Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Krim Steroid Bukan untuk Semua Gatal, Apalagi untuk Memutihkan Wajah: Kenali Risikonya dan Cara Memakainya dengan Benar

Krim dan salep steroid efektif meredakan peradangan kulit seperti eksim bila dipilih dokter sesuai kekuatannya, tetapi bila dipakai sembarangan, terlalu lama, di wajah, atau untuk memutihkan kulit dapat menipiskan kulit, memunculkan guratan, pembuluh darah halus, jerawat, perubahan warna kulit, dan memperluas infeksi jamur, sementara BPOM masih menemukan kosmetik pemutih ilegal berisi klobetasol dan mometason, sehingga keluarga perlu memakai krim steroid tipis sesuai petunjuk, tidak memakainya di wajah tanpa saran, dan menerapkan Cek KLIK.

Daftar isi bacaan
  1. Apa itu krim steroid?
  2. Bila dipakai sembarangan
  3. Krim pemutih berisi steroid
  4. Cara memakai krim steroid dengan benar
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang remaja putri membeli krim wajah racikan lewat media sosial. Dalam dua minggu wajahnya tampak putih bersih. Beberapa bulan kemudian, muncul kemerahan, jerawat, dan garis-garis pembuluh darah halus. Saat ia berhenti memakainya, wajahnya justru terasa panas, merah, dan bersisik.

Bisa jadi, krim itu berisi steroid.

Apa itu krim steroid?

Steroid oles meredakan peradangan dan bengkak pada kulit. Menurut NHS, obat ini dipakai untuk eksim, psoriasis, alergi kulit karena kontak bahan tertentu, dan reaksi gigitan serangga.

Menurut Kemenkes, steroid oles punya beberapa tingkat kekuatan, dari yang ringan seperti hidrokortison sampai yang sangat kuat seperti klobetasol. Pilihan kekuatannya ditentukan dokter sesuai jenis kelainan kulit dan tidak boleh sembarangan.

Bila dipakai sembarangan

Menurut NHS dan Kemenkes, pemakaian yang salah dapat menimbulkan:

  • kulit menipis dan muncul guratan;
  • garis pembuluh darah halus yang tampak jelas;
  • kulit lebih terang atau lebih gelap dari sekitarnya;
  • jerawat, terutama bila lama dipakai di wajah;
  • infeksi jamur yang tersamar dan meluas, serta infeksi herpes yang memburuk.

Itulah sebabnya krim steroid bukan obat untuk semua gatal. Pada panu atau kurap, steroid justru bisa membuat jamurnya meluas. NHS juga menyebut obat ini tidak cocok untuk jerawat, rosasea, dan luka herpes di bibir.

Krim pemutih berisi steroid

BPOM menjelaskan, steroid dicampurkan ke kosmetik agar kulit cepat tampak putih. Steroid menghambat pembaruan kulit, sehingga lama-kelamaan kulit menipis dan tampak cerah secara instan. Akibatnya, wajah bisa memerah, menjadi sensitif, dan pembuluh darah halus tampak jelas. Ketika dihentikan, kulit dapat sangat merah, terasa terbakar, dan bersisik.

Pada triwulan II 2026, BPOM kembali menemukan kosmetik ilegal berisi klobetasol propionat dan mometason furoat. Keduanya dapat menipiskan kulit, dan klobetasol bahkan berpotensi memicu eksim kering permanen. Kosmetik memang dilarang mengandung bahan obat yang memerlukan pengawasan dokter.

Cara memakai krim steroid dengan benar

Menurut NHS:

  • Oleskan tipis-tipis, biasanya sekali atau dua kali sehari. Satu ruas ujung jari cukup untuk area seluas dua telapak tangan.
  • Jangan dioleskan pada luka terbuka, dan cuci tangan setelahnya.
  • Jangan dipakai di wajah atau kelamin tanpa saran dokter atau apoteker.
  • Hidrokortison yang dibeli sendiri jangan dipakai lebih dari 7 hari tanpa saran. Bila diresepkan jangka panjang, jangan menghentikannya mendadak.

Jangan salah paham

"Wajah langsung putih, berarti krimnya bagus." Hasil instan justru patut dicurigai.

