Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang balita berusia dua tahun yang setiap malam tertidur sambil mengempeng botol susu. Lama-lama, gigi depan atasnya tampak bernoda cokelat, lalu mulai keropos. Orang tuanya sempat berpikir, "Ah, gigi susu. Nanti juga diganti." Sampai suatu malam si kecil menangis kesakitan dan menolak makan.
Gigi susu memang akan berganti. Namun selama bertahun-tahun sebelum itu, gigi inilah yang dipakai anak untuk mengunyah dan tersenyum.
Mengapa gigi anak bisa berlubang
WHO menjelaskan, lubang gigi (karies) terjadi ketika plak di permukaan gigi mengubah gula bebas dari makanan dan minuman menjadi asam yang perlahan merusak gigi. Gula bebas bukan hanya gula yang ditambahkan, tetapi juga gula alami pada madu, sirup, dan jus buah.
Menurut WHO, karies berkembang karena tiga hal: gula bebas yang dikonsumsi terus-menerus, kurangnya fluorida, dan plak yang tidak dibersihkan dengan sikat gigi.
Botol susu sebagai pengantar tidur
Kemenkes menyebut penggunaan botol susu saat tidur sebagai salah satu penyebab karies pada anak. Susu, terutama susu formula, mengandung gula. Saat anak tertidur dengan botol di mulut, sisa susu tetap menempel pada gigi dan menjadi makanan bagi bakteri.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menambahkan, banyak studi mengaitkan penggunaan dot dan botol dalam jangka lama dengan karies, terutama bila anak sering minum sambil berbaring. Menurut IDAI, waktu terbaik untuk menghentikan dot dan botol adalah usia 9 bulan, dan perhimpunan dokter anak Amerika Serikat (AAP) menyarankan paling lambat usia 18 bulan.
Tips IDAI untuk beralih ke gelas:
- ajak anak belajar minum dari gelas dan beri pujian setiap kali ia mencoba;
- pilih gelas berwarna atau bergambar, atau biarkan anak memilih gelasnya sendiri;
- bila botol sudah menjadi "teman tidur", siapkan pengganti seperti boneka, bantal, atau selimut kesayangan.
Sikat gigi sejak gigi pertama muncul
Panduan NHS, layanan kesehatan Inggris:
- Mulai menyikat begitu gigi susu pertama tumbuh, biasanya sekitar usia 6 bulan.
- Sikat dua kali sehari sekitar 2 menit, salah satunya sebagai kegiatan terakhir sebelum tidur malam.
- Di bawah 3 tahun: orang tua yang menyikat, dengan pasta berfluorida seolesan tipis saja.
- Usia 3 sampai 6 tahun: pasta sebesar biji kacang polong; anak boleh mulai menyikat sendiri dengan diawasi.
- Setelah menyikat, ludahkan busanya tanpa berkumur, agar fluorida tetap bekerja.
- Pakai sikat kecil berbulu lembut dengan gerakan melingkar kecil, termasuk gusi dan bagian belakang gigi.
Periksa kadar fluorida pada kemasan pasta gigi. NHS menganjurkan pasta gigi anak dengan fluorida minimal 1.000 ppm. Bila ragu memilih, tanyakan kepada dokter gigi.
Jangan salah paham
"Gigi susu tidak perlu dirawat karena nanti diganti." Menurut Kemenkes, banyak orang tua menganggap karies pada anak tidak serius, padahal karies yang tidak ditangani bisa menyebabkan nyeri, infeksi, dan gigi tanggal. Gigi yang sehat menunjang aktivitas dan tumbuh kembang anak.
"Jus buah aman karena gulanya alami." WHO tetap menggolongkan gula pada jus buah sebagai gula bebas yang dapat merusak gigi.
Kenali tanda awalnya
Menurut Kemenkes, waspadai:
- bintik putih, cokelat, atau hitam pada gigi;
- gigi berlubang;
- anak kesakitan saat mengunyah atau minum yang dingin atau manis;
- bau mulut;
- gusi bengkak atau kemerahan di sekitar gigi yang sakit.
Bila tanda ini muncul, segera bawa anak ke dokter gigi. Kerusakan tahap awal masih bisa ditangani sebelum bertambah parah.
Peran keluarga
Bawa anak ke dokter gigi saat gigi pertama tumbuh atau sebelum usia 12 bulan (NHS), lalu periksakan rutin setiap 6 bulan meski tanpa keluhan (Kemenkes). Buat kunjungan itu terasa menyenangkan. Batasi camilan manis di antara waktu makan dan jadikan air putih minuman utama. Kemenkes juga menganjurkan mengajarkan kebiasaan ini lewat cerita, permainan, dan contoh langsung dari orang tua, misalnya sikat gigi bersama sebelum tidur.
Ingat 3 hal ini
- Jangan biarkan anak tertidur dengan botol susu; mulai beralih ke gelas sejak usia 9 bulan.
- Sikat gigi anak dua kali sehari dengan pasta berfluorida, terakhir sebelum tidur, lalu ludahkan tanpa berkumur.
- Bintik putih atau cokelat pada gigi adalah tanda awal; segera periksakan ke dokter gigi.
Bagikan bacaan ini kepada orang tua balita, kakek nenek, dan pengasuh yang menidurkan anak setiap malam.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Oral health. Fact sheet, 17 March 2025.
- NHS. Children's teeth. Page last reviewed 30 June 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten). Ketahui apa itu karies gigi pada anak. 25 Agustus 2025.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Cara menghentikan penggunaan dot dan botol susu pada anak. 19 Juni 2017.
Sumber daring
- S1: World Health Organization — Oral Health, fact sheet (17 March 2025)
- S2: NHS — Children's Teeth (page last reviewed 30 June 2025)
- S3: Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten) — Ketahui Apa itu Karies Gigi pada Anak (25 Agustus 2025)
- S4: Ikatan Dokter Anak Indonesia — Cara Menghentikan Penggunaan Dot dan Botol Susu pada Anak (19 June 2017)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Segera ke dokter gigi bila tampak bintik putih, cokelat, atau hitam pada gigi, gigi berlubang, anak kesakitan saat mengunyah, atau gusi bengkak di sekitar gigi yang sakit.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
