Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Tanggal Kedaluwarsa Masih Lama, tapi Botolnya Sudah Lama Dibuka: Kenali Batas Pakai Obat dan Cara Menyimpannya di Rumah

Tanggal kedaluwarsa di kemasan hanya berlaku selama obat belum dibuka; setelah dibuka, diracik, atau dicampur air, obat punya batas pakai yang lebih pendek, misalnya sekitar 7 hari untuk sirup kering antibiotik dan 28 hari untuk tetes mata atau insulin pena yang sedang dipakai, sehingga keluarga perlu menulis tanggal pembukaan, menyimpan obat dalam kemasan asli pada suhu kamar, dan membuang obat yang berubah warna, bau, rasa, atau bentuk.

Daftar isi bacaan
  1. Banyak rumah menyimpan obat sisa
  2. Tanggal kedaluwarsa dan batas pakai itu berbeda
  3. Patokan umum menurut Kemenkes
  4. Cara menyimpan obat di rumah
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ibu menemukan sirup batuk di lemari, sisa sakit anaknya beberapa bulan lalu. Tanggal kedaluwarsa di botol masih tahun depan. Bolehkah sirup itu dipakai lagi?

Jawabannya belum tentu.

Banyak rumah menyimpan obat sisa

Menurut Kemenkes, mengutip Riskesdas 2013, sekitar 35 persen rumah tangga di Indonesia menyimpan obat untuk mengobati diri sendiri, dan hampir separuh obat yang disimpan adalah obat sisa. Padahal, lama dan suhu penyimpanan memengaruhi kestabilan obat.

Tanggal kedaluwarsa dan batas pakai itu berbeda

  • Tanggal kedaluwarsa ditentukan pabrik dan selalu tercantum di kemasan. Tanggal ini berlaku selama obat belum dibuka dan disimpan dengan benar.
  • Batas pakai setelah dibuka berlaku sejak obat dibuka, diracik, dicampur, atau dilarutkan. Batas ini biasanya lebih pendek dan tidak selalu tertulis di kemasan.

Mengapa berbeda? Setelah dibuka, obat bersentuhan dengan udara, kelembapan, dan kuman. Menurut Kemenkes, batas pakai membantu memastikan obat masih bebas cemaran kuman. Zat aktif yang mulai terurai juga bisa membuat khasiatnya menurun, bahkan hasil uraiannya dapat berbahaya.

Patokan umum menurut Kemenkes

  • Sirup kering antibiotik yang sudah dicampur air: umumnya hanya sekitar 7 hari, karena antibiotiknya tidak stabil dalam bentuk cair.
  • Sirup berpengawet: paling lama sekitar 35 hari setelah dibuka, bila disimpan pada suhu 15 sampai 30 derajat Celsius.
  • Tetes mata kemasan banyak dosis, salep mata, dan tetes telinga: 28 hari setelah dibuka.
  • Insulin pena yang sedang dipakai: 28 hari pada suhu ruang. Insulin yang belum dipakai disimpan di lemari pendingin.
  • Puyer yang sudah tidak dipakai sebaiknya dibuang, jangan disimpan.

Bila label atau apoteker memberi petunjuk lain, ikuti petunjuk tersebut.

Cara menyimpan obat di rumah

  • Simpan dalam kemasan asli yang tertutup rapat. Jangan memindahkan obat ke botol lain dan jangan melepas etiketnya.
  • Simpan pada suhu kamar, tidak lebih dari 30 derajat Celsius, jauh dari sinar matahari langsung, tempat panas, dan lembap.
  • Jangan meninggalkan obat di mobil dalam waktu lama.
  • Sirup tidak disimpan di kulkas kecuali label memintanya, karena bisa mengendap.
  • Supositoria dan obat yang dimasukkan ke vagina disimpan di lemari pendingin, bukan di bagian pembeku, agar tidak meleleh.
  • Obat semprot dijauhkan dari tempat bersuhu tinggi karena dapat meledak.
  • Simpan jauh dari jangkauan anak, sebaiknya di lemari terkunci.

Jangan salah paham

"Semua obat lebih awet di kulkas." Tidak. Kemenkes menegaskan tidak semua obat perlu disimpan di lemari es. Baca label atau tanyakan kepada apoteker.

"Masih jauh dari tanggal di kemasan, berarti aman." Tanggal itu hanya berlaku sebelum obat dibuka.

Peran keluarga

Biasakan menulis tanggal pertama kali dibuka pada botol, tube, atau plastik klip obat. Pilah obat menurut jenisnya dan periksa kotak obat secara rutin. Jangan memakai obat yang berubah warna, bau, rasa, atau bentuk, atau yang menggumpal.

Ingat 3 hal ini

  1. Tanggal kedaluwarsa hanya berlaku sebelum obat dibuka.
  2. Tulis tanggal pembukaan dan patuhi batas pakainya.
  3. Simpan dalam kemasan asli, di suhu kamar, jauh dari panas, lembap, dan anak.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga yang punya kotak obat di rumah.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal masa kadaluarsa obat. 28 November 2023.
  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Apa itu beyond use date. 15 Januari 2024.
  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Berapa lama obat sirup dapat disimpan? 24 Agustus 2022.
  4. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Cara penyimpanan obat yang baik di rumah. 21 Desember 2022.
  5. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Bagaimana penyimpanan obat yang benar? 1 Agustus 2023.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Obat berubah warna, bau, rasa, atau bentuk, atau menggumpal, sebaiknya tidak dipakai.
  • Insulin atau obat yang wajib disimpan dingin terlanjur dibiarkan di tempat panas; tanyakan kepada apoteker sebelum memakainya.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Tertulis "3 Kali Sehari" di Etiket Obat, Apakah Artinya Pagi, Siang, dan Malam? Cara Membaca Aturan Pakai agar Obat Bekerja Semestinya

Aturan pakai di etiket obat perlu dibaca dengan teliti: menurut Kemenkes, antibiotik "3 kali sehari" berarti diminum setiap 8 jam, misalnya pukul 06.00, 14.00, dan 22.00, dan harus dihabiskan sesuai lama yang ditentukan; "sebelum makan" umumnya berarti saat perut kosong, "bila perlu" berarti hanya saat ada keluhan, dosis yang terlupa diminum saat ingat kecuali sudah dekat jadwal berikutnya tanpa menggandakan dosis, dan istilah yang membingungkan sebaiknya ditanyakan kepada apoteker.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Obat Kedaluwarsa Jangan Dibuang Utuh Bersama Kemasannya: Kembalikan ke Apotek atau Musnahkan dengan Cara yang Benar

Obat kedaluwarsa, rusak, atau sisa yang dibuang utuh bersama kemasannya bisa dipungut, dikemas ulang, dan dijual kembali sebagai obat ilegal atau palsu, sehingga BPOM mengajak masyarakat mengembalikannya ke apotek yang menerima sampah obat, atau memusnahkannya di rumah dengan mengeluarkan obat dari kemasan, mencampurnya dengan tanah atau ampas kopi dalam wadah tertutup, melepas etiket, dan merusak kemasannya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Lingkaran Hijau, Biru, atau Merah di Kemasan Obat Itu Ada Artinya: Kenali Golongan Obat dan Prinsip DaGuSiBu

Logo lingkaran pada kemasan obat menunjukkan golongannya: hijau untuk obat bebas, biru untuk obat bebas terbatas yang harus dipakai cermat sesuai peringatan, dan merah berhuruf K untuk obat keras yang hanya boleh dengan resep dokter, sehingga keluarga perlu mengenali logo ini dan menerapkan prinsip DaGuSiBu: dapatkan di tempat resmi, gunakan dengan benar, simpan dengan tepat, dan buang dengan aman.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin