Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu yang rajin membawa anaknya yang berusia 14 bulan ke posyandu. Setiap bulan anaknya ditimbang, dan beratnya naik sedikit-sedikit. Namun, panjang badannya jarang diukur. Saat terlihat lebih pendek dari sepupunya, keluarga berkata, "Wajar, ayahnya juga tidak tinggi."
Padahal, panjang atau tinggi badan adalah salah satu kunci untuk mengenali stunting.
Apa itu stunting
Menurut WHO, stunting adalah tinggi badan yang rendah menurut usia, akibat kekurangan gizi yang menahun atau berulang. Penyebabnya antara lain kesehatan dan gizi ibu yang kurang, anak yang sering sakit, dan pemberian makan yang tidak tepat. Stunting menghambat anak mencapai potensi fisik dan kecerdasannya. Pada 2022, sekitar 149 juta balita di dunia mengalami stunting.
Menurut Ayo Sehat Kemenkes, stunting dapat terjadi sejak janin dalam kandungan dan baru tampak saat anak berusia sekitar dua tahun. Karena itu, pertumbuhan perlu dipantau sejak dini, bukan menunggu anak terlihat pendek.
Mengapa berat badan saja tidak cukup
Menurut WHO, kekurangan gizi pada anak punya beberapa bentuk: kurus, yaitu berat badan rendah menurut tinggi badan; stunting, yaitu tinggi badan rendah menurut usia; dan berat badan rendah menurut usia. Seorang anak bisa mengalami satu atau beberapa sekaligus. Jadi, untuk stunting, yang dinilai adalah panjang atau tinggi badan dibandingkan usianya. Menurut Ayo Sehat, petugas mengukur panjang atau tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Anak dinyatakan stunting bila tinggi badannya berada di bawah garis minus 2 standar deviasi pada kurva pertumbuhan WHO.
Kemenkes kini memperkuat mutu pengukuran di posyandu dengan membagikan 300.000 alat ukur antropometri.
Kapan risikonya meningkat
Menurut Kemenkes, data Riskesdas 2018 menunjukkan 23% bayi sudah lahir dalam keadaan stunting. Setelah lahir, angkanya meningkat sekitar 1,8 kali pada usia 6 sampai 23 bulan, antara lain karena kurangnya protein hewani dan pola pemberian makan yang tidak tepat.
Kabar baiknya, hasil Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan prevalensi stunting nasional turun dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024. Artinya, pencegahan bisa berhasil.
Langkah pencegahan
Menurut Ayo Sehat Kemenkes:
- datang ke posyandu setiap bulan untuk ditimbang, diukur, dipantau perkembangannya, dan diimunisasi;
- berikan ASI eksklusif selama 6 bulan, lalu lanjutkan hingga 2 tahun dengan makanan pendamping;
- berikan protein hewani setiap hari setelah bayi berusia 6 bulan, misalnya telur, ikan, atau daging;
- ibu hamil memeriksakan kehamilan minimal 6 kali dan minum tablet tambah darah.
Jangan salah paham
"Beratnya naik, berarti tumbuhnya baik." Panjang atau tinggi badan tetap perlu diukur, karena stunting dinilai dari tinggi menurut usia.
"Pendek karena keturunan." Menurut WHO, stunting adalah akibat kekurangan gizi menahun. Biarkan petugas mengukur dan menilai grafik pertumbuhan anak.
Peran keluarga
Ayah, kakek, dan nenek dapat membantu dengan ikut mengantar ke posyandu, menyediakan lauk hewani, dan menjaga kebersihan rumah serta air minum. Mintalah petugas menjelaskan grafik di buku KIA.
Ingat 3 hal ini
- Ke posyandu setiap bulan: timbang dan ukur.
- Stunting bisa dimulai sejak dalam kandungan.
- Protein hewani setiap hari setelah usia 6 bulan.
Bagikan bacaan ini kepada orang tua balita, kader posyandu, dan keluarga yang sedang menanti kelahiran.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan RI. Stunting. Ayo Sehat. Diakses 7 Oktober 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. SSGI 2024: prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Rilis berita, 26 Mei 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Gerakan ibu hamil sehat untuk turunkan stunting dan angka kematian ibu. Rilis berita, 13 Desember 2022.
- World Health Organization. Malnutrition. Fact sheet, 1 Maret 2024.
Sumber daring
- S1: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Stunting (topic page, accessed 7 October 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI — SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8% (rilis berita, 26 May 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI — Gerakan Ibu Hamil Sehat untuk Turunkan Stunting dan Angka Kematian Ibu (rilis berita, 13 December 2022)
- S4: World Health Organization — Malnutrition (fact sheet, 1 March 2024)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Berat atau panjang badan anak tidak naik, garis pertumbuhan mendatar atau menurun pada grafik, atau anak sering sakit perlu dikonsultasikan ke petugas kesehatan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
