Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang nenek yang kontrol ke dokter jantung, dokter penyakit dalam, dan dokter saraf. Masing-masing memberi obat. Di rumah, ia juga minum obat pegal dari warung dan dua macam vitamin. Akhir-akhir ini ia sering pusing saat berdiri dan pernah hampir jatuh di kamar mandi.
Tidak ada yang pernah melihat semua obatnya sekaligus.
Mengapa lansia sering minum banyak obat?
Menurut NIA, lembaga penelitian penuaan di Amerika Serikat, orang berusia 65 tahun ke atas cenderung minum obat lebih banyak daripada kelompok usia lain, karena sering punya beberapa penyakit sekaligus. WHO menyebut keadaan ini polifarmasi, dan menjadikan keamanan obat pada polifarmasi salah satu prioritas keselamatan pasien.
Mengapa berisiko?
- Efek samping bertambah. Menurut NIA, makin banyak obat, makin besar risiko efek samping dan masalah yang tidak diinginkan.
- Tubuh berubah seiring usia. Perubahan ini dapat memengaruhi cara obat bekerja, sehingga obat yang dulu cocok belum tentu tetap cocok.
- Obat ganda. Obat dari beberapa sumber bisa mengandung zat aktif yang sama. NIA mengingatkan, kelebihan zat aktif yang sama dapat merusak hati.
- Pusing, kantuk, dan jatuh. Menurut Kemenkes, obat seperti obat tidur atau antidepresan dapat menimbulkan pusing dan kantuk yang meningkatkan risiko jatuh. Setiap tahun, satu dari empat lansia mengalami jatuh, yang dapat menyebabkan cedera kepala dan patah tulang, terutama pergelangan tangan, punggung, dan panggul.
Minta tinjauan obat
WHO menganjurkan pendekatan yang berpusat pada pasien: setiap obat ditinjau agar benar-benar sesuai, memberi manfaat, dan tidak membahayakan. NIA menyarankan bertanya kepada dokter apakah ada obat yang dapat dikurangi atau dihentikan dengan aman. Kemenkes menambahkan, mengurangi atau mengganti obat yang membuat pusing atau mengantuk, serta memilih dosis yang aman, dapat menurunkan risiko jatuh.
Setiap kali mendapat obat baru, NIA menyarankan bertanya: apa nama obat ini dan untuk apa, efek samping apa yang mungkin muncul, apakah aman diminum bersama obat lain, dan apakah aman bila dihentikan mendadak.
Jangan salah paham
"Makin banyak obat, makin cepat sembuh." NIA mengingatkan, jangan minum dosis lebih besar dengan anggapan obat akan lebih manjur. Hal ini bisa sangat berbahaya.
"Obatnya terlalu banyak, hentikan saja sebagian." Jangan. NIA menegaskan, obat resep diminum sampai dokter menyatakan boleh berhenti. Pengurangan obat harus diputuskan bersama dokter.
Peran keluarga
- Buat daftar lengkap semua obat, termasuk obat bebas, vitamin, dan suplemen: nama, dosis, waktu minum, dokter yang meresepkan, dan alasannya. Simpan satu salinan di rumah dan satu di dompet.
- Tunjukkan daftar itu kepada setiap dokter, dokter gigi, dan apoteker. Bila bisa, tebus resep di apotek yang sama.
- Gunakan jadwal atau kotak obat mingguan, dan jangan minum obat dalam keadaan gelap.
- Dampingi orang tua saat kontrol agar penjelasan dokter tidak terlewat.
- Ingatkan untuk berdiri perlahan, seperti dianjurkan Kemenkes untuk mencegah jatuh.
Segera hubungi dokter bila muncul pusing, hampir pingsan, sering mengantuk, ruam, sesak napas, atau perubahan suasana hati setelah memakai obat, atau bila orang tua jatuh.
Ingat 3 hal ini
- Banyak obat berarti risiko efek samping dan jatuh ikut bertambah.
- Bawa daftar lengkap semua obat setiap kontrol.
- Minta dokter meninjau obat; jangan menghentikan obat sendiri.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga yang merawat orang tua atau kakek nenek dengan banyak obat rutin.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Medication safety in polypharmacy: technical report. 20 Juni 2019.
- National Institute on Aging. Taking medicines safely as you age. Ditinjau 22 September 2022.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Aman di usia senja: strategi efektif cegah jatuh pada lansia. 31 Januari 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Cara mencegah jatuh pada lansia. 31 Januari 2025.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Medication safety in polypharmacy: technical report (20 June 2019)
- S2: National Institute on Aging (NIH) — Taking Medicines Safely as You Age (content reviewed 22 September 2022)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Aman di Usia Senja: Strategi Efektif Cegah Jatuh pada Lansia (31 January 2025)
- S4: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Cara Mencegah Jatuh pada Lansia (31 January 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Pusing, hampir pingsan, atau sering mengantuk setelah mulai minum obat baru.
- Jatuh, terutama bila disertai benturan kepala atau nyeri hebat di pinggul, punggung, atau pergelangan tangan.
- Ruam, sesak napas, gangguan pencernaan, atau perubahan suasana hati setelah memakai obat.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
