Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang remaja SMP yang selama ini tidak pernah ke dokter gigi karena giginya tidak sakit. Suatu malam ia tak bisa tidur karena nyeri hebat. Saat diperiksa, lubangnya sudah besar dan dalam, sehingga gigi itu tidak bisa lagi dipertahankan.
Seandainya lubang itu ditemukan ketika masih kecil, ceritanya bisa berbeda.
Masalah kesehatan yang paling sering
Menurut WHO, gigi berlubang yang tidak dirawat pada gigi tetap adalah kondisi kesehatan tersering di dunia. Lubang terjadi ketika bakteri mengubah gula dari makanan dan minuman menjadi asam yang merusak gigi sedikit demi sedikit. Kurangnya fluorida dan plak yang tidak dibersihkan mempercepat kerusakannya.
Bila dibiarkan, gigi berlubang dapat menimbulkan nyeri, infeksi, hingga gigi tanggal. Secara global, penyakit mulut dialami hampir 3,7 miliar orang.
Di Indonesia, hasil Cek Kesehatan Gratis pada lebih dari 23 juta anak memperlihatkan gambaran yang sama. Menurut Menteri Kesehatan, 30 sampai 40% anak bermasalah gigi, nomor satu gigi berlubang dan nomor dua masalah gusi. Pada siswa SMP dan SMA, gigi berlubang bahkan disebut hampir 100%.
Mengapa tidak menunggu sakit
Menurut Ayo Sehat Kemenkes, banyak orang baru ke dokter gigi ketika gigi sudah berlubang besar atau gusi bengkak. Padahal, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan, bahkan tanpa keluhan.
Manfaatnya:
- masalah gigi dan gusi ditemukan lebih awal;
- lubang kecil dapat segera ditambal sebelum gigi keropos;
- biaya perawatan lebih hemat dibanding saat kondisi sudah parah;
- dokter gigi dapat merujuk bila ada temuan lain yang perlu diperiksa lanjut.
Menurut Kemenkes, pada kerusakan awal, fluorida membantu memperkuat lapisan email dan memperbaiki kerusakan awal. Bila lubang sudah terbentuk, dokter gigi akan membersihkan dan menambalnya; bila kerusakan sudah dalam, mungkin diperlukan perawatan akar gigi.
Kebiasaan harian yang melindungi gigi
Menurut WHO dan Kemenkes:
- sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida, setelah sarapan dan sebelum tidur malam;
- batasi gula serta camilan di antara waktu makan;
- minum air putih setelah makan;
- jangan biarkan anak tertidur sambil menyusu dari botol.
Jangan salah paham
"Tidak sakit, berarti gigi sehat." Menurut Kemenkes, gejala gigi berlubang berbeda-beda sesuai tingkat keparahannya, dan bisa dimulai dari bintik putih, cokelat, atau hitam pada gigi sebelum muncul lubang dan nyeri. Karena itu, pemeriksaan dianjurkan walau tanpa keluhan.
"Ke dokter gigi itu hanya untuk cabut gigi." Pemeriksaan rutin justru bertujuan agar gigi bisa dipertahankan dengan perawatan sederhana.
Peran keluarga
Jadikan pemeriksaan gigi sebagai jadwal keluarga setiap 6 bulan. Pemerintah mendorong puskesmas tidak hanya memeriksa, tetapi juga menambal dan merawat akar gigi. Menurut Kemenkes, setiap temuan CKG pada anak, termasuk gigi berlubang, harus ditindaklanjuti hingga tuntas agar tidak memburuk. Bila anak mendapat hasil CKG dengan masalah gigi, segera bawa ke puskesmas atau dokter gigi.
Ingat 3 hal ini
- Periksa gigi setiap 6 bulan, walau tidak sakit.
- Lubang kecil cukup ditambal; jangan tunggu sampai harus dicabut.
- Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluorida dan batasi gula.
Bagikan bacaan ini kepada orang tua, guru, dan siapa saja yang sudah lama tidak ke dokter gigi.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan RI. Pentingnya pemeriksaan gigi dan mulut 6 bulan sekali. Ayo Sehat, 23 September 2016.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Ketahui apa itu karies gigi pada anak. 25 Agustus 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Setahun Cek Kesehatan Gratis anak: pemerintah targetkan seluruh temuan penyakit ditindaklanjuti tuntas. Rilis berita, 13 Agustus 2026.
- World Health Organization. Oral health. Fact sheet, 17 Maret 2025.
Sumber daring
- S1: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Pentingnya Pemeriksaan Gigi dan Mulut 6 Bulan Sekali (23 September 2016)
- S2: Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan) — Ketahui Apa itu Karies Gigi pada Anak (25 August 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI — Setahun Cek Kesehatan Gratis Anak: Pemerintah Targetkan Seluruh Temuan Penyakit Ditindaklanjuti Tuntas (rilis berita, 13 August 2026)
- S4: World Health Organization — Oral health (fact sheet, 17 March 2025)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Gigi berlubang yang terlihat, nyeri saat mengunyah atau minum dingin dan manis, gusi bengkak atau kemerahan, dan bau mulut yang menetap perlu segera diperiksakan ke dokter gigi.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
