Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang bapak berusia 52 tahun yang beberapa minggu ini melihat darah di tinjanya. "Paling wasir," pikirnya, lalu ia membeli salep di warung. Buang air besarnya juga sering tidak lancar, tetapi ia menganggapnya karena kurang makan sayur.
Bisa jadi memang wasir. Namun, bisa juga bukan. Satu-satunya cara untuk tahu adalah memeriksakannya.
Kanker yang tumbuh perlahan dari polip
Menurut WHO, kanker usus besar adalah kanker ketiga tersering di dunia dan penyebab kematian akibat kanker kedua tersering. Kebanyakan terjadi setelah usia 50 tahun, tetapi di beberapa negara kasusnya meningkat pada orang dewasa yang lebih muda.
Menurut artikel Kemenkes, kanker ini biasanya berawal dari polip, yaitu tumor jinak di dinding usus yang terbentuk akibat paparan faktor pemicu dalam waktu lama. Bila dibiarkan, polip dapat berkembang menjadi kanker. Inilah kabar baiknya: WHO menyebut skrining teratur dapat menemukan dan mengangkat lesi prakanker, sehingga kanker bisa dicegah. Skrining juga terbukti menurunkan jumlah kasus dan kematian. Tindakan pengangkatan polip disebut polipektomi. Bila kanker sudah terbentuk, WHO menyebut pengobatan lebih mungkin menyembuhkan bila ditemukan pada tahap awal.
Mengapa tidak boleh menunggu gejala
Menurut WHO, pada tahap awal kanker usus besar sering tanpa gejala atau gejalanya ringan. Bila muncul, gejalanya dapat berupa:
- darah di tinja, merah terang atau gelap seperti aspal;
- perubahan pola buang air besar, seperti diare, sembelit, atau tinja mengecil;
- kram, nyeri, atau kembung perut yang tidak kunjung hilang;
- berat badan turun tanpa sebab;
- lelah terus-menerus dan kurang darah akibat perdarahan menahun.
Artikel Ayo Sehat Kemenkes mengingatkan bahwa berak darah kerap dianggap sekadar wasir, padahal bisa menjadi tanda masalah serius, termasuk kanker usus besar. Jangan menunda pemeriksaan, sekecil apa pun jumlah darahnya.
Pilihan skrining
Dalam Cek Kesehatan Gratis, deteksi dini kanker usus dilakukan mulai usia 45 tahun. Menurut Ayo Sehat, pilihan skrining meliputi:
- tes tinja (tes imunokimia feses) setiap tahun;
- sigmoidoskopi fleksibel setiap 5 tahun;
- kolonoskopi setiap 10 tahun, yaitu pemeriksaan bagian dalam usus dengan alat seperti teropong yang dimasukkan melalui anus.
Bila ada keluarga yang pernah terkena kanker usus atau polip, skrining mungkin perlu dimulai lebih awal. Bicarakan dengan dokter.
Jangan salah paham
"Tidak ada keluhan, berarti usus saya sehat." Justru karena tahap awal sering tanpa gejala, skrining diperlukan.
"Kanker usus hanya menyerang orang tua." Risikonya memang meningkat setelah 50 tahun, tetapi WHO mencatat kasus pada usia lebih muda meningkat di beberapa negara.
Peran keluarga
Pola makan keluarga ikut menentukan risiko. Menurut WHO dan Kemenkes, perbanyak sayur, buah, dan makanan berserat, kurangi daging merah dan daging olahan seperti sosis dan kornet, aktif bergerak, jaga berat badan, serta hindari rokok dan alkohol.
Bila ada anggota keluarga yang mengalami perdarahan banyak dari anus, pucat, pusing, atau pingsan, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
Ingat 3 hal ini
- Darah di tinja jangan langsung dianggap wasir; periksakan.
- Kanker usus berawal dari polip, dan skrining bisa mengangkatnya sebelum menjadi kanker.
- Mulai usia 45 tahun, ikuti deteksi dini kanker usus melalui CKG.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga Anda yang berusia 45 tahun ke atas, terutama yang punya riwayat kanker usus dalam keluarga.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Colorectal cancer. Fact sheet, 13 Februari 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Berak darah: sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan. Ayo Sehat, 11 Agustus 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Lebih dalam mengenal kanker usus besar (kolorektal). 28 Juni 2024.
- Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Colorectal cancer (fact sheet, 13 February 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Berak Darah: Sinyal Tubuh yang Tidak Boleh Diabaikan (11 August 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Lebih Dalam Mengenal Kanker Usus Besar (Kolorektal) (28 June 2024)
- S4: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Cek Kesehatan Gratis: Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan yang Kamu Dapatkan (4 February 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Perdarahan banyak dari anus, wajah pucat, pusing, atau pingsan memerlukan pertolongan segera di fasilitas kesehatan.
- Darah di tinja, perubahan pola buang air besar, tinja mengecil, nyeri atau kembung perut yang tidak hilang, berat badan turun tanpa sebab, dan lelah terus-menerus perlu segera diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
