Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang siswi SMP yang sering mengantuk di kelas dan mudah pusing saat upacara. Setiap minggu sekolah membagikan tablet tambah darah, tetapi tabletnya ia simpan di tas. "Aku kan tidak sakit. Lagian bikin mual," katanya.
Banyak remaja putri berpikir sama. Padahal, tablet itu justru dibuat untuk mencegah, bukan mengobati orang sakit.
Mengapa remaja putri rentan anemia
Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah di bawah normal, sehingga darah kurang mampu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Menurut Kemenkes, remaja putri lebih berisiko karena kehilangan darah saat haid setiap bulan, sementara tubuh yang sedang tumbuh membutuhkan zat besi lebih banyak.
Kebiasaan tidak sarapan, diet ketat, sering makan makanan cepat saji, dan minum teh atau kopi setelah makan juga meningkatkan risikonya.
Menurut data Riskesdas 2018 yang dikutip Kemenkes, 32% penduduk usia 15 sampai 24 tahun mengalami anemia, atau sekitar 3 dari 10 orang.
Gejala dan dampaknya
Gejalanya antara lain mudah lelah, mengantuk, pusing, sakit kepala, pucat, mata berkunang-kunang, serta jantung berdebar atau napas pendek saat aktivitas ringan.
Menurut Kemenkes, anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, dan prestasi di sekolah. Dampaknya juga bisa berlanjut: remaja putri yang anemia berisiko menjadi ibu hamil yang anemia, dengan risiko perdarahan saat melahirkan, bayi lahir prematur, berat lahir rendah, hingga stunting.
Tablet tambah darah seminggu sekali
Tablet tambah darah berisi zat besi dan asam folat. Kemenkes menganjurkan remaja putri minum satu tablet setiap minggu. Sayangnya, menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023, 54,8% remaja putri belum pernah mendapatkannya, dan 51,4% tidak meminumnya karena tidak tahu manfaatnya.
Di sekolah, Gerakan Aksi Bergizi mengajak siswa beraktivitas fisik, makan bersama, dan minum tablet tambah darah bersama setiap minggu. Menurut Kemenkes, gerakan ini terbukti meningkatkan jumlah remaja putri yang minum tablet tambah darah setiap minggu.
Efek seperti mual, rasa pahit, atau bau amis memang bisa muncul. Menurut Kemenkes, rasa mual dapat dikurangi dengan meminumnya setelah makan atau bersama buah.
Makanan juga berperan
Menurut Kemenkes, zat besi dari daging, hati, ayam, ikan, dan telur mudah diserap tubuh. Tempe, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau tua juga sumber zat besi. Makanlah bersama buah kaya vitamin C, misalnya jambu, jeruk, tomat, atau nanas, untuk membantu penyerapan.
Jangan salah paham
"Tablet tambah darah itu obat, hanya untuk yang sakit." Menurut Kemenkes, tablet ini adalah suplemen pencegah, agar tubuh tetap sehat.
"Lemas saat haid itu biasa." Bila lemas, pucat, atau haid sangat banyak dan lama, periksakan diri ke tenaga kesehatan.
Peran keluarga
Menurut Kemenkes, dukungan keluarga, guru, dan tenaga kesehatan sangat penting. Orang tua dapat mengingatkan jadwal minum tablet, menyediakan sarapan dan lauk sumber zat besi, serta tidak menyuguhkan teh tepat setelah makan. Remaja putri yang tidak bersekolah dapat menanyakan tablet tambah darah ke puskesmas.
Ingat 3 hal ini
- Remaja putri dianjurkan minum satu tablet tambah darah setiap minggu.
- Minum setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
- Lemas dan pucat bukan hal biasa; periksakan bila berlanjut.
Bagikan bacaan ini kepada remaja putri, orang tua, dan guru di sekolah.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan RI, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Anemia pada remaja putri: tantangan pencegahan melalui konsumsi tablet tambah darah. 16 Maret 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Remaja bebas anemia: konsentrasi belajar meningkat, bebas prestasi. Ayo Sehat, 16 November 2022.
- Kementerian Kesehatan RI. Cegah anemia pada remaja putri dengan tablet tambah darah. Ayo Sehat, 27 Juni 2022.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Cegah anemia, raih masa remaja yang sehat, aktif, dan berprestasi. 30 Oktober 2025.
Sumber daring
- S1: Kementerian Kesehatan RI (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan) — Anemia pada Remaja Putri: Tantangan Pencegahan melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah (16 March 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Remaja Bebas Anemia: Konsentrasi Belajar Meningkat, Bebas Prestasi (16 November 2022)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Cegah Anemia pada Remaja Putri dengan Tablet Tambah Darah (27 June 2022)
- S4: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Cegah Anemia, Raih Masa Remaja yang Sehat, Aktif, dan Berprestasi (30 October 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Lemas berat, sangat pucat, jantung berdebar atau sesak saat aktivitas ringan, mata berkunang-kunang, dan haid yang lama atau sangat banyak perlu diperiksakan ke tenaga kesehatan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