"Makin tebal dioleskan, makin cepat sembuh." NHS mengingatkan, memakai terlalu banyak secara rutin meningkatkan risiko efek samping.

Peran keluarga

Jangan berbagi krim resep dengan anggota keluarga lain, dan jangan mengoleskannya pada anak tanpa saran. Untuk kosmetik, terapkan Cek KLIK dan cocokkan nomor izin edarnya di BPOM Mobile. BPOM juga pernah menemukan krim dan salep steroid bermerek yang dipalsukan, jadi belilah di apotek resmi.

Ingat 3 hal ini

  1. Krim steroid untuk peradangan kulit sesuai petunjuk, bukan untuk semua gatal.
  2. Jangan memakainya untuk memutihkan wajah.
  3. Oleskan tipis, singkat, dan tanyakan dulu sebelum dipakai di wajah atau pada anak.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga dan teman yang sering memakai krim gatal atau krim pemutih wajah.

Daftar Pustaka

  1. NHS. Hydrocortisone for skin. Ditinjau 28 Agustus 2025.
  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Penyalahgunaan steroid di masyarakat: manfaat dan efek samping steroid. 31 Agustus 2022.
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. BPOM temukan kembali 14 kosmetik mengandung bahan berbahaya dan bahan dilarang pada triwulan II tahun 2026. Siaran pers, 13 Juli 2026.
  4. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Kosmetik atau obat: mengupas temuan bahan steroid dalam produk kosmetik. 26 Agustus 2025.
  5. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Temuan obat palsu. 31 Oktober 2025.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Kulit menipis, muncul guratan, pembuluh darah halus, atau jerawat setelah lama memakai krim tertentu.
  • Ruam atau gatal yang meluas setelah diolesi krim steroid, misalnya pada dugaan panu atau kurap.
  • Wajah sangat merah, terasa terbakar, dan bersisik setelah berhenti memakai krim pemutih.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Jamu Pegal Linu yang Langsung Cespleng Patut Dicurigai: Kenali Bahan Kimia Obat yang Disembunyikan dan Bahayanya

Sebagian jamu dan obat bahan alam ilegal dicampur bahan kimia obat seperti parasetamol, piroksikam, fenilbutazon, atau steroid deksametason agar terasa cespleng, padahal dosisnya tidak diketahui dan dapat merusak lambung, hati, dan ginjal; steroid tersembunyi bahkan bisa membuat tubuh sangat lemas bila jamu dihentikan mendadak setelah lama dipakai, sehingga keluarga perlu waspada terhadap klaim instan, menerapkan Cek KLIK, dan berkonsultasi ke dokter bila sudah lama mengonsumsinya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Ibuprofen, Asam Mefenamat, dan Natrium Diklofenak Satu Golongan: Jangan Diminum Bersamaan dan Kenali Risikonya bagi Lambung, Ginjal, dan Jantung

Ibuprofen, asam mefenamat, natrium diklofenak, meloksikam, dan aspirin termasuk satu golongan obat antiinflamasi nonsteroid sehingga tidak boleh diminum bersamaan, karena dapat menimbulkan luka dan perdarahan lambung, gangguan ginjal, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke terutama pada dosis tinggi dan pemakaian lama; obat ini sebaiknya diminum bersama atau sesudah makan, dalam dosis terkecil dan waktu sesingkat mungkin, dan ditanyakan dulu kepada apoteker oleh orang dengan riwayat sakit maag, asma, penyakit jantung, ginjal, atau yang minum obat pengencer darah.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Bentol dan Gatal Setelah Minum Obat: Efek Samping atau Alergi? Kenali Bedanya, Catat Nama Obatnya, dan Laporkan

Efek samping obat umumnya ringan dan hilang setelah obat dihentikan, sedangkan alergi obat adalah reaksi sistem kekebalan yang bisa ringan seperti bentol dan ruam hingga mengancam jiwa seperti sesak napas dan pingsan, sehingga keluarga perlu mengenali tanda bahaya, mencatat nama obat penyebab alergi dan memberitahukannya kepada setiap tenaga kesehatan, serta melaporkan efek samping obat kepada tenaga kesehatan atau BPOM melalui e-MESO atau HALOBPOM 1500533.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin