, dan perlu diulang setiap tahun karena pada 2026 sekitar satu juta peserta yang tahun sebelumnya sehat kini terdeteksi hipertensi, sementara temuan pemeriksaan ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, dan rujukan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Posyandu Bukan Cuma untuk Balita: Orang Dewasa dan Lansia Bisa Cek Tekanan Darah, Gula Darah, dan Lingkar Perut Setiap Bulan di Dekat Rumah

Posyandu kini melayani seluruh siklus hidup, termasuk usia produktif dan lansia, dengan hari buka setiap bulan di dekat rumah untuk mengukur berat badan, lingkar perut, dan tekanan darah serta memeriksa gula darah dan kolesterol, sehingga penyakit tidak menular yang sering tanpa gejala dapat dipantau di antara jadwal Cek Kesehatan Gratis tahunan.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin