Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Kesehatan gigi & mulut

Sudah Sikat Gigi Tiap Hari, Kok Masih Berlubang?

Sikat gigi perlu dilakukan dengan teknik yang baik dan pasta gigi berfluorida, sementara seberapa sering gigi terkena gula dan kesehatan gusi juga menentukan risiko penyakit mulut.

Daftar isi bacaan
  1. Lubang gigi dimulai dari plak dan asam
  2. Sikat dua kali sehari, dan lihat pasta giginya
  3. Teknik juga menentukan
  4. Seberapa sering terkena gula, itu yang sering terlupa
  5. Gusi berdarah jangan dianggap biasa terus-menerus
  6. Jadikan kebiasaan keluarga
  7. Kapan perlu ke dokter gigi?
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Ada orang yang merasa sudah rajin sikat gigi, tetapi setiap ke dokter gigi selalu ada kabar yang kurang enak: "Ini ada lubang baru, ya."

Pertanyaannya sangat wajar: "Kalau saya sudah sikat gigi tiap hari, kenapa masih bisa berlubang?"

Jawabannya, kesehatan gigi tidak ditentukan oleh satu kebiasaan saja. Cara menyikat, berapa kali menyikat, kandungan fluorida pada pasta gigi, pola makan manis, plak, dan faktor risiko lain semuanya ikut berperan.

WHO menyebut karies gigi sebagai salah satu masalah kesehatan mulut yang paling umum di dunia. Kabar baiknya, cara terjadinya cukup mudah dipahami, sehingga pencegahannya juga bisa dijalankan oleh seluruh keluarga.

Lubang gigi dimulai dari plak dan asam

Di permukaan gigi terbentuk lapisan plak yang berisi bakteri. Saat kita sering mengonsumsi gula bebas, misalnya dari minuman manis, permen, kue, sirup, atau makanan dengan gula tambahan, bakteri di dalam plak mengubah gula itu menjadi asam.

Asam ini menarik mineral keluar dari permukaan gigi. Kalau prosesnya sering berulang dan pertahanan gigi kalah, terbentuklah karies atau lubang.

Bayangkan enamel seperti dinding rumah yang sangat kuat. Bukan satu tetes hujan yang merobohkannya, melainkan guyuran berulang tanpa sempat diperbaiki. Dalam tubuh sebenarnya, yang terjadi adalah pelarutan mineral (demineralisasi) berulang akibat asam dari plak. Air liur dan fluorida membantu melindungi dan mengembalikan mineral, tetapi kalau serangan asam terlalu sering, keseimbangannya bergeser ke arah kerusakan.

Sikat dua kali sehari, dan lihat pasta giginya

WHO mendorong kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluorida sekitar 1000–1500 ppm.

Fluorida membantu memperkuat permukaan gigi dan membuat enamel lebih tahan terhadap asam. Ia juga membantu memperlambat perkembangan karies. Jadi memilih pasta gigi bukan soal rasa mint paling dingin atau kemasan paling meyakinkan. Cek kandungan fluorida di labelnya. Orang yang rajin menyikat tetapi memakai pasta tanpa fluorida mungkin tidak mendapat perlindungan sebaik yang diharapkan.

Teknik juga menentukan

Menyikat dua kali sehari tidak otomatis berarti semua plak bersih. Kalau sikat hanya lewat sebentar di gigi depan, sementara garis gusi, sela gigi, dan gigi belakang jarang tersentuh, sebagian plak tetap tertinggal.

Gunakan sikat berbulu lembut dan jangkau semua permukaan gigi dengan gerakan lembut. Menekan terlalu keras bukan berarti lebih bersih, malah bisa melukai gusi. Sela gigi juga perlu perhatian. Pada sebagian orang, benang gigi atau sikat sela gigi membantu membersihkan area yang sulit dicapai sikat biasa.

Tidak perlu menjadikan mulut proyek konstruksi setiap malam. Yang penting tekniknya konsisten dan efektif.

Seberapa sering terkena gula, itu yang sering terlupa

Bayangkan dua orang yang mengonsumsi jumlah gula yang mirip. Orang pertama makan sesuatu yang manis sekali saat makan. Orang kedua menyeruput teh manis sedikit-sedikit dari pagi sampai sore.

Gigi orang kedua terpapar gula berulang kali, dan setiap paparan memberi kesempatan bakteri menghasilkan asam lagi. Itu sebabnya urusan gigi bukan hanya "berapa sendok gula sehari", tetapi juga seberapa sering gigi terkena gula. Mengurangi kebiasaan ngemil manis dan menyeruput minuman manis sepanjang hari bisa menjadi langkah besar.

Gusi berdarah jangan dianggap biasa terus-menerus

Kesehatan mulut bukan hanya soal lubang. Penyakit gusi juga sangat umum. WHO menjelaskan bahwa penyakit periodontal dapat membuat gusi bengkak atau berdarah, menimbulkan bau mulut, dan pada tahap berat merusak jaringan serta tulang penyangga gigi. Merokok adalah salah satu faktor risiko pentingnya.

Kalau gusi sering berdarah saat menyikat, jangan berhenti membersihkan area itu karena takut. Perdarahan berulang justru bisa menandakan peradangan dan sebaiknya diperiksakan.

Jadikan kebiasaan keluarga

Kebiasaan gigi biasanya terbentuk di rumah. Anak kecil perlu dibantu dan diawasi orang tua saat menyikat gigi, dan anak lebih mudah ikut kalau melihat orang tuanya melakukan hal yang sama. Jadikan sikat gigi sebelum tidur sebagai bagian dari rutinitas malam bersama, siapkan pasta berfluorida untuk seisi rumah, dan kurangi stok minuman manis yang bisa diseruput sepanjang hari. Orang tua yang lebih tua, terutama yang memakai gigi tiruan atau sulit menggerakkan tangan, juga mungkin butuh bantuan.

Kapan perlu ke dokter gigi?

Jangan menunggu sampai sakit berat. Periksakan diri bila ada nyeri gigi, lubang yang terlihat, gusi sering berdarah atau bengkak, gigi goyang, bau mulut yang menetap, atau perubahan lain di mulut yang tidak membaik. Jadwal kontrol rutin sebaiknya disesuaikan dengan risiko masing-masing orang.

Kalau ingin mulai hari ini, lakukan tiga hal: pastikan pasta gigi mengandung fluorida, sikat dua kali sehari dengan teknik yang baik, dan kurangi seberapa sering gigi terkena gula.

Kalau bacaan ini bermanfaat, bagikan ke keluarga, terutama ke orang yang merasa satu kali sikat gigi "super bersih" sebelum tidur bisa menghapus teh manis yang diseruput sepanjang hari.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Oral Health Fact Sheet.
  2. World Health Organization. Sugars and Dental Caries.
  3. World Health Organization. Prevention and Management of Dental Caries — Fluoride Toothpaste Briefing Note.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • ## Kapan perlu ke dokter gigi? Jangan menunggu sampai sakit berat. Periksakan diri bila ada nyeri gigi, lubang yang terlihat, gusi sering berdarah atau bengkak, gigi goyang, bau mulut yang menetap, atau perubahan lain di mulut yang tidak membaik. Jadwal kontrol rutin sebaiknya disesuaikan dengan risiko masing-masing orang. Kalau ingin mulai hari ini, lakukan tiga hal: pastikan pasta gigi mengandung fluorida, sikat dua kali sehari dengan teknik yang baik, dan kurangi seberapa sering gigi terkena gula. **Kalau bacaan ini bermanfaat, bagikan ke keluarga, terutama ke orang yang merasa satu kali sikat gigi "super bersih" sebelum tidur bisa menghapus teh manis yang diseruput sepanjang hari.**
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin