Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Lupa Menaruh Kunci Itu Wajar, Lupa Jalan Pulang Tidak: Kenali Tanda Awal Pikun pada Orang Tua dan Kapan Perlu Diperiksa

Lupa sesekali adalah hal wajar, tetapi pikun atau demensia bukan bagian normal dari penuaan, sehingga keluarga perlu mengenali tanda awalnya, seperti tersesat di tempat yang dikenal, mengulang pertanyaan yang sama, sulit mengerjakan tugas sehari-hari, atau perubahan perilaku, lalu membawa orang tua untuk diperiksa sedini mungkin, termasuk melalui pemeriksaan geriatri dalam Cek Kesehatan Gratis.

Daftar isi bacaan
  1. Lupa yang wajar dan yang tidak
  2. Apa itu demensia
  3. Tanda awal yang perlu diperhatikan
  4. Mengapa perlu diperiksa sedini mungkin
  5. Jangan salah paham
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang ibu berusia 72 tahun yang belakangan sering menanyakan hal yang sama berulang kali dalam satu sore. Minggu lalu, ia sempat bingung mencari jalan pulang dari pasar yang sudah puluhan tahun ia datangi. Anak-anaknya tertawa kecil, "Namanya juga sudah tua."

Sikap memaklumi seperti ini sangat umum. Namun, menurut WHO dan Kemenkes, pikun bukan bagian normal dari penuaan.

Lupa yang wajar dan yang tidak

Menurut Ayo Sehat Kemenkes, lupa nama orang yang baru dikenal, atau menaruh barang lalu bingung mencarinya, masih wajar. Lupa seperti ini dapat dialami siapa saja, misalnya saat lelah atau tidak fokus.

Lain halnya bila lupa sudah mengganggu kegiatan sehari-hari. Lupa jalan pulang, lupa nama anak sendiri, atau kesulitan mandi dan memasak bukan lagi pikun biasa, dan dapat menjadi gejala awal demensia.

Apa itu demensia

Menurut WHO, demensia adalah kondisi yang memengaruhi ingatan, cara berpikir, dan kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari. Penyebabnya berbagai penyakit yang merusak otak, dan kondisinya memburuk seiring waktu. Bentuk tersering adalah penyakit Alzheimer, sekitar 60 sampai 70% kasus. Pada 2021, sekitar 57 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan hampir 10 juta kasus baru muncul setiap tahun.

Tanda awal yang perlu diperhatikan

Menurut WHO dan Kemenkes, tanda awal demensia antara lain:

  • lupa hal atau kejadian yang baru saja terjadi;
  • mengulang pertanyaan yang sama berkali-kali;
  • tersesat atau bingung di tempat yang sudah dikenal;
  • sulit mencari kata atau mengikuti percakapan;
  • sulit mengerjakan tugas yang biasa dilakukan;
  • lupa waktu, sulit mengambil keputusan.

WHO juga mencatat bahwa perubahan suasana hati dan perilaku kadang muncul sebelum masalah ingatan, misalnya mudah cemas, marah, atau menarik diri dari pergaulan.

Mengapa perlu diperiksa sedini mungkin

Menurut Kemenkes, banyak keluarga baru sadar ketika kondisinya sudah cukup berat, padahal tanda awal bisa muncul bertahun-tahun sebelumnya. Pada tahap dini, gejalanya sering dianggap sekadar lupa karena usia. Penyebab pikun juga beragam, sehingga perlu dinilai dokter.

Menurut WHO, demensia belum dapat disembuhkan, tetapi banyak yang bisa dilakukan: aktivitas fisik, kegiatan sosial, latihan berpikir, dukungan bagi keluarga, dan obat untuk keadaan tertentu. Lansia berusia 60 tahun ke atas juga mendapat pemeriksaan geriatri dalam Cek Kesehatan Gratis.

Jangan salah paham

"Namanya juga sudah tua." Demensia lebih sering terjadi setelah usia 65 tahun, tetapi bukan bagian yang pasti dari penuaan.

"Toh tidak bisa sembuh, untuk apa diperiksa." Menurut Kemenkes, deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih baik. Menurut WHO, obat tekanan darah dan kolesterol, misalnya, dapat mencegah kerusakan otak tambahan pada demensia akibat gangguan pembuluh darah.

Peran keluarga

Menurut WHO, faktor risiko demensia antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan pendengaran, kurang gerak, dan kesepian. Bantu orang tua mengontrol tekanan darah dan gula darah, memakai alat bantu dengar bila perlu, dan tetap aktif bergaul. Catat perubahan yang terlihat, lalu bawa catatan itu saat periksa. WHO mencatat pengasuh keluarga rata-rata memberi 5 jam perawatan per hari, jadi pengasuh pun perlu didukung.

Ingat 3 hal ini

  1. Pikun bukan bagian normal dari penuaan.
  2. Lupa yang mengganggu kegiatan sehari-hari perlu diperiksakan.
  3. Perawatan demensia juga berarti mendukung keluarga yang merawat.

Bagikan bacaan ini kepada anak, cucu, dan keluarga yang merawat orang tua lanjut usia.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Dementia. Fact sheet, 3 Juli 2026.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Pikun di usia tua: wajar atau tidak? Ayo Sehat, 23 Juni 2025.
  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Apakah lupa itu pikun? 13 September 2022.
  4. Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Tersesat di tempat yang dikenal, lupa nama anggota keluarga, sering mengulang pertanyaan yang sama, kesulitan mandi, memasak, atau menjaga kebersihan diri, dan perubahan kepribadian atau perilaku perlu segera diperiksakan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tahun Lalu Hasilnya Normal, Perlukah Cek Kesehatan Gratis Lagi? Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Perlu Setiap Tahun

Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes dapat diikuti setahun sekali oleh semua usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan usia, mulai dari tekanan darah, gula darah, dan status gizi hingga skrining kanker dan pemeriksaan lansia, dan perlu diulang setiap tahun karena pada 2026 sekitar satu juta peserta yang tahun sebelumnya sehat kini terdeteksi hipertensi, sementara temuan pemeriksaan ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, dan rujukan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

"Nanti Juga Bisa Sendiri"? Pantau Perkembangan Balita dengan KPSP dan Kenali Tanda Bahaya Sebelum Terlambat

Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tetapi ada tanda bahaya perkembangan yang tidak boleh ditunggu, seperti tidak menoleh saat dipanggil pada usia 12 bulan atau belum merangkai dua kata pada usia 24 bulan, sehingga perkembangan balita perlu dipantau berkala dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) agar gangguan ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Bayi Baru Lahir Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Kelainan: Kenali Skrining Tetes Darah Tumit dan Pemeriksaan Oksigen Sebelum Pulang

Beberapa kelainan bawaan seperti hipotiroid kongenital, penyakit jantung bawaan kritis, dan kekurangan enzim G6PD sering tidak bergejala saat lahir, sehingga setiap bayi perlu menjalani skrining bayi baru lahir, berupa beberapa tetes darah dari tumit pada usia 48 sampai 72 jam dan pemeriksaan kadar oksigen dengan oksimeter, agar bayi yang terdeteksi dapat segera diobati sebelum timbul kerusakan permanen.

3 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin