Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tes PSA untuk Prostat Bermanfaat, tetapi Hasil Tinggi Belum Tentu Kanker: Pertimbangkan Bersama Dokter Sebelum Diperiksa

Tes PSA dapat membantu menemukan kanker prostat lebih awal, tetapi kadar PSA tinggi juga bisa disebabkan pembesaran prostat, peradangan, atau infeksi saluran kemih, dan tidak semua kanker prostat perlu diobati, sehingga keputusan tes sebaiknya diambil bersama dokter dengan menimbang risiko, manfaat, dan persiapan yang benar.

Daftar isi bacaan
  1. Apa yang diukur tes PSA
  2. Manfaat dan kerugiannya
  3. Kapan dipertimbangkan
  4. Persiapan sebelum tes
  5. Bila hasilnya tinggi
  6. Jangan salah paham
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan seorang pria berusia 58 tahun mengambil paket pemeriksaan kesehatan yang ternyata mencakup tes PSA. Hasilnya sedikit di atas batas. Malam itu ia tidak bisa tidur, yakin dirinya terkena kanker prostat.

Kecemasan seperti ini sangat bisa dipahami. Namun, hasil PSA tinggi belum tentu kanker. Memahami tes ini sejak awal dapat mencegah kepanikan yang tidak perlu.

Apa yang diukur tes PSA

Menurut MedlinePlus, PSA adalah protein yang dibuat oleh prostat, kelenjar seukuran kenari di bawah kandung kemih yang menghasilkan cairan mani. Dalam kadar rendah, PSA normal ada di darah.

Kadar PSA bisa naik karena kanker prostat, tetapi juga karena:

  • pembesaran prostat jinak;
  • peradangan prostat;
  • infeksi saluran kemih;
  • obat tertentu.

Tes PSA tidak bisa menunjukkan penyebabnya. Menurut MedlinePlus, satu-satunya cara memastikan kanker adalah biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan prostat untuk diperiksa. Biopsi pun punya risiko, misalnya perdarahan, darah dalam air mani atau urine, infeksi, dan sulit kencing.

Manfaat dan kerugiannya

Di Indonesia, menurut spesialis urologi RSCM yang dikutip Kemenkes, kanker prostat adalah kanker kelima terbanyak pada pria, stadium awalnya hampir selalu tanpa gejala, dan banyak pasien datang sudah stadium lanjut. Bila ditemukan dan diobati pada stadium dini, angka harapan hidup 10 tahun mencapai lebih dari 90 persen.

Namun, MedlinePlus juga menjelaskan sisi lainnya. Kebanyakan kanker prostat tumbuh sangat lambat dan mungkin tidak pernah mengganggu kesehatan. Skrining dapat membuat seseorang menjalani biopsi atau pengobatan yang sebenarnya tidak diperlukan, dengan risiko seperti gangguan ereksi atau sulit menahan kencing.

Karena itu, keputusan tes PSA sebaiknya diambil bersama dokter. MedlinePlus menyarankan tiga hal untuk dibicarakan:

  • seberapa besar risiko Anda terkena kanker prostat yang berbahaya;
  • apakah kesehatan Anda cukup baik untuk menjalani pengobatan bila kanker ditemukan;
  • bagaimana perasaan Anda terhadap manfaat dan kerugian pemeriksaan serta pengobatannya.

Kapan dipertimbangkan

Spesialis urologi RSCM menganjurkan pemeriksaan PSA mulai usia 50 tahun, atau 45 tahun bila ada riwayat kanker prostat dalam keluarga. Tes juga dianjurkan bila ada keluhan, misalnya sering kencing, sering bangun malam untuk kencing, pancaran melemah, darah dalam urine, atau gangguan ereksi.

Persiapan sebelum tes

Menurut NHS, selama 48 jam sebelum tes, hindari ejakulasi, olahraga berat, dan bersepeda, karena dapat menaikkan kadar PSA. Anda boleh makan dan minum seperti biasa. Bila baru sembuh dari infeksi saluran kemih, tunggu 4 sampai 6 minggu. Beri tahu dokter obat yang sedang diminum.

