Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu diminta memeriksakan urine karena sering anyang-anyangan. Ia menampung urine yang pertama keluar ke dalam botol bekas selai, lalu membawanya ke laboratorium siang hari setelah tersimpan di tas berjam-jam. Hasilnya membingungkan, dan pemeriksaan harus diulang.
Padahal, menampung sampel ada caranya.
Mengapa cara mengambil sampel penting?
Laboratorium hanya memeriksa apa yang kita bawa. Bila sampel tercemar kuman dari kulit, tercampur zat lain, atau bukan berasal dari tempat yang tepat, hasilnya bisa menyesatkan. Menurut MedlinePlus, cara menampung urine porsi tengah dibuat untuk mencegah kuman dari kulit sekitar kelamin ikut masuk ke sampel.
Menampung urine porsi tengah
Menurut MedlinePlus:
- Bila memungkinkan, tampung urine yang sudah 2 sampai 3 jam berada di kandung kemih.
- Cuci tangan dengan sabun.
- Perempuan membersihkan lipatan kemaluan dari depan ke belakang. Laki-laki membersihkan ujung penis, dan menarik kulup bila tidak disunat.
- Keluarkan sedikit urine ke kloset, tahan, lalu tampung pancaran berikutnya hingga wadah kira-kira setengah penuh. Sisanya dibuang ke kloset.
- Tutup rapat dan jangan menyentuh bagian dalam wadah atau tutupnya.
Bila sampel tidak bisa segera diantar, simpan wadah dalam kantong plastik di lemari pendingin. Untuk bayi, biasanya dipakai kantong penampung khusus yang ditempel di area kelamin.
Mengeluarkan dahak yang benar
Untuk pemeriksaan dahak, misalnya pada dugaan tuberkulosis, Kemenkes menegaskan bahwa sampel harus berasal dari paru-paru, bukan air liur atau lendir dari belakang hidung. Bila sampelnya salah, hasilnya tidak bermakna.
- Ambil dahak di pagi hari.
- Gosok gigi tanpa obat kumur antiseptik sebelum mengambil sampel.
- Tarik napas dalam, tahan beberapa detik, lalu batuk dari dalam dada sampai dahak keluar.
- Tampung di wadah steril yang diberikan, tutup, dan bersihkan bagian luarnya.
Bila dahak sulit keluar, jangan diganti dengan air liur. Sampaikan kepada petugas, karena dokter dapat mengambil sampel dengan cara lain.
Menampung tinja
Menurut MedlinePlus, pemeriksaan biakan tinja biasanya diminta bila diare berdarah disertai demam, atau diare yang menetap atau berulang. Tinja dapat ditampung dengan plastik pembungkus yang dipasang longgar di atas kloset atau dengan wadah dari laboratorium.
- Jangan sampai tercampur urine, air, atau tisu toilet.
- Untuk anak yang masih memakai popok, lapisi popok dengan plastik.
- Antar ke laboratorium secepatnya.
- Bila diberi beberapa wadah, baca petunjuk masing-masing karena bisa berbeda.
Jangan salah paham
"Wadah bekas yang sudah dicuci sudah cukup." Gunakan wadah dari laboratorium agar sampel tidak tercemar.
"Air liur sama saja dengan dahak." Menurut Kemenkes, air liur tidak menggambarkan keadaan paru-paru.
Peran keluarga
Bantu anak dan orang tua yang kesulitan menampung sampel, tulis nama dan jam pengambilan pada wadah bila diminta, dan antar sampel secepatnya. Menurut MedlinePlus, bila ada petunjuk yang tidak diikuti, sampaikan dengan jujur kepada petugas.
Segera periksakan diri bila muncul demam tinggi, nyeri pinggang, urine berdarah, batuk darah, sesak napas, atau diare berdarah disertai demam.
Ingat 3 hal ini
- Urine: bersihkan area kelamin, buang pancaran awal, tampung pancaran tengah.
- Dahak: dari paru-paru melalui batuk dalam, bukan air liur.
- Tinja: jangan tercampur urine, air, atau tisu, dan antar secepatnya.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga yang sedang diminta memeriksakan urine, dahak, atau tinja.
Daftar Pustaka
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Clean catch urine sample. Ditinjau 23 Juli 2024.
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Stool culture. Ditinjau 27 April 2026.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Pemeriksaan bakteri tahan asam (BTA). 22 Desember 2023.
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. How to prepare for a lab test. Diperbarui 20 Agustus 2024.
Sumber daring
- S1: MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) — Clean catch urine sample (review date 23 July 2024)
- S2: MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) — Stool culture (review date 27 April 2026)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) (22 December 2023)
- S4: MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) — How to Prepare for a Lab Test (last updated 20 August 2024)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Demam, nyeri pinggang, atau urine berdarah saat sedang menunggu hasil pemeriksaan urine.
- Batuk darah atau sesak napas saat diminta mengumpulkan dahak.
- Diare berdarah disertai demam atau diare yang tidak kunjung berhenti.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
