Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang pemuda yang punya bercak keputihan di lengannya sejak berbulan-bulan lalu. Tidak gatal, tidak sakit, jadi ia menganggapnya panu dan mengoleskan salep seadanya. Suatu hari ia tidak merasakan apa-apa saat lengannya tersentuh panci panas.
Bercak yang mati rasa seperti ini perlu diperiksakan. Bisa jadi itu tanda awal kusta.
Kusta bukan kutukan
Menurut Kemenkes, kusta disebabkan oleh bakteri, bukan kutukan dan bukan penyakit keturunan. Bakteri ini menyerang kulit dan saraf tepi. Bila tidak diobati, kerusakan saraf dapat menimbulkan kecacatan permanen, misalnya jari bengkok, kelumpuhan tangan dan kaki, hingga kelopak mata yang tidak bisa menutup.
Menurut WHO, Indonesia termasuk tiga negara dengan lebih dari 10.000 kasus baru pada 2024, bersama Brasil dan India. Indonesia masih menemukan sekitar 14 sampai 15 ribu kasus baru setiap tahun, dan menurut Kemenkes jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Tantangan terbesar adalah banyak penderita baru datang setelah cacat.
Kenali tanda awalnya
Menurut WHO dan Kemenkes, tandanya antara lain:
- bercak putih atau kemerahan yang mati rasa;
- mati rasa di telapak tangan atau kaki;
- kelemahan atau kelumpuhan tangan dan kaki;
- kulit kering dan tidak berkeringat;
- kadang benjolan di wajah, telinga, lengan, atau badan;
- pada mata, kedipan berkurang dan kelopak tidak menutup rapat.
Menurut Kemenkes, kelainan kulit kusta mirip panu, kurap, atau kaligata. Karena bercaknya tidak gatal dan tidak sakit, banyak orang menganggapnya biasa.
Bagaimana kusta menular
Menurut WHO, kusta menular melalui percikan dari hidung dan mulut penderita yang belum diobati, setelah kontak dekat dan lama. Kusta tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, atau duduk bersebelahan. Masa inkubasinya panjang, rata-rata 3 sampai 5 tahun. Seorang dokter kulit yang dikutip Kemenkes menegaskan: kusta memang menular, tetapi tidak mudah menular.
Yang terpenting, menurut Kemenkes, sekali pasien mulai minum obat, ia tidak lagi menularkan penyakit.
Bisa sembuh, obatnya gratis
Kusta diobati dengan kombinasi tiga obat, selama 6 bulan untuk tipe sedikit kuman atau 12 bulan untuk tipe banyak kuman. Obatnya gratis di puskesmas. Menurut Kemenkes, tujuan pengobatan adalah memutus rantai penularan, mencegah cacat atau agar cacat tidak berlanjut, dan memperbaiki kualitas hidup. Karena itu, pengobatan dini sangat berarti.
Kemenkes juga memperkuat skrining kusta melalui Cek Kesehatan Gratis. WHO menganjurkan pemeriksaan bagi kontak serumah dan sekitar penderita, disertai obat pencegahan dosis tunggal.
Jangan salah paham
"Kusta itu kutukan atau turunan." Penyebabnya bakteri, dan dapat disembuhkan.
"Kusta pasti cacat." Bila ditemukan dan diobati dini, kecacatan dapat dicegah.
Peran keluarga
Bila ada anggota keluarga yang terkena kusta, dampingi ia minum obat sampai tuntas, ikutlah diperiksa, dan tanyakan pencegahan bagi kontak erat. Jangan menjauhi atau mengucilkan penderita. Kemenkes mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri bila menemukan gejala, dan ikut menghapus stigma agar penderita cepat berobat sampai tuntas.
Ingat 3 hal ini
- Bercak kulit yang mati rasa perlu diperiksakan, jangan dianggap panu.
- Kusta bisa sembuh dengan obat gratis yang diminum sampai tuntas.
- Setelah mulai berobat, penderita tidak lagi menularkan; jangan dikucilkan.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga dan tetangga, agar tidak ada lagi yang takut memeriksakan bercak kulitnya.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Leprosy. Fact sheet, 23 Januari 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Kusta bisa sembuh, temukan dini dan obati sampai tuntas. Rilis berita, 11 Maret 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Indonesia percepat eliminasi kusta lewat penemuan kasus aktif dan kolaborasi lintas sektor. Rilis berita, 10 Juli 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Waspada kusta, kenali cirinya. Rilis berita, 7 Februari 2019.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Leprosy (fact sheet, 23 January 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI — Kusta Bisa Sembuh, Temukan Dini dan Obati Sampai Tuntas (rilis berita, 11 March 2026)
- S3: Kementerian Kesehatan RI — Indonesia Percepat Eliminasi Kusta Lewat Penemuan Kasus Aktif dan Kolaborasi Lintas Sektor (rilis berita, 10 July 2026)
- S4: Kementerian Kesehatan RI — Waspada Kusta, Kenali Cirinya (rilis berita, 7 February 2019)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Bercak putih atau kemerahan yang mati rasa, mati rasa pada telapak tangan atau kaki, kelemahan tangan atau kaki, kulit kering tidak berkeringat, benjolan di wajah atau telinga, dan kelopak mata yang tidak menutup rapat perlu segera diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
