Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pustaka Bacaan Cepat Dokter Erta

Obat, pemeriksaan & skrining · Halaman 254

54 bacaan untuk memahami obat, pemeriksaan & skrining.

Menampilkan 24 dari 54 bacaan · Halaman 2 dari 3

Jelajahi semua topik ↓
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Lingkaran Hijau, Biru, atau Merah di Kemasan Obat Itu Ada Artinya: Kenali Golongan Obat dan Prinsip DaGuSiBu

Logo lingkaran pada kemasan obat menunjukkan golongannya: hijau untuk obat bebas, biru untuk obat bebas terbatas yang harus dipakai cermat sesuai peringatan, dan merah berhuruf K untuk obat keras yang hanya boleh dengan resep dokter, sehingga keluarga perlu mengenali logo ini dan menerapkan prinsip DaGuSiBu: dapatkan di tempat resmi, gunakan dengan benar, simpan dengan tepat, dan buang dengan aman.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Sudah Minum Parasetamol, Lalu Ditambah Obat Flu? Periksa Labelnya, Bisa Jadi Isinya Parasetamol Juga

Parasetamol aman bila dipakai sesuai dosis, tetapi banyak obat flu dan batuk kombinasi juga mengandung parasetamol, sehingga meminum keduanya bersamaan dapat membuat dosis harian terlampaui tanpa disadari dan merusak hati; keluarga perlu membaca kandungan zat aktif, mematuhi jarak dan batas dosis, serta segera mencari pertolongan bila terlanjur minum terlalu banyak meski merasa baik-baik saja.

4 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Sendok Makan di Dapur Bukan Alat Takar Obat: Cara Menakar Obat Cair Anak agar Dosisnya Tepat

Sendok makan dan sendok teh di rumah ukurannya berbeda-beda, sehingga obat cair anak harus ditakar dengan sendok takar, alat suntik tanpa jarum untuk minum obat, atau gelas takar dari kemasannya; orang tua juga perlu mengocok suspensi, mencocokkan satuan mililiter, memastikan produk memang untuk anak, dan mencatat jam pemberian agar dosis tidak kurang atau berlebih.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Tanggal Kedaluwarsa Masih Lama, tapi Botolnya Sudah Lama Dibuka: Kenali Batas Pakai Obat dan Cara Menyimpannya di Rumah

Tanggal kedaluwarsa di kemasan hanya berlaku selama obat belum dibuka; setelah dibuka, diracik, atau dicampur air, obat punya batas pakai yang lebih pendek, misalnya sekitar 7 hari untuk sirup kering antibiotik dan 28 hari untuk tetes mata atau insulin pena yang sedang dipakai, sehingga keluarga perlu menulis tanggal pembukaan, menyimpan obat dalam kemasan asli pada suhu kamar, dan membuang obat yang berubah warna, bau, rasa, atau bentuk.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Obat Kedaluwarsa Jangan Dibuang Utuh Bersama Kemasannya: Kembalikan ke Apotek atau Musnahkan dengan Cara yang Benar

Obat kedaluwarsa, rusak, atau sisa yang dibuang utuh bersama kemasannya bisa dipungut, dikemas ulang, dan dijual kembali sebagai obat ilegal atau palsu, sehingga BPOM mengajak masyarakat mengembalikannya ke apotek yang menerima sampah obat, atau memusnahkannya di rumah dengan mengeluarkan obat dari kemasan, mencampurnya dengan tanah atau ampas kopi dalam wadah tertutup, melepas etiket, dan merusak kemasannya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Beli Obat Lewat Toko Online? Nama Akun yang Terdengar Resmi Belum Tentu Apotek Berizin, Terapkan Cek KLIK Dulu

Obat palsu dan di bawah standar sering dijual secara daring atau di pasar tidak resmi, dan nama akun yang terdengar resmi belum tentu apotek berizin, sehingga BPOM menganjurkan membeli obat daring hanya melalui sarana yang memiliki izin Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi atau bermitra dengannya, memeriksa nomor izin edar lewat BPOM Mobile atau situs Cek BPOM, dan menerapkan Cek KLIK: kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Jamu Pegal Linu yang Langsung Cespleng Patut Dicurigai: Kenali Bahan Kimia Obat yang Disembunyikan dan Bahayanya

