Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu berusia 72 tahun yang belakangan sering menanyakan hal yang sama berulang kali dalam satu sore. Minggu lalu, ia sempat bingung mencari jalan pulang dari pasar yang sudah puluhan tahun ia datangi. Anak-anaknya tertawa kecil, "Namanya juga sudah tua."
Sikap memaklumi seperti ini sangat umum. Namun, menurut WHO dan Kemenkes, pikun bukan bagian normal dari penuaan.
Lupa yang wajar dan yang tidak
Menurut Ayo Sehat Kemenkes, lupa nama orang yang baru dikenal, atau menaruh barang lalu bingung mencarinya, masih wajar. Lupa seperti ini dapat dialami siapa saja, misalnya saat lelah atau tidak fokus.
Lain halnya bila lupa sudah mengganggu kegiatan sehari-hari. Lupa jalan pulang, lupa nama anak sendiri, atau kesulitan mandi dan memasak bukan lagi pikun biasa, dan dapat menjadi gejala awal demensia.
Apa itu demensia
Menurut WHO, demensia adalah kondisi yang memengaruhi ingatan, cara berpikir, dan kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari. Penyebabnya berbagai penyakit yang merusak otak, dan kondisinya memburuk seiring waktu. Bentuk tersering adalah penyakit Alzheimer, sekitar 60 sampai 70% kasus. Pada 2021, sekitar 57 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan hampir 10 juta kasus baru muncul setiap tahun.
Tanda awal yang perlu diperhatikan
Menurut WHO dan Kemenkes, tanda awal demensia antara lain:
- lupa hal atau kejadian yang baru saja terjadi;
- mengulang pertanyaan yang sama berkali-kali;
- tersesat atau bingung di tempat yang sudah dikenal;
- sulit mencari kata atau mengikuti percakapan;
- sulit mengerjakan tugas yang biasa dilakukan;
- lupa waktu, sulit mengambil keputusan.
WHO juga mencatat bahwa perubahan suasana hati dan perilaku kadang muncul sebelum masalah ingatan, misalnya mudah cemas, marah, atau menarik diri dari pergaulan.
Mengapa perlu diperiksa sedini mungkin
Menurut Kemenkes, banyak keluarga baru sadar ketika kondisinya sudah cukup berat, padahal tanda awal bisa muncul bertahun-tahun sebelumnya. Pada tahap dini, gejalanya sering dianggap sekadar lupa karena usia. Penyebab pikun juga beragam, sehingga perlu dinilai dokter.
Menurut WHO, demensia belum dapat disembuhkan, tetapi banyak yang bisa dilakukan: aktivitas fisik, kegiatan sosial, latihan berpikir, dukungan bagi keluarga, dan obat untuk keadaan tertentu. Lansia berusia 60 tahun ke atas juga mendapat pemeriksaan geriatri dalam Cek Kesehatan Gratis.
Jangan salah paham
"Namanya juga sudah tua." Demensia lebih sering terjadi setelah usia 65 tahun, tetapi bukan bagian yang pasti dari penuaan.
"Toh tidak bisa sembuh, untuk apa diperiksa." Menurut Kemenkes, deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih baik. Menurut WHO, obat tekanan darah dan kolesterol, misalnya, dapat mencegah kerusakan otak tambahan pada demensia akibat gangguan pembuluh darah.
Peran keluarga
Menurut WHO, faktor risiko demensia antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan pendengaran, kurang gerak, dan kesepian. Bantu orang tua mengontrol tekanan darah dan gula darah, memakai alat bantu dengar bila perlu, dan tetap aktif bergaul. Catat perubahan yang terlihat, lalu bawa catatan itu saat periksa. WHO mencatat pengasuh keluarga rata-rata memberi 5 jam perawatan per hari, jadi pengasuh pun perlu didukung.
Ingat 3 hal ini
- Pikun bukan bagian normal dari penuaan.
- Lupa yang mengganggu kegiatan sehari-hari perlu diperiksakan.
- Perawatan demensia juga berarti mendukung keluarga yang merawat.
Bagikan bacaan ini kepada anak, cucu, dan keluarga yang merawat orang tua lanjut usia.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Dementia. Fact sheet, 3 Juli 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Pikun di usia tua: wajar atau tidak? Ayo Sehat, 23 Juni 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Apakah lupa itu pikun? 13 September 2022.
- Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Dementia (fact sheet, 3 July 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Pikun di Usia Tua: Wajar atau Tidak? (23 June 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Apakah Lupa itu Pikun? (13 September 2022)
- S4: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Cek Kesehatan Gratis: Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan yang Kamu Dapatkan (4 February 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Tersesat di tempat yang dikenal, lupa nama anggota keluarga, sering mengulang pertanyaan yang sama, kesulitan mandi, memasak, atau menjaga kebersihan diri, dan perubahan kepribadian atau perilaku perlu segera diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
