Daftar isi bacaan
Bayangkan tengah malam seorang anak demam. Ibunya mencari sendok takar yang dulu ada di dus obat, tetapi tidak ketemu. Ia lalu mengambil sendok teh dari dapur dan menuang sirup sampai penuh. Rasanya sama saja, bukan?
Ternyata belum tentu.
Mengapa sendok dapur tidak bisa dipakai
Menurut MedlinePlus, sendok yang biasa dipakai makan tidak sama ukurannya. Sebuah sendok teh bisa berisi sekitar 2,5 ml, tetapi bisa juga sampai 10 ml. Artinya, bila takarannya 5 ml, anak bisa mendapat separuh dosis sehingga obat kurang bekerja, atau dua kali dosis sehingga berisiko berlebih.
BPOM pun mengingatkan: obat bentuk cair diminum dengan sendok takar, bukan sendok makan. Kemenkes menyebut alat ukur yang tepat adalah sendok obat, alat suntik minum obat (tanpa jarum), atau gelas takar.
Mengenal alat takar
- Sendok takar dari kemasan obat: praktis dan sudah sesuai dengan obatnya.
- Alat suntik minum obat: menurut MedlinePlus, alat ini akurat dan mudah dipakai. Lepaskan tutup kecilnya sebelum dipakai dan jauhkan dari jangkauan anak, karena pernah ada laporan anak tersedak tutup tersebut.
- Gelas takar: praktis, tetapi kesalahan dosis pernah terjadi. Pastikan satuan di gelas, biasanya mililiter (ml), sama dengan satuan dosis yang dianjurkan.
Sebagai patokan, menurut MedlinePlus, 5 ml setara 1 sendok teh takar dan 15 ml setara 1 sendok makan takar. Patokan ini berlaku untuk sendok takar, bukan sendok makan di dapur.
Kadar obat bisa berbeda
Ini yang sering terlewat. Menurut NHS, sirup parasetamol anak ada yang berisi 120 mg per 5 ml dan ada yang 250 mg per 5 ml. Jadi, 5 ml dari dua botol berbeda belum tentu berisi jumlah obat yang sama. Kemenkes juga mengingatkan agar tidak memberikan parasetamol dewasa untuk anak, karena kadarnya berbeda. Dosis anak disesuaikan dengan berat badan, atau usia bila berat badannya tidak diketahui.
Karena itu, setiap kali berganti merek atau bentuk obat, baca lagi labelnya. Simpan alat takar bersama botolnya dan jangan menukar alat takar antarproduk.
Langkah menakar yang benar
- Baca label: untuk siapa obat ini, berapa ml, dan berapa kali sehari.
- Bila obatnya suspensi, kocok dulu; NHS menganjurkan minimal 10 detik.
- Takar dengan alat dari kemasan, lalu periksa sekali lagi angka ml-nya sebelum diberikan.
- Untuk parasetamol anak, NHS menyebut paling banyak 4 kali sehari dengan jarak minimal 4 jam, dan tidak lebih dari 3 hari tanpa bertanya kepada dokter atau apoteker.
Jangan salah paham
"Kalau demamnya belum turun, tambah saja takarannya." Jangan. Kemenkes mengingatkan agar tidak melebihi dosis anjuran, apalagi bila anak juga minum obat lain. Banyak obat flu juga mengandung parasetamol.
Peran keluarga
Bila ayah, ibu, kakek, nenek, atau pengasuh bergantian merawat anak, catat jam dan jumlah obat setiap kali diberikan. Cara sederhana ini mencegah obat terminum dua kali. Bila lupa satu dosis, menurut Kemenkes, berikan saat ingat, kecuali sudah dekat jadwal berikutnya. Jangan menggandakan dosis.
Segera ke dokter bila anak terlanjur mendapat obat melebihi takaran, tampak sangat lemas, tidak mau makan, matanya menguning, atau muncul ruam, bengkak di wajah, atau sesak napas setelah minum obat.
Ingat 3 hal ini
- Takar obat cair dengan alat dari kemasannya, bukan sendok dapur.
- Kocok suspensi dan cocokkan satuan ml di alat takar dengan dosis.
- Catat jam pemberian obat agar anak tidak mendapat dosis ganda.
Bagikan bacaan ini kepada orang tua, kakek nenek, atau pengasuh yang sering memberi obat sirup kepada anak.
Daftar Pustaka
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Liquid medication administration. Ditinjau 1 Oktober 2025.
- NHS. Paracetamol for children. Ditinjau 2 Oktober 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Paracetamol. 5 Agustus 2026.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Cara penggunaan obat yang benar. 10 Juni 2005.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Yuk mengenal parasetamol. 4 Desember 2023.
Sumber daring
- S1: MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) — Liquid medication administration (review date 1 October 2025)
- S2: NHS — Paracetamol for children (reviewed 2 October 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Paracetamol (5 August 2026)
- S4: Badan Pengawas Obat dan Makanan RI — Cara Penggunaan Obat yang Benar (10 June 2005)
- S5: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Yuk Mengenal Parasetamol (4 December 2023)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Anak terlanjur diberi obat melebihi takaran yang dianjurkan.
- Anak tampak sangat lemas, tidak mau makan, atau matanya menguning setelah minum obat.
- Muncul ruam, bengkak di wajah atau bibir, atau sesak napas setelah minum obat.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