Sebagian jamu dan obat bahan alam ilegal dicampur bahan kimia obat seperti parasetamol, piroksikam, fenilbutazon, atau steroid deksametason agar terasa cespleng, padahal dosisnya tidak diketahui dan dapat merusak lambung, hati, dan ginjal; steroid tersembunyi bahkan bisa membuat tubuh sangat lemas bila jamu dihentikan mendadak setelah lama dipakai, sehingga keluarga perlu waspada terhadap klaim instan, menerapkan Cek KLIK, dan berkonsultasi ke dokter bila sudah lama mengonsumsinya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Minum Obat Dokter Sambil Rutin Minum Jamu atau Suplemen Herbal? Ceritakan Semuanya, Karena Keduanya Bisa Saling Memengaruhi

Jamu dan suplemen herbal mengandung zat aktif yang dapat melemahkan atau justru memperkuat efek obat dokter, misalnya ginkgo, ginseng, atau bawang putih yang memengaruhi obat pengencer darah dan ekstrak teh hijau yang menurunkan kadar obat kolesterol, sehingga pasien dan keluarga perlu membuat daftar tertulis semua obat, jamu, dan suplemen yang diminum lalu menunjukkannya kepada dokter dan apoteker, terutama bila memakai obat pengencer darah, obat jantung, obat diabetes, atau akan dioperasi.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Orang Tua Minum Banyak Obat dari Beberapa Dokter? Bawa Daftar Lengkapnya Saat Kontrol dan Tanyakan Mana yang Masih Perlu

Lansia sering minum banyak obat sekaligus karena punya beberapa penyakit, padahal makin banyak obat makin besar risiko efek samping, obat ganda, dan jatuh akibat pusing atau kantuk, sehingga keluarga perlu membuat daftar lengkap semua obat, vitamin, dan suplemen, menunjukkannya kepada setiap dokter dan apoteker, meminta tinjauan obat secara berkala, dan tidak menghentikan obat sendiri tanpa berbicara dengan dokter.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Obat Generik dari Puskesmas Dianggap Kalah Manjur? Kenali Beda Obat Generik, Generik Bermerek, dan Obat Paten

Obat generik berisi zat aktif, kekuatan, dan bentuk sediaan yang sama dengan obat aslinya dan harus lulus uji bioekivalensi sebelum beredar, sehingga khasiatnya setara meski harganya lebih murah karena tidak menanggung biaya penelitian, paten, dan promosi; warna atau bentuk tablet boleh berbeda, sehingga keluarga cukup memastikan nama zat aktif dan dosisnya sama, tidak meminum dua merek berisi zat yang sama sekaligus, dan melapor kepada dokter atau apoteker bila obat terasa tidak bekerja seperti biasa.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Ibuprofen, Asam Mefenamat, dan Natrium Diklofenak Satu Golongan: Jangan Diminum Bersamaan dan Kenali Risikonya bagi Lambung, Ginjal, dan Jantung

Ibuprofen, asam mefenamat, natrium diklofenak, meloksikam, dan aspirin termasuk satu golongan obat antiinflamasi nonsteroid sehingga tidak boleh diminum bersamaan, karena dapat menimbulkan luka dan perdarahan lambung, gangguan ginjal, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke terutama pada dosis tinggi dan pemakaian lama; obat ini sebaiknya diminum bersama atau sesudah makan, dalam dosis terkecil dan waktu sesingkat mungkin, dan ditanyakan dulu kepada apoteker oleh orang dengan riwayat sakit maag, asma, penyakit jantung, ginjal, atau yang minum obat pengencer darah.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Krim Steroid Bukan untuk Semua Gatal, Apalagi untuk Memutihkan Wajah: Kenali Risikonya dan Cara Memakainya dengan Benar

Krim dan salep steroid efektif meredakan peradangan kulit seperti eksim bila dipilih dokter sesuai kekuatannya, tetapi bila dipakai sembarangan, terlalu lama, di wajah, atau untuk memutihkan kulit dapat menipiskan kulit, memunculkan guratan, pembuluh darah halus, jerawat, perubahan warna kulit, dan memperluas infeksi jamur, sementara BPOM masih menemukan kosmetik pemutih ilegal berisi klobetasol dan mometason, sehingga keluarga perlu memakai krim steroid tipis sesuai petunjuk, tidak memakainya di wajah tanpa saran, dan menerapkan Cek KLIK.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Balita Batuk Pilek, Perlukah Langsung Diberi Obat Batuk Sirup? Yang Lebih Penting Justru Cairan, Istirahat, dan Mengenali Tanda Bahaya

Batuk pilek biasa pada anak disebabkan virus dan umumnya sembuh sendiri dalam beberapa hari, sementara obat batuk pilek bebas tidak mempercepat kesembuhan dan dapat berbahaya bagi anak kecil, sehingga FDA tidak menganjurkannya untuk anak di bawah 2 tahun dan NHS melarang dekongestan untuk anak di bawah 6 tahun; orang tua sebaiknya mencukupi cairan, memakai tetes hidung garam, memberi madu hanya untuk anak di atas 1 tahun, memakai parasetamol atau ibuprofen bila demam atau nyeri, dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Tertulis "3 Kali Sehari" di Etiket Obat, Apakah Artinya Pagi, Siang, dan Malam? Cara Membaca Aturan Pakai agar Obat Bekerja Semestinya

Aturan pakai di etiket obat perlu dibaca dengan teliti: menurut Kemenkes, antibiotik "3 kali sehari" berarti diminum setiap 8 jam, misalnya pukul 06.00, 14.00, dan 22.00, dan harus dihabiskan sesuai lama yang ditentukan; "sebelum makan" umumnya berarti saat perut kosong, "bila perlu" berarti hanya saat ada keluhan, dosis yang terlupa diminum saat ingat kecuali sudah dekat jadwal berikutnya tanpa menggandakan dosis, dan istilah yang membingungkan sebaiknya ditanyakan kepada apoteker.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Bentol dan Gatal Setelah Minum Obat: Efek Samping atau Alergi? Kenali Bedanya, Catat Nama Obatnya, dan Laporkan

Efek samping obat umumnya ringan dan hilang setelah obat dihentikan, sedangkan alergi obat adalah reaksi sistem kekebalan yang bisa ringan seperti bentol dan ruam hingga mengancam jiwa seperti sesak napas dan pingsan, sehingga keluarga perlu mengenali tanda bahaya, mencatat nama obat penyebab alergi dan memberitahukannya kepada setiap tenaga kesehatan, serta melaporkan efek samping obat kepada tenaga kesehatan atau BPOM melalui e-MESO atau HALOBPOM 1500533.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Besok Pagi Cek Darah, Perlu Puasa atau Tidak? Persiapan Sederhana agar Hasilnya Akurat

Sebagian tes darah seperti gula darah puasa dan profil lemak memerlukan puasa karena zat dari makanan dan minuman dapat mengubah kadar dalam darah, sedangkan tes lain seperti HbA1c dan gula darah sewaktu tidak memerlukannya; selama puasa hanya air putih yang boleh diminum, kopi, teh, permen karet, merokok, dan olahraga sebaiknya dihindari, obat rutin jangan dihentikan tanpa petunjuk, dan setiap perbedaan dari instruksi perlu disampaikan dengan jujur kepada petugas laboratorium.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Menampung Urine, Dahak, dan Tinja untuk Pemeriksaan Ternyata Ada Caranya: Salah Ambil Sampel Bisa Membuat Hasil Lab Keliru

Hasil pemeriksaan urine, dahak, dan tinja sangat bergantung pada cara sampel diambil: urine sebaiknya ditampung dari pancaran tengah setelah membersihkan area kelamin agar kuman dari kulit tidak ikut, dahak harus berasal dari paru-paru melalui batuk dalam dan bukan air liur, dan tinja tidak boleh tercampur urine, air, atau tisu, sehingga keluarga perlu memakai wadah dari laboratorium, mengikuti petunjuknya, dan segera mengantar sampel.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Takut Radiasi Saat Disuruh Rontgen atau CT Scan? Pahami Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Disampaikan kepada Petugas

Rontgen dan CT scan memakai sedikit radiasi pengion, dengan dosis CT lebih tinggi daripada rontgen biasa; bila pemeriksaan memang diperlukan, manfaatnya jauh lebih besar daripada risiko radiasi yang kecil, tetapi pasien perlu memberi tahu bila hamil atau mungkin hamil, punya alergi atau reaksi terhadap zat kontras, asma, penyakit ginjal, tiroid, atau diabetes, menyimpan catatan pemeriksaan pencitraan sebelumnya agar tidak terjadi pengulangan yang tidak perlu, dan menanyakan pilihan pemeriksaan tanpa radiasi.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

MRI Tidak Memakai Radiasi, tetapi Magnetnya Sangat Kuat: Apa yang Perlu Disiapkan dan Disampaikan sebelum Pemeriksaan

MRI membuat gambar tubuh dengan magnet kuat dan gelombang radio tanpa radiasi pengion, sehingga aman bagi kebanyakan orang termasuk anak, tetapi semua benda logam harus dilepas dan pasien wajib memberi tahu bila memiliki alat pacu jantung, implan telinga, klip pembuluh darah, sendi buatan, atau serpihan logam di tubuh, sedang hamil atau menyusui, serta punya penyakit ginjal atau alergi zat kontras; pemeriksaan berlangsung sekitar 15 sampai 90 menit dengan suara keras sehingga perlu berbaring diam dan memakai pelindung telinga.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Mau USG, Harus Puasa atau Menahan Kencing? Persiapannya Bergantung Bagian Tubuh yang Diperiksa

USG membuat gambar organ dalam dengan gelombang suara berfrekuensi tinggi tanpa radiasi sinar X sehingga aman dan bisa menampilkan gerakan organ serta aliran darah, tetapi persiapannya berbeda: USG hati, kantong empedu, pankreas, dan limpa biasanya memerlukan puasa beberapa jam, sedangkan USG ginjal, kandung kemih, dan panggul memerlukan kandung kemih penuh; pasien juga boleh meminta pendamping, menyampaikan alergi lateks bila menjalani USG dalam, dan meminta pemeriksaan dihentikan bila tidak nyaman.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Hasil EKG Normal, Berarti Jantung Pasti Sehat? Pahami Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilihat dari Rekam Jantung

EKG atau rekam jantung merekam aktivitas listrik jantung dengan aman tanpa mengalirkan listrik ke tubuh, tetapi rekaman biasanya hanya beberapa detik sehingga keluhan yang datang dan pergi bisa tidak tertangkap dan sebagian masalah jantung tidak selalu tampak; karena itu hasil EKG dibaca bersama keluhan dan pemeriksaan lain, keluhan berulang mungkin memerlukan rekaman lebih lama seperti Holter, dan nyeri dada yang menekan atau sesak berat tetap harus segera ditangani di IGD.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Cek Penanda Tumor Padahal Tidak Ada Keluhan? Hasil Tinggi Belum Tentu Kanker, Hasil Normal Belum Tentu Bebas Kanker

Penanda tumor seperti CEA dan CA-125 adalah zat yang dapat meningkat karena kanker, tetapi juga karena banyak kondisi lain seperti merokok, radang lambung, penyakit hati, haid, atau kehamilan, dan sebagian penderita kanker justru tidak mengalami kenaikan; karena itu pemeriksaan ini umumnya tidak dipakai untuk menyaring orang sehat tanpa keluhan, melainkan terutama untuk memantau pengobatan dan kekambuhan pada orang yang sudah didiagnosis kanker, dan diagnosis kanker tetap memerlukan pemeriksaan lain seperti biopsi.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Takut Biopsi karena Katanya Membuat Kanker Menyebar? Faktanya, Biopsi Adalah Kunci untuk Memastikan Diagnosis dan Memilih Pengobatan

Biopsi adalah pengambilan sedikit jaringan untuk diperiksa dokter patologi di bawah mikroskop dan merupakan satu-satunya cara untuk memastikan apakah suatu kelainan adalah kanker, sekaligus menentukan jenis dan tingkat keganasannya; menurut NCI, kemungkinan biopsi atau operasi membuat kanker menyebar sangat kecil karena dokter memakai cara khusus untuk mencegahnya, dan paparan udara tidak membuat kanker menyebar, sehingga rasa takut sebaiknya dibicarakan dengan dokter, bukan menjadi alasan menunda pemeriksaan.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Mau Teropong Lambung atau Usus Besar? Keberhasilannya Ditentukan Persiapan: Puasa, Obat Pencahar, dan Pendamping Pulang

Endoskopi saluran cerna atas (gastroskopi) memerlukan puasa makan beberapa jam, sedangkan kolonoskopi memerlukan usus yang benar-benar bersih melalui makanan polos, cairan bening, dan obat pencahar yang diminum lengkap sesuai jadwal; obat seperti zat besi dan pengencer darah perlu dibicarakan lebih dulu, dan bila mendapat obat penenang, pasien tidak boleh menyetir selama 24 jam serta perlu didampingi pulang.

3 menit bacaBaca artikel

Koleksi edukasi umum dari Bacaan Cepat Dokter Erta. Daftar pustaka tersedia di setiap artikel. Untuk diagnosis dan pengobatan, diskusikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan.

Jelajahi arsip artikel Kiera sebelumnya

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin