Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Membaca Terlalu Dekat atau Sering Mengucek Mata? Gangguan Penglihatan Bisa Diatasi dengan Kacamata Bila Ditemukan Dini

Kelainan refraksi seperti rabun jauh adalah penyebab utama gangguan penglihatan dan dialami sekitar 3,6 juta anak Indonesia, tetapi 3 dari 4 di antaranya belum memakai kacamata, sehingga orang tua perlu mengenali tanda anak sulit melihat dan memeriksakan mata anak sejak dini, sementara pada orang tua dan kakek nenek, katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat diatasi.

Daftar isi bacaan
  1. Masalah yang sering tersembunyi
  2. Tanda anak mungkin sulit melihat
  3. Solusinya sering sederhana
  4. Jangan lupakan mata kakek dan nenek
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang anak kelas 3 SD yang nilainya terus turun. Gurunya mengira ia kurang konsentrasi. Di rumah, ia sering duduk sangat dekat dengan televisi dan memegang buku hampir menempel di wajah. Ternyata, ia tidak bisa melihat tulisan di papan tulis dengan jelas.

Gangguan seperti ini mudah terlewat bila tidak ada yang memperhatikan dan memeriksakannya.

Masalah yang sering tersembunyi

Menurut Kemenkes, sekitar 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi, misalnya rabun jauh, yaitu benda yang jauh tampak kabur sedangkan benda dekat terlihat jelas. Diperkirakan 3 dari 4 di antaranya belum memakai kacamata. Data Cek Kesehatan Gratis 2026 juga menempatkan gangguan penglihatan di antara masalah kesehatan terbanyak pada anak sekolah dasar.

Dampaknya tidak kecil. Menurut WHO, anak usia sekolah dengan gangguan penglihatan dapat mengalami prestasi belajar yang lebih rendah. Kemenkes menambahkan, gangguan penglihatan dapat memengaruhi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak.

Tanda anak mungkin sulit melihat

Menurut NHS, perhatikan bila anak:

  • matanya tidak menatap ke arah yang sama;
  • sering mengeluh sakit kepala atau mata lelah;
  • memegang buku terlalu dekat atau sering kehilangan baris saat membaca;
  • sulit menangkap bola atau tampak canggung;
  • sering mengucek mata;
  • duduk terlalu dekat dengan televisi.

Kabar baiknya, anak dapat diperiksa matanya pada usia berapa pun, bahkan sebelum bisa membaca atau berbicara. Pemeriksaan makin penting bila ada riwayat mata juling atau mata malas dalam keluarga.

Solusinya sering sederhana

Menurut WHO, kacamata untuk kelainan refraksi termasuk tindakan kesehatan yang paling hemat biaya. Makin dini masalah ditemukan, makin baik hasilnya.

Kemenkes juga menganjurkan metode 20-20-20: setiap 20 menit melihat dekat, misalnya membaca atau menatap layar, istirahatkan mata 20 detik dengan memandang benda sejauh sekitar 6 meter.

Jangan lupakan mata kakek dan nenek

Menurut Kemenkes, penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah katarak, dan sekitar 3 dari 100 orang berusia di atas 50 tahun mengalami kebutaan. Penyakit mata prioritas lainnya adalah glaukoma dan retinopati diabetik. Menurut WHO, operasi katarak juga termasuk tindakan paling hemat biaya, dan pada lansia gangguan penglihatan meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang. Pemerintah juga mengembangkan Vision Center, layanan kesehatan mata di fasilitas tingkat pertama, untuk skrining katarak dan layanan kacamata dengan harga terjangkau.

Jangan salah paham

"Anak belum bisa membaca, jadi belum bisa diperiksa." Menurut NHS, pemeriksaan mata anak tidak memerlukan kemampuan membaca.

"Anak tidak mengeluh, berarti matanya baik." Menurut NHS, orang tua tetap perlu memperhatikan tanda-tanda di atas dan meminta saran petugas kesehatan bila ada kekhawatiran.

"Kabur karena tua itu wajar." Banyak penyebab gangguan penglihatan pada lansia, termasuk katarak, dapat diatasi.

Peran keluarga

Orang tua dan guru adalah pengamat pertama. Bila anak sudah diberi kacamata, dukung ia memakainya tanpa diejek. Antar juga kakek dan nenek untuk memeriksakan mata bila penglihatannya mulai kabur.

Ingat 3 hal ini

  1. Gangguan penglihatan anak mudah terlewat; orang dewasa yang perlu jeli.
  2. Mata anak dapat diperiksa pada usia berapa pun.
  3. Katarak pada lansia dapat diatasi; jangan dianggap biasa.

Bagikan bacaan ini kepada orang tua murid, guru, dan keluarga yang memiliki anak usia sekolah.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI. Sayangi mata anak sedari dini untuk investasi masa depan. Rilis berita, 13 Oktober 2024.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Begini strategi pengentasan gangguan penglihatan. Rilis berita, 5 Oktober 2022.
  3. World Health Organization. Blindness and vision impairment. Fact sheet, 10 Februari 2026.
  4. NHS. Eye tests for children. Ditinjau 7 Maret 2023.
  5. Kementerian Kesehatan RI. CKG ungkap masalah kesehatan di setiap kelompok usia. Rilis berita, 16 Juli 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Mata anak tidak menatap ke arah yang sama, anak sering sakit kepala atau mengeluh mata lelah, membaca terlalu dekat, sering mengucek mata, duduk terlalu dekat dengan televisi, atau tampak canggung dan sering terantuk perlu diperiksakan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Ditimbang Saja Belum Cukup: Ukur Juga Panjang atau Tinggi Badannya di Posyandu Setiap Bulan untuk Mengenali Stunting Sejak Dini

Stunting adalah kondisi anak lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi menahun yang dapat dimulai sejak dalam kandungan, sehingga anak perlu ditimbang dan diukur panjang atau tinggi badannya di posyandu setiap bulan, agar gangguan pertumbuhan terlihat dari grafik sebelum terlambat dan dapat dicegah dengan ASI eksklusif, protein hewani, dan pemantauan rutin.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Dikira Tidak Fokus, Kakek Minta TV Dikeraskan? Periksa Pendengaran Sejak Bayi hingga Lansia dan Batasi Earphone 60/60

Gangguan pendengaran dapat terjadi sejak lahir hingga lanjut usia, sering tidak terlihat, dan sekitar 60% penyebabnya dapat dicegah, sehingga pendengaran perlu diperiksa sejak bayi, saat sekolah, pada pekerja di tempat bising, dan pada lansia, sambil menerapkan kebiasaan mendengar aman seperti membatasi volume earphone maksimal 60% dan tidak lebih dari 60 menit tanpa jeda.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Ikut Cek Kesehatan Gratis di Sekolah? Isi Kuesionernya, Tanyakan Hasilnya, dan Tindak Lanjuti Temuannya

Cek Kesehatan Gratis di sekolah memeriksa anak usia 7 sampai 17 tahun, mulai dari gizi, tekanan darah, gigi, mata, telinga, hingga kesehatan jiwa dan anemia sesuai jenjang, tetapi manfaatnya baru terasa bila orang tua ikut mengisi kuesioner, menanyakan hasilnya, dan membawa anak ke puskesmas bila ada temuan yang perlu ditindaklanjuti.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin