Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang bapak berusia 50-an yang hampir setiap pagi melihat busa pasta giginya berwarna merah muda. Ia mengira sikatnya terlalu keras, lalu memilih tidak lagi menyikat bagian gusi yang berdarah. Bertahun-tahun kemudian, gusinya menyusut dan beberapa gigi bawahnya mulai goyang. Ia juga penyandang diabetes yang gula darahnya sulit terkendali.
Gusi berdarah memang sangat umum. Justru karena umum, banyak orang menganggapnya biasa.
Apa yang terjadi di gusi
Menurut NHS, layanan kesehatan Inggris, penyakit gusi disebabkan oleh plak, lapisan bakteri yang menumpuk di gigi. Bila tidak dibersihkan dengan sikat gigi dan pembersih sela gigi, plak terus menumpuk dan mengiritasi gusi.
Artikel Kemenkes menjelaskan, plak yang dibiarkan akan mengeras menjadi karang gigi, tempat bakteri berkembang biak dan menghasilkan racun yang memicu radang. Salah satu tanda paling awal radang gusi adalah gusi berdarah saat menyikat gigi.
Pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat (CDC) membedakan dua tahap:
- Radang gusi (gingivitis): gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Tahap ini masih bisa pulih dengan perawatan yang tepat.
- Periodontitis: radang sudah merusak jaringan penyangga di sekitar gigi. Kerusakannya tidak bisa dikembalikan, tetapi bisa diperlambat dan dikendalikan.
Bila terus dibiarkan, menurut NHS, penyakit gusi dapat menyebabkan bau mulut, gusi menyusut, gigi goyang atau tanggal, hingga abses gigi.
Kaitannya dengan diabetes
CDC menyebut ada hubungan antara diabetes dan penyakit gusi, salah satu penyebab utama gigi tanggal, dan hubungan itu berjalan dua arah. Diabetes memperbesar risiko penyakit gusi, sementara radang gusi ikut memengaruhi gula darah.
Kabar baiknya, menurut CDC, merawat penyakit gusi secara bermakna memperbaiki kendali gula darah pada penyandang diabetes, dibanding bila tidak dirawat. Jadi, kunjungan ke dokter gigi juga bagian dari mengelola diabetes.
NHS menganjurkan pemeriksaan gigi rutin terutama bagi penyandang diabetes tipe 2 dan ibu hamil. Kemenkes juga mencatat faktor risiko lain: merokok atau mengunyah tembakau, perubahan hormon saat kehamilan atau menopause, kekurangan gizi termasuk vitamin C, dan kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh.
Jangan salah paham
"Gusinya berdarah, jadi jangan disikat dulu." Sumber masalahnya adalah plak. Menghindari menyikat bagian itu justru membiarkan plak makin menumpuk. Tetap sikat dengan lembut.
"Gusi berdarah itu biasa." NHS menegaskan, penyakit gusi memang sangat umum, tetapi penting diperiksa dokter gigi.
"Karang gigi bisa hilang dengan menyikat lebih keras." Karang gigi sudah mengeras. Menurut Kemenkes, dokter gigi menghilangkannya lewat tindakan pembersihan karang gigi (scaling). Pada penyakit gusi yang berat, NHS menyebut mungkin diperlukan pembersihan dalam di bawah gusi, antibiotik, pencabutan gigi, atau operasi gusi.
Kebiasaan harian yang melindungi gusi
Saran NHS dan Kemenkes:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari, pagi dan menjelang tidur, dengan pasta berfluorida. Ludahkan tanpa berkumur.
- Bersihkan sela gigi setiap hari dengan benang gigi atau sikat sela gigi.
- Jangan memakai obat kumur tepat setelah menyikat gigi.
- Berhenti merokok, termasuk rokok elektrik.
- Bagi penyandang diabetes, kontrol gula darah secara rutin.
Kapan harus segera ke dokter gigi
Menurut NHS, minta pemeriksaan segera bila:
- gusi sangat nyeri dan bengkak;
- gigi goyang atau tanggal;
- ada luka atau bercak merah di mulut;
- ada benjolan di mulut atau bibir.
Kemenkes juga menyebut nanah yang keluar dari batas gigi dan gusi sebagai salah satu gejala periodontitis.
Peran keluarga
Bila ada anggota keluarga yang menyandang diabetes, ingatkan bahwa jadwal kontrol gula darah dan pemeriksaan gigi sama-sama penting. Bantu ibu hamil di rumah mendapatkan pemeriksaan gigi. Dan bila Anda melihat busa merah muda di wastafel, jangan dianggap biasa.
Ingat 3 hal ini
- Gusi berdarah adalah tanda awal radang gusi yang masih bisa pulih; jangan berhenti menyikat bagian itu.
- Karang gigi perlu dibersihkan dokter gigi; menyikat lebih keras tidak menghilangkannya.
- Bagi penyandang diabetes, merawat gusi ikut membantu mengendalikan gula darah.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga yang sering mendapati gusinya berdarah, terutama penyandang diabetes dan ibu hamil.
Daftar Pustaka
- NHS. Gum disease. Page last reviewed 20 April 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. About periodontal (gum) disease. 15 May 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention. Diabetes and oral health facts. 15 May 2024.
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten). Periodontitis. 7 Oktober 2022.
Sumber daring
- S1: NHS — Gum Disease (page last reviewed 20 April 2026)
- S2: Centers for Disease Control and Prevention — About Periodontal (Gum) Disease (15 May 2024)
- S3: Centers for Disease Control and Prevention — Diabetes and Oral Health Facts (15 May 2024)
- S4: Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten) — Periodontitis (7 Oktober 2022)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Segera ke dokter gigi bila gusi sangat nyeri dan bengkak, gigi goyang atau tanggal, keluar nanah dari batas gusi, atau muncul luka, bercak merah, atau benjolan di mulut atau bibir.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
