Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

"Nanti Juga Bisa Sendiri"? Pantau Perkembangan Balita dengan KPSP dan Kenali Tanda Bahaya Sebelum Terlambat

Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tetapi ada tanda bahaya perkembangan yang tidak boleh ditunggu, seperti tidak menoleh saat dipanggil pada usia 12 bulan atau belum merangkai dua kata pada usia 24 bulan, sehingga perkembangan balita perlu dipantau berkala dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) agar gangguan ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

Daftar isi bacaan
  1. Masa emas yang tidak terulang
  2. Empat ranah perkembangan
  3. Jadwal pemantauan dan KPSP
  4. Tanda bahaya yang tidak boleh ditunggu
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang anak berusia 2 tahun yang belum bisa merangkai dua kata. Saat dipanggil namanya, ia sering tidak menoleh. Neneknya menenangkan, "Biasa, nanti juga bisa sendiri. Ayahnya dulu juga telat bicara."

Kalimat ini sering terdengar dan diucapkan dengan penuh kasih. Namun, menunggu terlalu lama bisa membuat kesempatan terbaik terlewat.

Masa emas yang tidak terulang

Menurut IDAI, 1.000 hari pertama kehidupan berlangsung sejak pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Pada usia 2 tahun, perkembangan otak anak sudah mencapai sekitar 80% otak orang dewasa. Masa ini disebut periode kritis, dan merupakan waktu terbaik untuk memperbaiki bila ada gangguan.

IDAI juga mengingatkan: makin terlambat gangguan ditemukan, makin sulit penanganannya. Sekitar 5 sampai 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Penyebabnya beragam, misalnya kelainan genetik, gangguan saraf, lahir kurang bulan, berat lahir rendah, atau sakit berat di awal kehidupan.

Empat ranah perkembangan

Menurut IDAI, perkembangan anak meliputi:

  • gerak kasar, misalnya tengkurap, duduk, berdiri, dan berjalan;
  • gerak halus, misalnya menggenggam dan menjimpit;
  • bicara dan bahasa;
  • sosialisasi dan kemandirian.

Kemampuan bicara, misalnya, membutuhkan kematangan otak, pita suara, otot mulut dan lidah, serta kemampuan memahami kata. Kecepatan tiap anak memang berbeda. IDAI mencontohkan, anak berjalan pada usia 10 sampai 18 bulan masih tergolong normal. Karena rentangnya lebar, orang tua perlu alat bantu dan tanda bahaya yang jelas.

Jadwal pemantauan dan KPSP

Menurut IDAI, pemantauan tumbuh kembang dianjurkan:

  • setiap bulan untuk bayi;
  • setiap 3 bulan pada usia 12 sampai 24 bulan;
  • setiap 6 bulan pada usia 24 sampai 72 bulan.

Salah satu alatnya adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dari Kemenkes, berisi 9 sampai 10 pertanyaan sesuai usia anak. Pemantauan dapat dilakukan di posyandu atau puskesmas, dan dicatat di buku KIA. Bayi yang lahir kurang bulan, berat lahir rendah, atau pernah sakit berat setelah lahir sebaiknya dipantau dokter anak.

Tanda bahaya yang tidak boleh ditunggu

Menurut IDAI, bila menemukan satu saja tanda berikut, segera periksakan anak:

  • usia 6 bulan: jarang tersenyum, belum mencari sumber suara;
  • usia 9 bulan: belum mengoceh seperti "mama" atau "baba";
  • usia 12 bulan: tidak menoleh saat dipanggil namanya;
  • usia 15 bulan: belum ada kata;
  • usia 18 bulan: belum bisa bermain pura-pura;
  • usia 24 bulan: belum merangkai dua kata yang bermakna;
  • usia 36 bulan: belum dapat merangkai tiga kata;
  • tangan masih terus menggenggam setelah usia 4 bulan;
  • gerakan tubuh kiri dan kanan tidak seimbang.

Jangan salah paham

"Nanti juga bisa sendiri." Sebagian anak memang hanya lebih lambat, tetapi hanya pemeriksaan yang dapat memastikannya.

"Badannya besar, berarti perkembangannya baik." Menurut IDAI, tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik, sedangkan kembang adalah bertambahnya kemampuan. Keduanya dinilai terpisah dan sama-sama perlu dipantau. Anak yang hasilnya normal pun tetap perlu diperiksa berkala, karena tumbuh kembang terus berlangsung.

Peran keluarga

IDAI menyebut tiga kebutuhan dasar anak: asuh (gizi, imunisasi, kebersihan), asih (kasih sayang), dan asah (stimulasi). Ajak anak bicara, bernyanyi, dan bermain setiap hari.

Ingat 3 hal ini

  1. Pantau perkembangan anak secara berkala, bukan hanya berat badannya.
  2. Gunakan KPSP dan buku KIA bersama petugas kesehatan.
  3. Satu tanda bahaya sudah cukup alasan untuk memeriksakan anak.

Bagikan bacaan ini kepada orang tua balita, kakek nenek, dan pengasuh anak.

Daftar Pustaka

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pentingnya pemantauan tumbuh kembang 1000 hari pertama kehidupan anak. 8 Mei 2017.
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (bagian 2). 18 Agustus 2016.
  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mengenal keterlambatan perkembangan umum pada anak. 5 September 2013.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Usia 6 bulan jarang tersenyum atau belum mencari sumber suara, usia 12 bulan tidak menoleh saat dipanggil, usia 15 bulan belum ada kata, usia 24 bulan belum merangkai dua kata bermakna, usia 36 bulan belum merangkai tiga kata, atau gerakan tubuh kiri dan kanan tidak seimbang perlu segera diperiksakan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

Bayi Baru Lahir Malas Menyusu, Kuning, atau Terasa Dingin? Kenali Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Ditunggu sampai Besok

Bulan pertama adalah masa paling rawan bagi bayi, dan tanda sakitnya sering samar; malas menyusu dan banyak tidur, demam atau suhu di bawah 36,5 derajat, sesak, kejang, kuning yang muncul dalam 24 jam pertama atau lebih dari 2 minggu, serta tali pusat yang merah, berbau, atau berdarah adalah tanda bahaya yang perlu segera dibawa ke petugas kesehatan.

4 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Balita Batuk Pilek, Perlukah Langsung Diberi Obat Batuk Sirup? Yang Lebih Penting Justru Cairan, Istirahat, dan Mengenali Tanda Bahaya

Batuk pilek biasa pada anak disebabkan virus dan umumnya sembuh sendiri dalam beberapa hari, sementara obat batuk pilek bebas tidak mempercepat kesembuhan dan dapat berbahaya bagi anak kecil, sehingga FDA tidak menganjurkannya untuk anak di bawah 2 tahun dan NHS melarang dekongestan untuk anak di bawah 6 tahun; orang tua sebaiknya mencukupi cairan, memakai tetes hidung garam, memberi madu hanya untuk anak di atas 1 tahun, memakai parasetamol atau ibuprofen bila demam atau nyeri, dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Posyandu Bukan Cuma untuk Balita: Orang Dewasa dan Lansia Bisa Cek Tekanan Darah, Gula Darah, dan Lingkar Perut Setiap Bulan di Dekat Rumah

Posyandu kini melayani seluruh siklus hidup, termasuk usia produktif dan lansia, dengan hari buka setiap bulan di dekat rumah untuk mengukur berat badan, lingkar perut, dan tekanan darah serta memeriksa gula darah dan kolesterol, sehingga penyakit tidak menular yang sering tanpa gejala dapat dipantau di antara jadwal Cek Kesehatan Gratis tahunan.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin