Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Benjolan di Payudara yang Tidak Nyeri Tetap Perlu Diperiksa: SADARI Setiap Bulan, SADANIS di Puskesmas, dan Peran Mamografi

Kanker payudara adalah kanker penyebab kematian tertinggi pada perempuan Indonesia dan sebagian besar baru ditemukan pada stadium lanjut, padahal benjolan kanker sering tidak nyeri, sehingga perempuan perlu mengenali payudaranya lewat SADARI setiap bulan, mengikuti SADANIS oleh tenaga kesehatan, termasuk melalui Cek Kesehatan Gratis mulai usia 30 tahun, dan segera memeriksakan setiap perubahan.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa deteksi dini sangat penting
  2. Bagaimana kanker payudara tumbuh
  3. Tanda yang perlu segera diperiksa
  4. SADARI, SADANIS, dan mamografi
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang perempuan berusia 45 tahun meraba benjolan kecil di payudaranya saat mandi. Tidak sakit sama sekali. "Kalau kanker pasti nyeri," pikirnya, lalu ia melupakannya. Ia juga diam-diam takut mendengar kabar buruk.

Dua anggapan ini, bahwa benjolan yang tidak nyeri itu aman dan bahwa lebih baik tidak tahu, sering membuat kanker payudara terlambat ditemukan.

Mengapa deteksi dini sangat penting

Menurut Kemenkes, kanker payudara adalah kanker penyebab kematian tertinggi pada perempuan Indonesia. Pada 2020 tercatat 65.858 kasus baru dan 22.430 kematian, dan sekitar 70% perempuan baru terdeteksi pada stadium lanjut.

Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa banyak yang meninggal karena penyakitnya baru ketahuan pada stadium tiga atau empat. Bila ditemukan pada stadium satu atau dua, peluang hidupnya tinggi. WHO juga menyebut benjolan kanker lebih mungkin berhasil diobati saat masih kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.

Bagaimana kanker payudara tumbuh

Menurut WHO, kanker payudara bermula dari sel di saluran susu atau kelenjar penghasil susu yang tumbuh tidak terkendali. Bentuk paling awal masih terbatas di tempat asalnya, belum mengancam nyawa, dan dapat ditemukan dini. Bila sel kanker menembus jaringan sekitarnya, terbentuk benjolan atau penebalan. Lama-kelamaan, kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dan ke organ lain.

Tanda yang perlu segera diperiksa

Menurut WHO, tandanya bisa berupa:

  • benjolan atau penebalan, sering tanpa rasa nyeri;
  • perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan payudara;
  • kulit berlekuk, kemerahan, atau berbintik seperti kulit jeruk;
  • perubahan pada puting atau kulit di sekitarnya;
  • cairan tidak biasa atau berdarah dari puting.

Kabar yang menenangkan: menurut WHO, sebagian besar benjolan payudara bukan kanker. Namun, hanya pemeriksaan yang bisa memastikannya.

SADARI, SADANIS, dan mamografi

SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri: cukup dengan melihat dan meraba, tanpa alat khusus. Menurut Kemenkes, lakukan setiap bulan, 7 sampai 10 hari setelah haid. Bila menemukan perubahan, segera periksakan diri.

SADANIS adalah pemeriksaan payudara oleh dokter, bidan, atau petugas kesehatan terlatih. Di Indonesia, deteksi dini kanker payudara termasuk dalam Cek Kesehatan Gratis untuk perempuan mulai usia 30 tahun. Bila ada kecurigaan, pasien dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, misalnya biopsi.

Mamografi adalah pemeriksaan foto khusus payudara. Menurut WHO, skrining mamografi pada perempuan sehat biasanya ditujukan untuk usia 50 sampai 69 tahun. WHO juga mencatat bahwa di banyak negara mamografi belum dapat menjangkau semua perempuan, sehingga mengenali tanda dan segera memeriksakan diri tetap menjadi kunci.

Jangan salah paham

"Tidak ada keluarga yang kena, jadi saya aman." Menurut WHO, sekitar 80% kanker payudara terjadi pada perempuan tanpa faktor risiko selain jenis kelamin dan usia. Tidak adanya riwayat keluarga bukan berarti risiko rendah.

"Laki-laki tidak bisa kena." WHO mencatat 0,5 sampai 1% kanker payudara terjadi pada laki-laki.

"Kalau sudah membaik, obat boleh berhenti." Menurut WHO, pengobatan paling efektif bila dijalani sampai tuntas.

Peran keluarga

Rasa takut adalah alasan yang sangat manusiawi. Keluarga dapat membantu dengan menemani pemeriksaan dan mendampingi selama pengobatan. Menurut WHO, mengurangi alkohol, tidak merokok, dan menjaga berat badan membantu menghindari faktor risiko yang dapat diubah.

Ingat 3 hal ini

  1. Benjolan yang tidak nyeri tetap perlu diperiksa.
  2. SADARI setiap bulan, dan ikuti SADANIS melalui CKG mulai usia 30 tahun.
  3. Ditemukan lebih awal berarti peluang sembuh lebih besar.

Bagikan bacaan ini kepada ibu, saudara perempuan, dan sahabat Anda.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Breast cancer. Fact sheet, 3 Juli 2026.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Bersama Oase perkuat gerakan SADARI dan SADANIS. Rilis berita, 26 November 2022.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Menkes Budi tekankan pentingnya deteksi kanker payudara bagi perempuan berusia di atas 40 tahun. Rilis berita, 8 Desember 2024.
  4. Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Benjolan atau penebalan di payudara, perubahan ukuran atau bentuk, kulit berlekuk, kemerahan, atau seperti kulit jeruk, perubahan puting, cairan abnormal atau berdarah dari puting, dan luka payudara yang tidak sembuh perlu segera diperiksakan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Perokok Berusia 45 Tahun ke Atas Perlu Tahu Skrining Kanker Paru: Siapa yang Berisiko Tinggi dan Apa Itu CT Dosis Rendah

Kanker paru adalah penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia dan di Indonesia sering baru ditemukan pada stadium lanjut, sehingga orang berisiko tinggi, terutama perokok dan bekas perokok berusia di atas 45 tahun, perlu mengenal skrining dengan CT dosis rendah, mengikuti deteksi dini melalui CKG, dan tetap menjadikan berhenti merokok sebagai pencegahan terbaik.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tahun Lalu Hasilnya Normal, Perlukah Cek Kesehatan Gratis Lagi? Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Perlu Setiap Tahun

Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes dapat diikuti setahun sekali oleh semua usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan usia, mulai dari tekanan darah, gula darah, dan status gizi hingga skrining kanker dan pemeriksaan lansia, dan perlu diulang setiap tahun karena pada 2026 sekitar satu juta peserta yang tahun sebelumnya sehat kini terdeteksi hipertensi, sementara temuan pemeriksaan ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, dan rujukan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Skrining Kanker Leher Rahim Kini Bisa dengan Tes DNA HPV, Bahkan Ambil Sampel Sendiri: Siapa, Kapan, dan Mengapa Penting

Kanker leher rahim sebagian besar dapat dicegah karena berkembang perlahan selama 15 sampai 20 tahun dari infeksi HPV yang menetap, sehingga perempuan dianjurkan skrining mulai usia 30 tahun dengan tes DNA HPV yang kini tersedia dalam Cek Kesehatan Gratis, termasuk pengambilan sampel mandiri, dan hasil positif ditindaklanjuti dengan pengobatan prakanker yang sederhana di puskesmas.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin