Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang perempuan berusia 45 tahun meraba benjolan kecil di payudaranya saat mandi. Tidak sakit sama sekali. "Kalau kanker pasti nyeri," pikirnya, lalu ia melupakannya. Ia juga diam-diam takut mendengar kabar buruk.
Dua anggapan ini, bahwa benjolan yang tidak nyeri itu aman dan bahwa lebih baik tidak tahu, sering membuat kanker payudara terlambat ditemukan.
Mengapa deteksi dini sangat penting
Menurut Kemenkes, kanker payudara adalah kanker penyebab kematian tertinggi pada perempuan Indonesia. Pada 2020 tercatat 65.858 kasus baru dan 22.430 kematian, dan sekitar 70% perempuan baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa banyak yang meninggal karena penyakitnya baru ketahuan pada stadium tiga atau empat. Bila ditemukan pada stadium satu atau dua, peluang hidupnya tinggi. WHO juga menyebut benjolan kanker lebih mungkin berhasil diobati saat masih kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.
Bagaimana kanker payudara tumbuh
Menurut WHO, kanker payudara bermula dari sel di saluran susu atau kelenjar penghasil susu yang tumbuh tidak terkendali. Bentuk paling awal masih terbatas di tempat asalnya, belum mengancam nyawa, dan dapat ditemukan dini. Bila sel kanker menembus jaringan sekitarnya, terbentuk benjolan atau penebalan. Lama-kelamaan, kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dan ke organ lain.
Tanda yang perlu segera diperiksa
Menurut WHO, tandanya bisa berupa:
- benjolan atau penebalan, sering tanpa rasa nyeri;
- perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan payudara;
- kulit berlekuk, kemerahan, atau berbintik seperti kulit jeruk;
- perubahan pada puting atau kulit di sekitarnya;
- cairan tidak biasa atau berdarah dari puting.
Kabar yang menenangkan: menurut WHO, sebagian besar benjolan payudara bukan kanker. Namun, hanya pemeriksaan yang bisa memastikannya.
SADARI, SADANIS, dan mamografi
SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri: cukup dengan melihat dan meraba, tanpa alat khusus. Menurut Kemenkes, lakukan setiap bulan, 7 sampai 10 hari setelah haid. Bila menemukan perubahan, segera periksakan diri.
SADANIS adalah pemeriksaan payudara oleh dokter, bidan, atau petugas kesehatan terlatih. Di Indonesia, deteksi dini kanker payudara termasuk dalam Cek Kesehatan Gratis untuk perempuan mulai usia 30 tahun. Bila ada kecurigaan, pasien dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, misalnya biopsi.
Mamografi adalah pemeriksaan foto khusus payudara. Menurut WHO, skrining mamografi pada perempuan sehat biasanya ditujukan untuk usia 50 sampai 69 tahun. WHO juga mencatat bahwa di banyak negara mamografi belum dapat menjangkau semua perempuan, sehingga mengenali tanda dan segera memeriksakan diri tetap menjadi kunci.
Jangan salah paham
"Tidak ada keluarga yang kena, jadi saya aman." Menurut WHO, sekitar 80% kanker payudara terjadi pada perempuan tanpa faktor risiko selain jenis kelamin dan usia. Tidak adanya riwayat keluarga bukan berarti risiko rendah.
"Laki-laki tidak bisa kena." WHO mencatat 0,5 sampai 1% kanker payudara terjadi pada laki-laki.
"Kalau sudah membaik, obat boleh berhenti." Menurut WHO, pengobatan paling efektif bila dijalani sampai tuntas.
Peran keluarga
Rasa takut adalah alasan yang sangat manusiawi. Keluarga dapat membantu dengan menemani pemeriksaan dan mendampingi selama pengobatan. Menurut WHO, mengurangi alkohol, tidak merokok, dan menjaga berat badan membantu menghindari faktor risiko yang dapat diubah.
Ingat 3 hal ini
- Benjolan yang tidak nyeri tetap perlu diperiksa.
- SADARI setiap bulan, dan ikuti SADANIS melalui CKG mulai usia 30 tahun.
- Ditemukan lebih awal berarti peluang sembuh lebih besar.
Bagikan bacaan ini kepada ibu, saudara perempuan, dan sahabat Anda.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Breast cancer. Fact sheet, 3 Juli 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Bersama Oase perkuat gerakan SADARI dan SADANIS. Rilis berita, 26 November 2022.
- Kementerian Kesehatan RI. Menkes Budi tekankan pentingnya deteksi kanker payudara bagi perempuan berusia di atas 40 tahun. Rilis berita, 8 Desember 2024.
- Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Breast cancer (fact sheet, 3 July 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI — Bersama Oase Perkuat Gerakan SADARI dan SADANIS (rilis berita, 26 November 2022)
- S3: Kementerian Kesehatan RI — Menkes Budi Tekankan Pentingnya Deteksi Kanker Payudara Bagi Perempuan Berusia di Atas 40 Tahun (rilis berita, 8 December 2024)
- S4: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Cek Kesehatan Gratis: Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan yang Kamu Dapatkan (4 February 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Benjolan atau penebalan di payudara, perubahan ukuran atau bentuk, kulit berlekuk, kemerahan, atau seperti kulit jeruk, perubahan puting, cairan abnormal atau berdarah dari puting, dan luka payudara yang tidak sembuh perlu segera diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