Bila hasilnya tinggi

Jangan panik. Menurut MedlinePlus, tidak ada angka batas yang pasti untuk PSA. Makin tinggi kadarnya, makin mungkin ada kanker, tetapi PSA tinggi bisa terjadi tanpa kanker, dan PSA rendah pun tidak sepenuhnya menyingkirkan kanker. Kadar PSA juga bisa naik turun.

Menurut NHS dan MedlinePlus, langkah berikutnya biasanya tes PSA ulang, pemeriksaan colok dubur, tes urine, lalu bila perlu MRI atau biopsi.

Jangan salah paham

"Semua pria sebaiknya langsung tes PSA tanpa perlu bertanya." Menurut NHS, hasil PSA bisa tidak akurat dan dapat berujung pada tes serta pengobatan yang tidak perlu. Karena itu, dokter akan mendiskusikan manfaat dan risikonya lebih dulu.

"Kalau ditemukan kanker prostat, pasti harus langsung dioperasi." Menurut MedlinePlus, banyak kanker prostat tumbuh sangat lambat dan tidak menyebar. Bicarakan pilihan penanganan dengan dokter.

Peran keluarga

Pasangan dapat menemani konsultasi dan membantu mencatat pertanyaan. Dukungan seperti ini membuat keputusan terasa lebih ringan.

Ingat 3 hal ini

  1. PSA tinggi belum tentu kanker prostat.
  2. Diskusikan manfaat dan kerugian tes PSA dengan dokter, terutama mulai usia 50 tahun.
  3. Hindari ejakulasi, olahraga berat, dan bersepeda 48 jam sebelum tes.

Bagikan bacaan ini kepada ayah, suami, atau saudara laki-laki yang berusia 45 tahun ke atas.

Daftar Pustaka

  1. MedlinePlus, US National Library of Medicine. Prostate-specific antigen (PSA) test. Diperbarui 19 Mei 2025.
  2. NHS. PSA test. Ditinjau 2 September 2024.
  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Prostate Cancer Awareness Month 2023: RSCM adakan edukasi kanker prostat dan gangguan fungsi seksual pria. 6 Oktober 2023.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Sulit atau nyeri buang air kecil, pancaran kencing melemah, sering bangun malam untuk kencing, darah dalam urine atau air mani, serta nyeri tulang, panggul, atau punggung perlu diperiksakan ke dokter.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Cek Penanda Tumor Padahal Tidak Ada Keluhan? Hasil Tinggi Belum Tentu Kanker, Hasil Normal Belum Tentu Bebas Kanker

Penanda tumor seperti CEA dan CA-125 adalah zat yang dapat meningkat karena kanker, tetapi juga karena banyak kondisi lain seperti merokok, radang lambung, penyakit hati, haid, atau kehamilan, dan sebagian penderita kanker justru tidak mengalami kenaikan; karena itu pemeriksaan ini umumnya tidak dipakai untuk menyaring orang sehat tanpa keluhan, melainkan terutama untuk memantau pengobatan dan kekambuhan pada orang yang sudah didiagnosis kanker, dan diagnosis kanker tetap memerlukan pemeriksaan lain seperti biopsi.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Skrining Kanker Leher Rahim Kini Bisa dengan Tes DNA HPV, Bahkan Ambil Sampel Sendiri: Siapa, Kapan, dan Mengapa Penting

Kanker leher rahim sebagian besar dapat dicegah karena berkembang perlahan selama 15 sampai 20 tahun dari infeksi HPV yang menetap, sehingga perempuan dianjurkan skrining mulai usia 30 tahun dengan tes DNA HPV yang kini tersedia dalam Cek Kesehatan Gratis, termasuk pengambilan sampel mandiri, dan hasil positif ditindaklanjuti dengan pengobatan prakanker yang sederhana di puskesmas.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Perokok Berusia 45 Tahun ke Atas Perlu Tahu Skrining Kanker Paru: Siapa yang Berisiko Tinggi dan Apa Itu CT Dosis Rendah

Kanker paru adalah penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia dan di Indonesia sering baru ditemukan pada stadium lanjut, sehingga orang berisiko tinggi, terutama perokok dan bekas perokok berusia di atas 45 tahun, perlu mengenal skrining dengan CT dosis rendah, mengikuti deteksi dini melalui CKG, dan tetap menjadikan berhenti merokok sebagai pencegahan terbaik.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin